Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

DPR Desak Pemerintah Konfirmasi Penjualan Blitz Megaplex

Written By Kompdub on Senin, 08 April 2013 | 19.38


Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak pemerintah untuk mengkonfirmasi dugaan penjualan Blitz Megaplex ke perusahaan asal Korea, CJ CGV. Sebab, bioskop merupakan sektor usaha yang tidak boleh dimasuki modal asing sesuai Daftar Negatif Investasi (DNI) yang berlaku saat ini.


"Kalau terbukti, maka harus ada sanksi tegas, karena bioskop masih masuk dalam DNI," ujar Anggota Komisi X DPR RI, Deddy Gumelar di Jakarta, Senin (8/4).


Sebagaimana diketahui, pekan lalu beredar kabar jika Blitz Megaplex disinyalir telah dijual ke konglomerat hiburan asal Korea Selatan, CJ CGV. Hal itu tampak dari adanya perombakan direksi Blitz.


Saat ini mayoritas kursi direksi, termasuk COO dan CFO, diisi ekspatriat asal Korea. Bahkan CEO Blitz yang baru adalah mantan Chief Representative di CJ CGV Greater China. Selain itu, sejak akhir 2012, sudah masuk sembilan orang Korea ke manajemen Blitz.


Deddy menyampaikan, pemerintah tidak pernah mencabut Peraturan Presiden (Perpres) 36/ 2010, sehingga belum mengeluarkan bioskop dari DNI.


"Berarti, pemerintah tidak melepas gedung bioskop, yang merupakan rumah budaya, kepada investor asing. Kalau benar Blitz dijual kepada investor Korea, itu jelas pelanggaran. Mestinya pembelian tersebut harus seizin Mendag, BKPM dan Kemenparekraf," tegas politisi yang akrab disapa Miing tersebut.


Menurutnya, dari awal DPR sudah memberikan peringatan kepada Kemenparekraf, BKPM, dan lembaga terkait agar tidak mengluarkan izin bagi masuknya modal asing di wilayah bioskop dan kebudayaan. Sebab, bioskop merupakan rumah budaya dan sektor yang unik, karena itu perlakuannya pun berbeda dengan sektor lainnya, dan tidak boleh dimasuki pemodal asing.


"Artinya, jika Blitz telah menjual bioskopnya kepada CJ CGV, maka film Korea dipastikan menguasai pangsa pasar Indonesia dan film Indonesia akan tersisihkan di rumahnya sendiri. Bagaimana menolong Hanung Bramantyo dan sineas lainnya?" ujar politisi PDIP tersebut.


Selain itu, lanjut Deddy, yang paling berbahaya adalah efek film tersebut yang bisa mendoktrin remaja sehingga bisa meniru budaya negeri gingseng dan meninggalkan budaya Indonesia.


Saat ini saja, menurut dia, fenomena Gangnam Style dan film Korea menimbulkan trend dan budaya baru bagi remaja Indonesia. "Sedihnya, para remaja kita lebih bangga mengekspresikan budaya Korea daripada budaya sendiri," kata Deddy.


Ditegaskannya, membeli Blitz tidak memberikan keuntungan signifikan bagi Korea. Namun, menurut Deddy, itu bukanlah tujuan utama.


"Tujuannya adalah invasi budaya, sehingga berbagai produk, budaya, dan segala hal yang berbau Korea laku di negeri ini. Sebenarnya berapa sih marjin keuntungan Korea sehinggga membeli Blitz? Tidak seberapa untungnya. Tapi ini menguntungkan bagi Korea dan merugikan Indonesia. Korea tahu Indonesia tidak punya strategi kebudayaan, sehingga Korea masuk," pungkasnya.


Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Abdul Hakam Naja mengatakan, penegakan aturan harus menjadi dilakukan. "Aturan harus ditegakkan, karena masuk daftar DNI, BKPM harus ambil tindakan dan tegas menegakkan aturan. Kalau langgar aturan, itu tidak bisa," tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.


Menurutnya, penanaman modal asing harus mendapat persetujuan dari BKPM, yang sampai saat ini belum mengeluarkan bioskop dari DNI. Dia membenarkan, sudah lama Blitz mengalami kesulitan dana untuk mengembangkan usaha perbioskopan tanah air.


Blitz sudah menawarkan kepada sejumlah perusahaan di dalam negeri, tapi tidak ada yang mau mengakuisisi. "Tapi kalau sekarang menabrak aturan, itu tidak bisa ditolerir," katanya.


19.38 | 0 komentar | Read More

BNP2TKI: TKI di Korsel Belum Dipulangkan





BNP2TKI: TKI di Korsel Belum Dipulangkan





Penulis : Dani Prabowo | Senin, 8 April 2013 | 18:36 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Situasi keamanan di wilayah Semenanjung Korea semakin memanas. Meski demikian, Pemerintah Indonesia masih belum melakukan langkah pemulangan terhadap 36.000  tenaga kerja Indonesia (TKI) maupun warga negara Indonesia (WNI) yang yang bekerja di Korea Selatan.


Hal itu dikatakan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat, Senin (8/4/2013). Menurutnya, saat ini kondisi di Korea Selatan masih relatif kondusif.


"Di Korea Selatan kondisi warganya masih aman-aman saja. Lalu kenapa kita harus menarik TKI kita yang ada disana?" kata Jumhur usai acara penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di kantornya.


Meski relatif kondusif, Jumhur mengatakan, pihaknya bersama Kementrian Luar Negeri masih akan tetap memantau kondisi situasi politik yang ada. Jika sewaktu-waktu kondisi menjadi tidak kondusif maka langkah penarikan dan pemulangan bagi WNI dan TKI akan dilakukan.


"Belajar dari pengalaman yang sudah pernah waktu terjadi konflik di Timur Tengah, kita sudah relatif lebih siap jika sewaktu-waktu konflik pecah," katanya.



















19.31 | 0 komentar | Read More

Sriwijaya Air Terbang Langsung Jakarta-Ternate




Penerbangan


Sriwijaya Air Terbang Langsung Jakarta-Ternate





Penulis : Haryo Damardono | Senin, 8 April 2013 | 19:14 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai upaya memperluas jaringan penerbangan dan meningkatkan layanan kepada pelanggan setianya, Sriwijaya Air akan membuka rute penerbangan baru Jakarta-Ternate PP (direct) pada Jumat (12/4/2013) mendatang.

Penerbangan dengan pesawat Boeing 737-500 W. Jadwal penerbangan dari Jakarta akan diterbangkan pada pukul 05.00 WIB dan tiba di Ternate pukul 10.25 WIT. Dan untuk rute Ternate-Jakarta, penerbangan akan dilakukan pada pukul 11.05 WIT dan tiba di Jakarta pada pukul 12.30 WIB. Penerbangan ini sendiri nantinya akan dibuka dan dilayani dengan frekuensi satu kali setiap hari.

"Sejauh ini jumlah pelanggan yang hendak melakukan penerbangan dari Jakar ta menuju Ternate cukup tinggi. Oleh karenanya, demi memudahkan dan meningkatkan pelayanan, kami mengoperasikan penerbangan langsung dari Jakarta menuju Ternate tanpa harus melakukan transit di kota Makassar," ujar Agus Soedjono, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Senin (8/4/2013) di Jakarta.

Dengan adanya pembukaan penerbangan langsung dari Jakarta menuju Ternate, diharapkan hal tersebut dapat mempermudah perjalanan pelanggan Sriwijaya Air yang sebelumnya harus melakukan transit di Makassar.




Sejauh ini jumlah pelanggan yang hendak melakukan penerbangan dari Jakar ta menuju Ternate cukup tinggi.


-- Agus Soedjono





















19.29 | 0 komentar | Read More

Pedrosa Kehilangan "Grip" Belakang


LOSAIL, Kompas.com - Dani Pedrosa mengawali MotoGP musim 2013 di Sirkuit Losail, Qatar, Sabtu (7/4/2013) malam waktu setempat atau Senin (8/4) dini hari waktu Indonesia, dengan hasil yang tidak memuaskan. Alih-alih meraih kemenangan demi memuluskan ambisinya merengkuh gelar perdana di kelas premier, pebalap Repsol Honda ini justru finis di urutan.

Runner-up musim lalu ini tampaknya masih mencari pemecahan mengenai pengesetan yang tepat, selama akhir pekan kemarin. Akan tetapi, dia memperlihatkan adanya kemajuan saat kualifikasi, karena berhasil menembus posisi tiga besar. Pedrosa mendapatkan kembali posisi itu saat warm-up, dan hanya lebih lambat 0,138 detik.

Namun saat balapan, Pedrosa tak bisa bertahan lama untuk bersaing dengan rivalnya dari tim Yamaha, Jorge Lorenzo. Sempat berada di urutan kedua dan terus memberikan tekanan, pebalap Spanyol ini malah semakin lambat sehingga bisa disalip rookie MotoGP yang merupakan rekan setimnya, Marc Marquez. Setelah itu, giliran rekan setim Lorenzo, Valentino Rossi, yang melewatinya.

Lantas, apa yang membuat Pedrosa tak bisa bertahan? Rupanya dia mengalami masalah pada daya cengkeram ban.

"Balapan ini bagus, tetapi sebagian. Saya mengendarai dengan tangguh dan berada di level yang bagus, meskipun saya harus banyak sliding selama lomba untuk melawan hilangnya grip belakang," ujar Pedrosa. "Saya melihatnya sejak lap pembuka bahwa Lorenzo akan jauh lebih cepat dan saya mencoba untuk mempertahankan posisiku, karena saya tahu bahwa di tikungan masalah traksi memainkan peran.

"Saya berusaha sekeras mungkin bertahan, tetapi kemudian Rossi datang dengan kecepatannya, dan saya harus jujur, saya tak bisa menghentikannya. Saya sudah melakukan semampuku, tetapi tak cukup.

"Mungkin ada masalah pengesetan pada ban belakang, karena saya mengalami masalah dengannya selama akhir pekan dan kami tak mendapatkan grip yang cukup saat balapan. Pada akhirnya saya gagal naik podium, yang mana memalukan jika mempertimbangkan penampilan kami yang bagus selama uji coba pra-musim, dan pengesetannya pun bagus selama itu."

Pedrosa menambahkan, secara keseluruhan motornya tak bekerja dengan baik dalam balapan malam selama 22 lap tersebut.







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo









19.11 | 0 komentar | Read More

81 Ribu KJP Dibagikan Pekan Depan

Written By Kompdub on Minggu, 07 April 2013 | 19.58


JAKARTA, KOMPAS.com - Kartu Jakarta Pintar (KJP) akan kembali dibagikan pertengahan bulan April ini. Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono mengatakan sebanyak 81 ribu kartu akan dibagikan kepada para peserta didik, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sebelum tanggal 15 April 2013.


"Pak Gubernur meminta KJP dibagikan sebelum tanggal 15 April. Nanti akan dibagikan juga sebanyak 81.000 kartu bersama Dinas Pendidikan DKI tanggal 14 April 2013, inginnya di acara flashmob Car Free Day," kata Eko, pada perayaan ulang tahun Bank DKI ke 52, GOR Sumantri Brodjonegoro Kuningan, Jakarta, Minggu (7/4/2013).


Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto mengatakan alokasi KJP tahun ini mencapai 332 ribu. Hingga 29 Maret 2013 lalu, sudah ada 301 ribu data nama peserta didik penerima KJP yang langsung diserahkan kepada Bank DKI. Namun yang baru akan dibagikan kepada peserta didik baru 81 ribu.


"Sekarang ini lagi diproses Bank DKI, seberapa jauh Bank DKI bisa mengakomodir KJP. Mudah-mudahan semua bisa tuntas dan pada bulan Juni semua sudah bisa terdistribusi," kata Taufik.


Dana di ATM Bank DKI ini, lanjutnya, akan digunakan untuk biaya transportasi, alat tulis, tas, buku, seragam, sepatu, dan tambahan uang makan. Mereka yang saat ini duduk di kelas 6 SD, IX SMP, atau XII SMA tetap akan mendapatkan KJP. Namun, setelah pengumuman kelulusan pada Juli mendatang, mereka tidak akan lagi mendapat bantuan dana bulanan dari Bank DKI. Walaupun anggaran di-stop oleh Bank DKI, namun KJP yang berbentuk kartu ATM itu telah menjadi hak milik mereka.


Sementara itu, di sisi lain, apabila diketahui siswa menggunakan KJP untuk hal lain atau digunakan oleh siswa yang mampu, maka Dinas Pendidikan DKI akan meminta Bank DKI menyetop pengucuran anggaran KJP ke rekening siswa tersebut.


"Untuk itu, kami meminta semua orang mengawasinya karena KJP diperuntukkan siswa sangat miskin, miskin, hampir miskin dan rentan miskin," ujar Taufik.


Di tahun 2013 ini, anggaran untuk KJP dialokasikan sebesar Rp 804 miliar. Anggaran tersebut dibagi dua, yaitu sebesar Rp 703 miliar dalam APBD DKI 2013, sedangkan sisanya Rp101 miliar akan dianggarkan pada APBD Perubahan 2013.


Besaran KJP yang diterima siswa tingkat SD/SD Luar Biasa (SDLB)/Madrasah Ibtidaiyah sebesar Rp 180.000 per bulan per siswa. Untuk tingkat SMP/SMPLB/Madrasah Tsanawiyah, dana KJP sebesar Rp 210.000 per bulan per siswa, dan tingkat SMA/SMALB/Madrasah Aliyah sebesar Rp 240.000 per bulan per siswa.












19.58 | 0 komentar | Read More

81 Ribu KJP Dibagikan Pekan Depan


JAKARTA, KOMPAS.com - Kartu Jakarta Pintar (KJP) akan kembali dibagikan pertengahan bulan April ini. Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono mengatakan sebanyak 81 ribu kartu akan dibagikan kepada para peserta didik, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sebelum tanggal 15 April 2013.


"Pak Gubernur meminta KJP dibagikan sebelum tanggal 15 April. Nanti akan dibagikan juga sebanyak 81.000 kartu bersama Dinas Pendidikan DKI tanggal 14 April 2013, inginnya di acara flashmob Car Free Day," kata Eko, pada perayaan ulang tahun Bank DKI ke 52, GOR Sumantri Brodjonegoro Kuningan, Jakarta, Minggu (7/4/2013).


Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto mengatakan alokasi KJP tahun ini mencapai 332 ribu. Hingga 29 Maret 2013 lalu, sudah ada 301 ribu data nama peserta didik penerima KJP yang langsung diserahkan kepada Bank DKI. Namun yang baru akan dibagikan kepada peserta didik baru 81 ribu.


"Sekarang ini lagi diproses Bank DKI, seberapa jauh Bank DKI bisa mengakomodir KJP. Mudah-mudahan semua bisa tuntas dan pada bulan Juni semua sudah bisa terdistribusi," kata Taufik.


Dana di ATM Bank DKI ini, lanjutnya, akan digunakan untuk biaya transportasi, alat tulis, tas, buku, seragam, sepatu, dan tambahan uang makan. Mereka yang saat ini duduk di kelas 6 SD, IX SMP, atau XII SMA tetap akan mendapatkan KJP. Namun, setelah pengumuman kelulusan pada Juli mendatang, mereka tidak akan lagi mendapat bantuan dana bulanan dari Bank DKI. Walaupun anggaran di-stop oleh Bank DKI, namun KJP yang berbentuk kartu ATM itu telah menjadi hak milik mereka.


Sementara itu, di sisi lain, apabila diketahui siswa menggunakan KJP untuk hal lain atau digunakan oleh siswa yang mampu, maka Dinas Pendidikan DKI akan meminta Bank DKI menyetop pengucuran anggaran KJP ke rekening siswa tersebut.


"Untuk itu, kami meminta semua orang mengawasinya karena KJP diperuntukkan siswa sangat miskin, miskin, hampir miskin dan rentan miskin," ujar Taufik.


Di tahun 2013 ini, anggaran untuk KJP dialokasikan sebesar Rp 804 miliar. Anggaran tersebut dibagi dua, yaitu sebesar Rp 703 miliar dalam APBD DKI 2013, sedangkan sisanya Rp101 miliar akan dianggarkan pada APBD Perubahan 2013.


Besaran KJP yang diterima siswa tingkat SD/SD Luar Biasa (SDLB)/Madrasah Ibtidaiyah sebesar Rp 180.000 per bulan per siswa. Untuk tingkat SMP/SMPLB/Madrasah Tsanawiyah, dana KJP sebesar Rp 210.000 per bulan per siswa, dan tingkat SMA/SMALB/Madrasah Aliyah sebesar Rp 240.000 per bulan per siswa.












19.47 | 0 komentar | Read More

Temani Sunat Diego "Muhammad " Michiels, Nikita Senang


Jakarta - Pesinetron Nikita Willy mengaku kini dirinya senang dengan perubahan yang terjadi pada kekasihnya, Diego "Muhammad" Michiels. Pascamemeluk agama Islam, Diego pun berani mejalani khitan (sunat) untuk menyempurnakan dirinya sebagai seorang Muslim.


"Kemarin-kemarin kan dia (Diego) baru menyempurnakan dirinya menjadi mualaf. Jadi aku senang dkarena dia berani melakukan itu (khitan)," ujar Nikita Willy saat ditemui di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (7/4).


Lebih lanjut Nikita menjelaskan, keinginan Diego menyempurnakan ajaran agamanya sudah dilakukan, dan dalam proses khitan Nikita menunggui kekasihnya itu.


"Aku senang akhirnya dia benar-benar berani untuk dikhitan, dan selama proses itu aku menemaninya," ujar perempuan kelahiran 14 Juni 1994 itu.


Nikita mengaku siap membantu kekasihnya untuk memberikan bimbingan terutama hal yang berkaitan dengan masalah agama.


"Aku orang terdekatnya dia (Diego), jadi aku yang harus memberi sesuatu, lebih bertanggung jawab, dan lebih membantu dia sih," tuturnya.


19.38 | 0 komentar | Read More

Pembocor Sprindik Mengaku Siap Mati


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan sekretaris pribadi Abraham Samad, Wiwin Suwandi, mengaku bukan saja siap dipidana atas kasus pembocoran surat perintah penyidikan (sprindik) Anas Urbaningrum, tapi juga siap mati demi memberantas korupsi.

"Saya bukan saja siap dipidana, tapi saya juga siap mati," ujar Wiwin dalam wawancara eksklusif dengan Kompas TV, Minggu (7/4/2013) saat ditanya mengenai konsekuensi perbuatannya.

Wiwin membocorkan draf sprindik KPK atas nama Anas Urbaningrum karena ia mengganggap kasus ini lamban dituntaskan. Ia juga mengaku tidak ada yang memaksanya melakukan pembocoran itu. "Saya melakukan itu atas nama saya sendiri dan karena idealisme saya. Saya benci korupsi," ujarnya dalam acara Kompas Petang.

Meski siap menghadapi resiko, namun sejak ditetapkan sebagai tersangka pelaku pembocoran sprindik, Wiwin mengku berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain. "Sejak kasus ini ramai di media, saya pindah-pindah tempat dari kos teman ke kos teman lain. Saya menghindarkan dari risiko (keamanan) itu," kata Wiwin.

Sebelumnya, praktisi hukum Adnan Buyung Nasution menyatakan, bila memang diduga ada pelanggaran pidana, kebocoran draf sprindik atas nama Anas Urbaningrum di KPK dapat dibawa ke ranah hukum. Langkah hukum ini dapat ditempuh bila motif pelaku pembocoran diduga mengandung unsur pidana.

"Komite etik dapat melaporkan kasus ini ke Polisi kalau memang ada unsur pidana," kata Adnan, di kantor Concern ABN, Rabu (3/4/2013).Tapi, ujar dia, Komite Etik tidak memiliki wewenang untuk memecat pelaku yang diduga membocorkan sprindik tersebut.

Komite Etik KPK mengumumkan hasil pemeriksaan atas bocornya draf sprindik atas nama Anas Urbaningrum, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2013). Komite Etik menyatakan dokumen sprindik yang beredar di sejumlah media massa identik dengan dokumen yang ada di laptop milik Sekretaris Ketua KPK Abraham Samad, Wiwin Suwandi.

Motif pembocoran dokumen hanya diakui berlatar kegeraman pada koruptor. Dewan Pertimbangan Pegawai KPK sudah merekomendasikan pemecatan Wiwin, tinggal menunggu persetujuan pimpinan KPK.

Selain itu, Komite Etik juga menemukan konsep pengajuan sprindik Anas Urbaningrum tidak dilakukan sesuai prosedur sprindik. Selama ini, proses tata kelola dokumen di tingkat pimpinan KPK juga diketahui belum diatur secara rinci untuk menjamin kerahasiaannya.

Abraham mendapatkan sanksi peringatan tertulis untuk pelanggaran sedang kode etik, karena dinilai lalai mengawasi anak buahnya dan memiliki beberapa catatan yang dinilai melanggar kode etik sebagai pimpinan KPK. Sedangkan Wakil Ketua KPK Adnan Pandupraja mendapatkan sanksi teguran lisan, untuk pelanggaran ringan kode etik karena menyatakan mencabut tanda tangan pada draf sprindik dan menyatakan nilai dugaan korupsi Anas bukan level KPK.












19.31 | 0 komentar | Read More

Faisal Basri: Presiden Lambat Urusi BBM Bersubsidi


JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom Faisal Basri menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lambat memutuskan rencana pengendalian soal bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sampai saat ini, pemerintah masih ragu untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.


Menurut Faisal, impor minyak dan gas (migas) ini telah menyebabkan neraca perdagangan Indonesia terus defisit. Alhasil, kondisi nilai tukar rupiah juga semakin terpengaruh dan terus melemah hingga saat ini.


Di sisi lain, anggaran subsidi energi baik untuk subsidi listrik dan BBM semakin membesar. Padahal, subsidi energi khususnya BBM bersubsidi ini sekitar 80 persen justru dinikmati oleh orang kaya.


"Saya sudah capek ngomong BBM bersubsidi. Dari dulu (Presiden) kajian melulu. Belum ada keputusan yang tepat soal BBM bersubsidi ini," kata Faisal saat kunjungan ke kantor Kompas di Jakarta, Jumat (5/4/2013).


Dengan neraca perdagangan dan neraca pembayaran yang sudah defisit ini, kata Faisal, sebenarnya pemerintah sudah diperingatkan bahwa ada kondisi waspada terhadap neraca keuangan negara.


"Kalau impornya sudah meninggi seperti ini, bahkan melebihi ekspornya, kita sudah mulai warning," ujarnya.


Kendati demikian, Faisal mencoba berpikir positif terhadap kondisi neraca perdagangan di dalam negeri selama ini. Meski impor lebih tinggi, kebanyakan memang didominasi oleh bahan mentah (raw material) sebesar 76,9 persen diikuti oleh barang modal (capital goods) sebesar 16,8 persen seperti impor pesawat yang melonjak akhir-akhir ini serta didukung oleh barang konsumsi yang mengontribusikan 6,3 persen.


Dengan neraca perdagangan seperti itu, Faisal optimistis bahwa kondisi ekspor di dalam negeri akan segera pulih dalam waktu dekat. Sebab, impor barang mentah dan barang modal ini memang dilakukan oleh mayoritas perusahaan eksportir yang nantinya juga akan berdampak positif pada perusahaannya.


"Setidaknya ekspor akan meningkat tidak lama lagi. Untuk bahan mentah, ekspor akan membaik setidaknya dalam enam bulan ke depan. Namun, untuk barang modal, itu akan lebih lama lagi," katanya.


Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia memang selalu defisit karena impor migas yang tinggi, meski sudah relatif terkendali akhir-akhir ini. "Biang keroknya memang impor migas. Padahal, minyak ini selalu dikonsumsi oleh orang-orang kaya. Duit subsidinya jadi habis untuk subsidi orang kaya," jelasnya.


Dengan demikian, Faisal meminta kepada pemerintah untuk segera menjelaskan keputusan soal pengendalian BBM bersubsidi ini secara cepat dan tepat. Jangan sampai pengambilan keputusan yang lambat ini justru menyebabkan masalah lain yang akan menimbulkan citra buruk pada kabinet era pemerintahannya.






Editor :


Ana Shofiana Syatiri









19.29 | 0 komentar | Read More

Pengunjung GT Radial Speed Offroad 2013 Lampung Membeludak


BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Ribuan penonton dan ratusan peserta antusiasi mengikuti seri pertama Kejurnas GT Radial Savero Komodo Speed Offroad 2013 di Lampung, Minggu (7/4/2013).


Acara balap mobil offroad yang digelar sejak Sabtu (6/4/2013) di sirkuit khusus yang akan dijadikan lokasi perumahan Spring Hill ini diperkirakan dihadiri 12.000 penonton. Mereka tumpek blek memenuhi sirkuit tanah ini.


Associate Director Spring Hill Gede Widiade yang bertindak sebagai salah satu sponsor balapan ini mengatakan, tingginya animo penonton dan peserta dalam seri pembuka Kejurnas Speed Offroad ini di luar ekspetasi.


"Pesertanya sendiri mencapai 130 orang dan banyak nama besar (pebalap) turun, seperti Rifat Sungkar. Padahal, pihak penyelenggara sebelumnya menargetkan hanya 110 peserta. Begitu pun penonton, membeludak," ujar mantan CEO klub sepakbola Persebaya ini.


Dalam ajang kejuaraan offroad ini, pihaknya berharap tim balapnya, Springhill, mampu mengulang kesuksesan tahun lalu menjadi juara tim. Tim ini antara lain diperkuat pereli tangguh Rio Teguh yang tahun lalu menjadi juara umum.


Alfonsus Judiarto, penyelanggara kegiatan dari Ikatan Motor Indonesia, mengatakan, dalam seri kejuaraan di Lampung ini, penyelanggara menyediakan total hadiah Rp 500 juta untuk kelas free for all. Tahun ini pula penyelanggara memasukkan kelas tambahan, yaitu kelompok UTV. "Di luar negeri, kelas (UTV) ini ada jenjangnya karena itu tergolong special engine. Tahun ini, akan kita mulai," tuturnya.


Event balapan nasional ini disambut baik para penonton. Suharno (50), warga Kemiling antusiasi menonton balapan ini bersama keluarga dan rekan-rekannya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk ini terkesima dengan kepiawaian pebalap dan kecepatan mobil-mobil mereka melibas trek tanah yang terdiri dari banyak tikungan dan "jumping" ini.


Dari sekian banyak peserta, pereli Rifat Sungkar adalah salah satu daya tarik utama balapan ini. Penonton menjadi gaduh dan riuh setiap kali mobil Pajero Sport yang dikendarainya memasuki trek. Bahkan, tidak sedikit penonton yang rela menunggu untuk sekedar berfoto bareng dengannya. Rifat Sungkar pun mengaku antusiasi untuk mengikuti event ini.


"Terakhir saya mengikuti offroad macam ini tahun 2002 lalu. Namun, sebetulnya, ini tidak terlalu berbeda dengan rally. Perbedaan mencolok hanya pada jarak lintasan yang lebih pendek dan mobilnya itu lho, mobil Pajero yang sehari-hari kita pakai. Ternyata, bisa juga untuk 'lari'," tukas Rifat kemudian.












19.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger