Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Rasio Kredit Masih Terlalu Rendah

Written By Kompdub on Rabu, 28 November 2012 | 19.29




Rasio Kredit Masih Terlalu Rendah





Penulis : Eny Prihtiyani | Rabu, 28 November 2012 | 19:27 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Rasio kredit terhadap produk domestik bruto di Indonesia masih terlalu rendah yakni di level 31,7 persen. Rasio tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia (115,9 persen), Vietnam (111,6 persen), dan Thailand (131,9 persen). Rendahnya rasio kredit membuat peran perbankan bagi pertumbuhan ekonomi tidak maksimal.


Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam acara Kompas 100 CEO Forum, di Jakarta, Rabu (28/11/2012). " Untuk urusan kredit bank, kita ini levelnya sama dengan Filipina. Rasio kita masih sangat rendah karena tidak mencapai level 50 persen," katanya.


Menurut dia, salah satu penyebab rendahnya rasio kredit karena suku bunga kredit perbankan. "Bunganya masih tinggi, meski sudah ada bank yang mau kasih kredit dengan bunga single digit. Bank terapkan bunga tinggi karena tingginya biaya dana atau cost of funds," katanya.  


Untuk menekan biaya dana, Bank Indonesia meminta perbankan untuk meningkatkan efisiensi. BI menilai tingkat efisiensi perbankan di Indonesia secara umum masih belum maksimal. Hal ini dibuktikan dengan rasio biaya operasi dibandingkan pendapatan operasi (BOPO) yang masih tinggi. BI mencatat rasio BOPO perbankan nasional sejak Desember 2005 secara rata-rata masih di kisaran 87,7 persen. Namun pada September 2012 lalu, rasio BOPO perbankan nasional sudah menurun rata-rata di level 74,26 persen .





















19.29 | 0 komentar | Read More

Suryo Agung Fokus Masuk Pelatnas SEA Games


KENDAL, Kompas.com - Pelari cepat nasional asal Jawa Tengah, Suryo Agung Wibowo, menargetkan bisa masuk pelatnas yang dipersiapkan tampil pada SEA Games 2013 Myanmar.

"Bukan hanya saya saja, mungkin atlet yang lain juga sama bisa masuk pelatnas kemudian tampil membela Indonesia pada SEA Games mendatang," kata Suryo di sela-sela menyaksikan lomba lari Sprint Contes di Stadion Utama Kabupaten Kendal, Jateng, Rabu (28/11/2012).

Menurut pemegang rekor SEA Games untuk lari 100 meter tersebut, dirinya memang saat ini belum masuk pelatnas dan masih ada event yang dijadikan seleksi bagi atlet pelatnas. Yang utama, kata peraih dua medali emas SEA Games 2009 Laos tersebut, adalah kejuaraan nasional (kejurnas) atletik pada Juni 2013 mendatang.

"Saat itu pelari terbaik Indonesia turun di sana, termasuk mereka yang sudah masuk pelatnas," paparnya.

Ia mengatakan, biasanya puncak prestasi seorang atlet ada pada kejurnas karena event itu menjadi ajang seleksi akhir bagi mereka yang akan membela Indonesia pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara.

"Kalau yang atlet pelatnas titik puncak dari latihan ada pada kejurnas dan kedua pada saat SEA Games itu sendiri. Saya akan berusaha untuk bisa mencapai prestasi terbaik dan masuk pelatnas," ucap atlet asal Solo, Jateng.

Kalau kejuaraan atletik Jatim Open, dirinya belum tentu turun karena juga sedang dalam proses penyembuhan cedera kaki kanannya. "Kalaupun turun, saya hanya di nomor lari 200 meter dan itupun bukan mencari prestasi," katanya menegaskan.

Namun, lanjutnya, lebih banyak untuk menjaga kondisi tubuh karena target utamanya adalah di kejurnas, kemudian bisa membela Indonesia pada SEA Games mendatang.

Ketika ditanya apakah bisa mengulang prestasi dengan mencapai catatan waktu 10,17 detik untuk lari 100 meter yang dicapai saat meraih medali emas di SEA Games 2009 Laos, dia mengatakan, masih bisa mengulang catatan waktu tersebut.

"Tentu saja untuk mencapai itu harus melihat latihan dan persiapannya. Semuanya tergantung kepada persiapan dan latihan," kata Suryo yang mulai ditangani kembali pelatih lamanya, Zen Yukri Iswandaru, yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov PASI Jateng.

Suryo meraih dua medali emas pada SEA Games 2009 Laos untuk lari 100 dan 200 meter. Bahkan untuk lari 100 meter, ia berhasil memecahkan rekor SEA Games dengan catatan waktu 10,17 detik.

Namun pada SEA Games 2011, Suryo tidak bisa turun karena sedang menunaikan ibadah haji yang memang sudah menjadi nazarnya sejak dulu.







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo









19.11 | 0 komentar | Read More

Ini Rencana Besar Kementerian PU Atasi Banjir Jakarta

Written By Kompdub on Selasa, 27 November 2012 | 19.58


JAKARTA, KOMPAS.com — Seiring meningkatnya curah hujan dan banjir yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini, Kementerian Pekerjaan Umum Direktotar Jenderal Sumber Daya Air pada hari ini menggelar acara untuk membahas penanggulangan banjir di Jakarta, Selasa (27/11/2012). Acara yang diadakan di kantor PU ini membahas rencana-rencana besar tentang penanggulangan banjir, khususnya di DKI Jakarta.


Dalam rencana ini, Dirjen Sumber Daya Air  Mohammad Hasan selaku pembicara mengatakan, saat ini terdapat 78 daerah di Jakarta yang rawan terjadi banjir. Ia mengatakan, pihaknya saat ini telah membuat rencana besar terkait banjir ini.


"Ada dua rencana untuk mengurangi dampak. Pertama struktural, yaitu dengan membangun tanggul-tanggul, dan non-struktural, dengan memperbaiki hulu," kata Hasan.


Program-program tersebut adalah  Banjir Kanal Timur (BKT) yang saat ini sudah selesai, begitu juga dengan  Banjir Kanal Barat (BKB),  Pesanggrahan Angke Sunter (PAS) yang saat ini sedang dalam proses normalisasi, lalu ada  Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) yang saat ini masih dalam tahap rencana. Dalam rencana tersebut diharapkan hal itu dapat mengurangi daerah-daerah rawan banjir.


Untuk BKT diharapkan dapat mengurangi 16 daerah rawan genangan, BKB mengurangi 6 daerah rawan genangan, PAS mengurangi 10 daerah rawan genangan, dan JEDI diharapkan mengurangi 20 daerah rawan genangan.


Hasan mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus terhadap program PAS, yang saat ini tengah dalam proses pelaksanaan yang diperkirakan selesai pada tahun 2014. Untuk Kali Pesanggrahan yang panjangnya mencapai 26 kilometer ini baru rampung 8 kilometer, sedangkan daerah Angke telah rampung 6 kilometer dari 20 kilometer, sementara Sunter baru rampung 5 kilometer dari 18,7 kilometer. Proyek PAS ini diperkirakan menelan dana sebesar Rp 2,3 triliun.


"PAS ini program kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI. Kami konstruksi, sedangkan DKI pembebasan lahan. Ya, kira-kira 2014 pertengahan sudah selesai," kata Hasan.


Untuk tahun 2013, PU telah membuat program yang bernama JEDI yang menelan biaya sebesar
Rp 1,4 triliun yang akan rampung pada tahun 2016. Gunanya, untuk membenahi sistem drainase di Jakarta yang meliputi rehabilitasi dan pengerukan floatways, saluran air, dan cekungan retensi.


Berita terkait dapat diikuti di topik :


BANJIR 2012






Editor :


Hertanto Soebijoto









19.58 | 0 komentar | Read More

Ini Rencana Besar Kementerian PU Atasi Banjir Jakarta


JAKARTA, KOMPAS.com — Seiring meningkatnya curah hujan dan banjir yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini, Kementerian Pekerjaan Umum Direktotar Jenderal Sumber Daya Air pada hari ini menggelar acara untuk membahas penanggulangan banjir di Jakarta, Selasa (27/11/2012). Acara yang diadakan di kantor PU ini membahas rencana-rencana besar tentang penanggulangan banjir, khususnya di DKI Jakarta.


Dalam rencana ini, Dirjen Sumber Daya Air  Mohammad Hasan selaku pembicara mengatakan, saat ini terdapat 78 daerah di Jakarta yang rawan terjadi banjir. Ia mengatakan, pihaknya saat ini telah membuat rencana besar terkait banjir ini.


"Ada dua rencana untuk mengurangi dampak. Pertama struktural, yaitu dengan membangun tanggul-tanggul, dan non-struktural, dengan memperbaiki hulu," kata Hasan.


Program-program tersebut adalah  Banjir Kanal Timur (BKT) yang saat ini sudah selesai, begitu juga dengan  Banjir Kanal Barat (BKB),  Pesanggrahan Angke Sunter (PAS) yang saat ini sedang dalam proses normalisasi, lalu ada  Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) yang saat ini masih dalam tahap rencana. Dalam rencana tersebut diharapkan hal itu dapat mengurangi daerah-daerah rawan banjir.


Untuk BKT diharapkan dapat mengurangi 16 daerah rawan genangan, BKB mengurangi 6 daerah rawan genangan, PAS mengurangi 10 daerah rawan genangan, dan JEDI diharapkan mengurangi 20 daerah rawan genangan.


Hasan mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus terhadap program PAS, yang saat ini tengah dalam proses pelaksanaan yang diperkirakan selesai pada tahun 2014. Untuk Kali Pesanggrahan yang panjangnya mencapai 26 kilometer ini baru rampung 8 kilometer, sedangkan daerah Angke telah rampung 6 kilometer dari 20 kilometer, sementara Sunter baru rampung 5 kilometer dari 18,7 kilometer. Proyek PAS ini diperkirakan menelan dana sebesar Rp 2,3 triliun.


"PAS ini program kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI. Kami konstruksi, sedangkan DKI pembebasan lahan. Ya, kira-kira 2014 pertengahan sudah selesai," kata Hasan.


Untuk tahun 2013, PU telah membuat program yang bernama JEDI yang menelan biaya sebesar
Rp 1,4 triliun yang akan rampung pada tahun 2016. Gunanya, untuk membenahi sistem drainase di Jakarta yang meliputi rehabilitasi dan pengerukan floatways, saluran air, dan cekungan retensi.


Berita terkait dapat diikuti di topik :


BANJIR 2012






Editor :


Hertanto Soebijoto









19.47 | 0 komentar | Read More

Michael Learns To Rock Akui Dalam Kondisi Terbaik


Para personel Michael Learns To Rock

Para personel Michael Learns To Rock (sumber: Beritasatu.com/Yanuar Rahman)




Setelah luncurkan album kesepuluh.

Berhasil merilis album kesepuluh yang berjudul Scandinavia di tahun ini, Michael Learns To Rock (MLTR) menjelaskan di album teranyarnya ini mereka ingin kembali pada konsep awal saat mereka terbentuk.

"Album ini sudah disiapkan sekitar tiga tahun. Pada kesempatan ini kami mencoba untuk fokus kembali ke awal dan menjadi Michael Learns To Rock sesungguhnya," kata Kare Wanscher saat ditemui di jumpa pers konser Michael Learns To Rock di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat hari ini.

Mikkel Lentz kemudian juga menambahkan bahwa bagi para personel band yang terbentuk tahun 1988 ini, album Scandinavia bukanlah album pamungkas.

"Sulit untuk memprediksi masa depan, tapi yang pasti saat ini kami tengah dalam kondisi terbaik. Kami saat ini sangat bersemangat, seperti sedang memulai sesuatu yang baru," tandasnya.

19.38 | 0 komentar | Read More

Mantan Anak Buah Siti Fadilah Divonis Empat Tahun Penjara


JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis berupa hukuman empat tahun penjara ditambah denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan terhadap Mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan (sekarang Kementerian Kesehatan), Rustam Syarifuddin Pakaya. Dia dianggap terbukti melakukan tindak pidana korupsi korupsi  pengadaan alat kesehatan 1 untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan tahun anggaran 2007. Saat itu, Siti Fadilah Supari menjabat menteri kesehatan.


Putusan ini dibacakan majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/11/2012). “Menyatakan Rutsam terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam dakwaan subsider, menjatuhkan pidana terhadap Rustam dengan pidana penjara empat tahun dan denda Rp 250 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti kurungan enam bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Pangeran Napitupulu.


Selain menjatuhkan pidana penjara, hakim mengharuskan Rustam membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp Rp 2,575 miliar. Uang tersebut harus dibayarkan paling lambat sebulan setelah putusan majelis hakim berkekuatan hukum tetap. “Apabila telah lewat waktu tersebut maka harta kekayaannya disita dan dilelang untuk memenuhi uang  pengganti yang bersangkutan dan apabila tidak memenuhi, maka dipenjara selama dua tahun,” tambah hakim Pangeran.


Menurut majelis hakim, perbuatan Rustam melanggar Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 18 Undang-Undang Tipikor juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan subsider. Putusan ini berbeda dengan tuntutan jaksa yang menganggap Rustam terbukti melanggar pasal dalam dakwaan primer, yakni Pasal 2 Ayat 1 dalam undang-undang yang sama sehingga patut dihukum lima tahun penjara.


Majelis hakim menilai, Rustam terbukti menyalahgunakan kewenangannya sehingga mengakibatkan kerugian negara namun justru menguntungkan diri sendiri dan pihak lain. Adapun kerugian negara yang timbul akibat perbuatan Rustam ini mencapai Rp 21,3 miliar.


Mengarahkan spesifikasi


Berdasarkan fakta persidangan, Rustam menjadi kuasa pengguna anggaran (KPA) di Pusat Penanggulangan Krisis Depkes sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) saat proyes alkes 1 dilaksanakan.  Selaku KPA dan PPK, Rustam mengarahkan anak buahnya untuk menyusun spesifikasi teknis alkes 1 sehingga sesuai dengan merek dan produk yang didistribusikan PT Graha Ismaya. Pengarahan ini dilakukan Rustam setelah mengadakan pertemuan dengan Direktur Umum PT Graha Ismaya Masrizal Achmad Syarief.


Spesifikasi inilah yang kemudian digunakan panitia pengadaan dalam menentukan rekanan proyek.”Sehingga panitia pengadaan menggunakan spesifikasi itu sehingga tidak menyusun sendiri,” kata hakim Tati Hardiyanti.


Selanjutnya, menurut hakim, Rustam menyetujui lelang pengadaan alkes 1 yang tidak diumumkan melalui satu media cetak nasional. Terpilihlah PT Indofarma Global Medika dengan nilai penawaran Rp38,8 miliar sebagai pemenang tender. Perusahaan ini sendiri mendapat dukungan penuh dari PT Graha Ismaya sebagai distributor alat-alat kesehatan yang dibutuhkan Depkes. Ada sekitar 35 jenis alat kesehatan yang dibutuhkan dalam pengadaan alkes tahap pertama tersebut.


Dalam prosesnya, PT Indofarma membeli alat dari PT Graha Ismaya Rp 33 miliar. Sementara biaya pembelian barang yang dikeluarkan PT Graha Ismaya hanya Rp 10,8 miliar ditambah biaya usaha Rp 2,4 miliar. Dengan demikian, PT Graha Ismaya mendapat untung sekitar Rp 15,2 miliar. Atas keuntungan PT Graha Ismaya tersebut, Rustam mendapat imbalan Rp 4,9 miliar dalam bentuk cek perjalanan Bank Mandiri. Uang tersebut digunakan Rustam untuk membeli rumah Rp 2,4 miliar dan sisanya dibagi-bagikan kepada pihak lain, termasuk ke Menteri Kesehatan saat itu, Siti Fadillah Supari.












19.31 | 0 komentar | Read More

Pengusaha Zircon Protes Kebocoran Harga Pokok Ekspor


JAKARTA, KOMPAS.com -- Asosiasi Pertambangan Zirconium Indonesia (APZI) memprotes kebocoran informasi seputar harga penetapan ekspor (HPE) zirconium untuk Desember 2012 kepada kalangan trader di China. Padahal Surat Keputusan Menteri Perdagangan tentang hal tersebut belum diterbitkan.


APZI juga mempertanyakan keberlangsungan HPE Desember yang tidak pro investasi.


Ketua Umum APZI Ferry Alfiand mengungkapkan, hingga Selasa (27/11/2012) pukul 15.00 WIB, HPE tersebut belum diunduh dalam daftar regulasi untuk tahun 2012 di situs jejaring Kementerian Perdagangan, tetapi sudah dibocorkan. "Kalau pun hendak dibocorkan, pemerintah atau oknum yang membocorkan, lebih mementingkan trader asing ketimbang pengusaha nasional," tutur Ferry, Selasa di Jakarta.


Ferry bersama Sekjen APZI Sihol Manullang menguraikan, pada Selasa pagi, pihaknya memperoleh informasi dari China bahwa HPE Desember sudah ditetapkan, tetap tiga lapis (layer). Ada sedikit penurunan dari HPE November. Menurut bocoran informasi dari China, HPE zirconium kadar di bawah 50 persen adalah 1.133,7 dollar AS per ton, kadar 50 persen sampai 60 persen seharga 1.365,07 dollar AS per ton, dan kadar di atas 60 persen seharga 1.515,46 dollar AS per ton. Pajak yang dibayar kepada negara, 20 persen dari HPE.


"Kalau informasi ini benar, berarti ada sesuatu yang tidak beres. Menurut kami, praktik kebocoran HPE adalah insider trading. Kalau di bursa saham, ini tidak dibenarkan, melanggar aturan bursa karena orang bisa mengambil posisi buy-sell-hold sebelum kebijakan diumumkan. APZI meminta agar praktik seperti ini segera dihilangkan demi mewujudkan Indonesia yang lebih bersih transparan," papar Ferry.


Ia menegaskan, dengan tetap tiga lapis dan kadar semakin kecil maka HPE semakin rendah. Hal itu menguntungkan pengusaha yang tidak membangun pabrik. Pada satu sisi pemerintah mengharapkan investasi swasta sebesar mungkin agar menyerap tenaga kerja. Namun pada  sisi lain, investor malah dirugikan.


Menurut Ferry, pengusaha yang tidak berinvestasi diuntungkan oleh kebijakan HPE sekarang. Karena, kadar zirconium yang ditambang dari alam, umumnya di bawah 50 persen. Dengan adanya HPE kadar di bawah 50 persen, maka barang bisa langsung diangkut dari lokasi tambang ke pelabuhan. Tak perlu investasi apa-apa, karena langsung dimasukkan ke kontainer.


Untuk memperoleh kadar zircon di atas 60 persen, barang dari lapangan harus dicuci lagi dengan shaking table (meja goyang), kemudian pemisahan dengan magnet dan konduktor-isolator dengan listrik sedikitnya 300 ribu volt. "Jadi, pengusaha zircon yang membiayai pemurnian, sehingga memproleh zircon kadar di atas 60 persen, malah dirugikan kebijakan HPE pemerintah. Ini amat janggal. Semakin banyak investasi, malah semakin dirugikan," keluh Ferry yang menghimpun 15 anggota dengan serapan tenaga kerja mencapai 30.000 orang.


APZI menyesalkan maraknya wacana yang mendorong agar pelaksanaan Pasal 102-103 UU Nomor Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pada tahun 2014 ditunda. UU tersebut mengamanatkan, 5 tahun sejak UU Nomor 4 Tahun 2009 diundangkan, semua mineral yang diekspor harus terlebih dahulu dimurnikan.


"Dengan ketidakjelasan regulasi, sekarang ini calon investor menahan diri. karena tidak yakin akan konsistensi regulasi Indonesia. Jangan heran kalau negara kita tidak dilirik sebagai negara tujuan investasi yang baik. Kita sendiri yang membuat demikian, bukan orang lain," kata Ferry.


Ferry mencontohkan, sedikitnya dua calon investor China akhirnya urung membangun smelter zircon di Indonesia. Mereka kini memilih Vietnam.












19.29 | 0 komentar | Read More

Tommy dan Alamsyah Langsung Tersingkir


JAKARTA, Kompas.com - Dua pemain tunggal putra Indonesia langsung tersingkir di babak pertama turnamen Makau Terbuka Grand Prix Gold, Selasa (27/11/2012). Dalam pertandingan di Macau Forum, Alamsyah Yunus dan Tommy Sugiarto, tak mampu melewati hadangan para lawan mereka.

Alamsyah, yang merupakan unggulan kesembilan, kalah dua game langsung dari pemain India, Srikanth K. Sementara itu Tommy, yang ditempatkan sebagai unggulan kedelapan, menyerah 19-21, 21-11, 19-21 dari pemain Taiwan, Teng Shih Hua.


Bagi Tommy, hasil ini tentu saja sangat mengecewakan setelah pekan lalu dia berhasil menembus semifinal Hongkong Terbuka Superseries, sebelum ditaklukkan pemain China yang akhirnya jadi juara, Chen Long. Padahal, di turnamen ini sebagian besar pemain bintang tak ikut, sehingga peluang juara baginya cukup terbuka lebar.

Dengan demikian, tunggal putra Indonesia yang tersisa di turnamen berhadiah 120.000 dollar AS ini adalah lima orang, yang baru akan bertanding. Kelima pemain tersebut adalah unggulan ketiga, Taufik Hidayat, Dionysius Hayom Rumbaka (unggulan 7), Andre Kurniawan Tedjono (unggulan 14), Riyanto Subagja, dan Wisnu Yuli Prasetyo.

Hari ini, selain pertandingan di babak kualifikasi, juga memainkan babak pertama partai tunggal putra. Empat partai lainnya, yaitu tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran, serta babak kedua tunggal putra, akan dimainkan Rabu (28/11).





Sumber :


tournamentsoftware





Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo









19.11 | 0 komentar | Read More

Daerah Serapan Jadi Vila, Jakarta pun Banjir

Written By Kompdub on Senin, 26 November 2012 | 19.58


JAKARTA, KOMPAS.com - Musibah banjir yang melanda DKI Jakarta di penghujung tahun 2012 tidak hanya disebabkan permasalahan di Ibu Kota saja, namun juga di daerah sekitarnya. Salah satunya yakni beralihnya fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang seharusnya menjadi daerah resapan malah dipenuhi oleh perumahan.

Kepala Humas Balai Besar Wilayah Ciliwung-Cisadane Putu Wirawan mengungkapkan, setidaknya terdapat dua sungai yang memiliki hulu di Jawa Barat dan akhirnya menyebakan banjir di Jakarta, yakni Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan. Kondisi DAS dua kali tersebut sangat memprihatinkan karena banyak yang membangun rumah, terutama untuk penginapan.

"Di sepanjang kali di Ciawi misalnya, itu sekeliling sudah dipenuhi vila-vila. Itu seharusnya kan jadi daerah resapan, ya harus diganti itu. Dari peta udara, daerah resapan tinggal 10 hingga 20 persen saja," ujarnya saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (26/11/2012).

Menurut Putu, pemerintah pusat sebagai pihak yang berwenang atas kali itu telah melakukan sejumlah langkah. Antara lain dengan rencana pembuatan sodetan antara Kali Ciliwung dengan Kali Cisadane untuk mengurangi debit air. Namun kebijakan tersebut ditentang warga setempat.

Langkah selanjutnya dari pemerintah adalah dengan membuat Waduk Ciawi, yang berada di dekat area Taman Safari. Namun lagi-lagi tak terwujud atas alasan harga tanah yang mahal.

"Padahal desain waduknya sudah jadi, akhirnya hanya jadi wacana saja," lanjutnya.

Putu juga mengungkapkan, permasalahan banjir di Jakarta harus ditangani secara komprehensif baik dari Jakarta sendiri maupun di sekitarnya. Di daerah sekitar Jakarta, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah rekayasa resapan dengan membuat lubang biopori di halaman rumah warga.

"Sementara daerah hilirnya pun (Jakarta) yang harusnya berfungsi sebagai tampungan, sudah hilang. Semestinya dimaksimalkan lagi setu-setu yang ada," lanjutnya.

Melihat kondisi yang serba terlanjur, pihak Balai Besar Sungai Ciliwung-Cisadane tetap bekerja semampunya. Sejumlah perencanaan telah dibuat untuk mengondisikan sungai-sungai di Jakarta agar mampu menampung debit air yang berlebih, terutama pada saat musim hujan.

"Kali Pesanggrahan sedang di normalisasi. Kita juga prediksi Kali Angke juga akan di normalisasi. Pintu Air Manggarai dan Pintu Air Karet juga akan ditambah," imbuhnya.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri









19.58 | 0 komentar | Read More

Daerah Serapan Jadi Vila, Jakarta pun Banjir


JAKARTA, KOMPAS.com - Musibah banjir yang melanda DKI Jakarta di penghujung tahun 2012 tidak hanya disebabkan permasalahan di Ibu Kota saja, namun juga di daerah sekitarnya. Salah satunya yakni beralihnya fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang seharusnya menjadi daerah resapan malah dipenuhi oleh perumahan.

Kepala Humas Balai Besar Wilayah Ciliwung-Cisadane Putu Wirawan mengungkapkan, setidaknya terdapat dua sungai yang memiliki hulu di Jawa Barat dan akhirnya menyebakan banjir di Jakarta, yakni Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan. Kondisi DAS dua kali tersebut sangat memprihatinkan karena banyak yang membangun rumah, terutama untuk penginapan.

"Di sepanjang kali di Ciawi misalnya, itu sekeliling sudah dipenuhi vila-vila. Itu seharusnya kan jadi daerah resapan, ya harus diganti itu. Dari peta udara, daerah resapan tinggal 10 hingga 20 persen saja," ujarnya saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (26/11/2012).

Menurut Putu, pemerintah pusat sebagai pihak yang berwenang atas kali itu telah melakukan sejumlah langkah. Antara lain dengan rencana pembuatan sodetan antara Kali Ciliwung dengan Kali Cisadane untuk mengurangi debit air. Namun kebijakan tersebut ditentang warga setempat.

Langkah selanjutnya dari pemerintah adalah dengan membuat Waduk Ciawi, yang berada di dekat area Taman Safari. Namun lagi-lagi tak terwujud atas alasan harga tanah yang mahal.

"Padahal desain waduknya sudah jadi, akhirnya hanya jadi wacana saja," lanjutnya.

Putu juga mengungkapkan, permasalahan banjir di Jakarta harus ditangani secara komprehensif baik dari Jakarta sendiri maupun di sekitarnya. Di daerah sekitar Jakarta, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah rekayasa resapan dengan membuat lubang biopori di halaman rumah warga.

"Sementara daerah hilirnya pun (Jakarta) yang harusnya berfungsi sebagai tampungan, sudah hilang. Semestinya dimaksimalkan lagi setu-setu yang ada," lanjutnya.

Melihat kondisi yang serba terlanjur, pihak Balai Besar Sungai Ciliwung-Cisadane tetap bekerja semampunya. Sejumlah perencanaan telah dibuat untuk mengondisikan sungai-sungai di Jakarta agar mampu menampung debit air yang berlebih, terutama pada saat musim hujan.

"Kali Pesanggrahan sedang di normalisasi. Kita juga prediksi Kali Angke juga akan di normalisasi. Pintu Air Manggarai dan Pintu Air Karet juga akan ditambah," imbuhnya.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri









19.47 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger