Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Rumah Adat Way Rebo Flores

Written By Kompdub on Senin, 15 April 2013 | 19.38


Wae rebo adalah sebuah kampung tradisional di dusun terpencil. Wae rebo boleh dibilang dusun internasional yang semakin banyak digemari oleh wisatawan asing. Wae rebo terletak di desa satar lenda, kecamatan satarmese barat, kabupaten manggarai, propinsi nusa tenggara timur. Hawanya cukup dingin, berada di ketinggian 1100 m di atas permukaan air laut.


19.38 | 0 komentar | Read More

KPU: Parpol Mungkin Kerepotan Nomor Urut Bacaleg


JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga hari ke tujuh jadwal penyerahan Daftar Calon Sementara (DCS), belum ada satu pun partai politik peserta pemilu legislatif 2014 yang telah menyerahkan DCS-nya ke Komisi Pemilihan Umum. Padahal, batas waktu yang diberikan KPU kepada parpol untuk menyerahkan DCS itu tinggal sepekan.


Komisioner KPU Hadar Navis Gumay mengatakan, ada sejumlah kendala yang saat ini mungkin tengah dihadapi oleh parpol, sehingga belum dapat menyerahkan DCS itu, salah satunya penentuan nomor urut bacaleg yang akan maju dalam kompetisi lima tahunan itu.


"DPR ada 77 dapil. Kalau setiap partai bacaleg yang mengikuti 100 persen maka ada 560 calon, yang dibagi di dalam setiap dapil. Tentu ada urutannya, siapa nomor satu, dua, tiga dan seterusnya. Mungkin kerepotanya di sana," kata Hadar, Senin (15/4/2013).


Selain penentuan nomor urut bacaleg, Hadar mengemukakan, kesulitan lain yang mungkin dihadapi oleh parpol yaitu adanya persyaratan penyerahan berkas bacaleg ke KPU hanya dapat dilakukan satu kali. Artinya, tidak diperbolehkan parpol untuk menyusulkan berkas bacaleg di kemudian hari, setelah KPU menerima berkas yang pertama. Kalaupun ada kesalahan dalam pemberkasan, KPU akan memberikan kesempatan kepada parpol untuk melakukan perbaikan saat proses verifikasi.


"Belum lagi jumlah dokumen yang harus dilengkapi cukup banyak, seperti ijazah, surat keterangan bebas narkoba, dan lain sebagainya," kata Hadar.


KPU, katanya, sudah beberapa kali mengimbau parpol untuk mempersiapkan semua keperluan yang akan diperlukan pada saat pendaftaran caleg. Dengan harapan, agar para parpol tidak menyerahkan berkas pendaftaran di akhir periode pendaftaran.


"Diupayakan selurut persyaratan selengkap mungkin dan kabari kami kalau mau datang," katanya.


KPU membuka pendaftaran DSC mulai 9 hingga 22 April 2013. Waktu ini lebih panjang dibandingkan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sebelumnya, KPU menetapkan pendaftaran DCS hingga 15 April 2013. Perpanjangan waktu pendaftaran ini untuk memberikan waktu yang lebih panjang bagi caleg dalam menggalang dukungan.






Editor :


Ana Shofiana Syatiri









19.31 | 0 komentar | Read More

Blue Bird Incar Calon Penumpang di 7-Eleven





Blue Bird Incar Calon Penumpang di 7-Eleven





Penulis : Josephus Primus | Senin, 15 April 2013 | 18:05 WIB











Foto:






KOMPAS.com - Kerja sama perusahaan transportasi Blue Bird dan pengelola gerai 7-Eleven menghadirkan teknologi Taxi Mobile Reservation (TMR) bagi konsumen untuk memudahkan pemesanan taksi Blue Bird. Menurut Vice President Business Development Blue Bird Group Noni Purnomo  bersama Presiden Direktur PT Modern Putra Indonesia pengelola 7-Eleven Henri Honoris saat peluncuran layanan pemesanan taksi Blue Bird 24 jam, Senin (15/4/2013) di gerai 7-Eleven kawasan Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, teknologi TMR itu sejatinya sudah diadaptasi sejak dua tahun silam.

Lebih lanjut Noni memaparkan aplikasi itu sudah tersedia untuk piranti BlackBerry, Android, iOs, Windows Phone, dan OVI. Menurut rencana, pada tahap awal, ada 23 dari 122 gerai 7-Eleven di Jakarta yang menyediakan tablet di bagian kasir untuk teknologi TMR. Konsumen yang akan memesan taksi Blue Bird tinggal mendatangi kasir dan mengeklik tombol order pada tablet. Sesudah itu, struk pemesanan akan keluar dari peralatan TMR. "Taksi yang datang menjemput sesuai nomor taksi pada struk,"kata Noni.

Menurut Noni, taksi penjemput akan menanti penumpang di halaman gerai 7-Eleven tempat order atau pemesanan dilakukan. Sambil menanti taksi datang, imbuh Noni, calon penumpang bisa menikmati sajian di gerai yang mengusung konsep convenience store tersebut. "Untuk tahap awal, target setiap hari untuk setiap gerai adalah 20 order,"demikian Noni Purnomo.




Konsumen yang akan memesan taksi Blue Bird tinggal mendatangi kasir dan mengeklik tombol order pada tablet. Sesudah itu, struk pemesanan akan keluar dari peralatan TMR.




Sementara, Henri Honoris menambahkan konsumen bisa memanfaatkan pula layanan tersebut di gerai-gerai  7-Eleven seperti di Jalan Gedung Hijau Pondok Indah (Jakarta Selatan) dan Jalan Teluk Betung (kawasan Bundaran Hotel Indonesia).



















19.29 | 0 komentar | Read More

Hadiah Perancis Terbuka Capai Rp 279,411 Miliar




Hadiah Perancis Terbuka Capai Rp 279,411 Miliar





Senin, 15 April 2013 | 18:53 WIB













PARIS, Kompas.com - Total hadiah uang Grand Slam Perancis Terbuka tahun 2013 naik lebih dari tiga juta euro menjadi 22 juta euro (sekitar Rp 279,411 miliar/kurs 1 euro: Rp 12.700). Demikian pernyataan penyelenggara turnamen, Senin (15/4/2013).

Pemenang di sektor tunggal putra dan putri akan mendapatkan hadiah 1,5 juta euro (sekitar Rp 19,052 miliar), naik 250.000 euro (sekitar Rp 3,175 miliar) dari tahun lalu.

Penyelenggara menambahkan bahwa kenaikan ini merupakan bagian dari rencana meningkatkan total hadiah uang hingga 32 juta euro (sekitar Rp 406,629 miliar)pada tahun 2016. Artinya, pada tahun-tahun berikutnya masih ada penambahan hingga 10 juta euro (sekitar Rp 127,071 miliar).

Sebagai pembanding, tiga grand slam lainnya pun mengalami peningkatan jumlah hadiah uang. Grand Slam AS Terbuka akan mencapai 33,6 juta dollar AS (sekitar Rp 326,558 miliar/kurs 1 dollar AS: Rp 9.719) pada tahun ini dan meningkat menjadi 50 juta dollar AS (sekitar Rp 485.950 miliar) pada tahun 2017.

Sementara itu total hadiah uang Wimbledon lebih dari 16 juta poundsterling (sekitar Rp 238.448 miliar) pada 2012, dan total jumlah hadiah uang Australia Terbuka tahun 2013 ini mencapai 31,31 juta dollar AS (sekitar Rp 304,301 miliar).







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo















19.11 | 0 komentar | Read More

Pergoki Aksi Pencurian, Pekerja Salon Ditembak Pelaku

Written By Kompdub on Minggu, 14 April 2013 | 19.58





Pergoki Aksi Pencurian, Pekerja Salon Ditembak Pelaku





Penulis : Imanuel More | Minggu, 14 April 2013 | 17:37 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Yudi (25), pekerja salon di Cilodong, Depok, menjadi korban penembakan. Peristiwa itu terjadi setelah dia memergoki dua pria yang tengah berupaya melarikan sepeda motor milik tamu salon.


"Korban (Yudi) mengalami luka tembak di kaki kanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto melalui pesan singkat, Minggu (14/4/2013).


Rikwanto menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Salon Hatari, Jalan Jatimulya RT 03 RW 04, Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Depok, sekitar pukul 11.00 WIB tadi. Yudi yang bekerja di salon tersebut menyaksikan dua pria tengah berupaya merusak kunci setang sepeda motor tamu salon.


Menyaksikan kejadian itu, Yudi langsung meneriaki kedua pelaku. Sayangnya, upaya Yudi justru dibalas tembakan oleh kedua pelaku sebelum keduanya melarikan diri dengan menggunakan motor matic. Adapun sepeda motor Honda CBR bernomor polisi F 3526 RN milik tamu salon dibiarkan begitu saja. "Kunci setang sudah sempat dirusak," kata Rikwanto.


Akibat penembakan, Yudi mengalami luka serius. Ia dilarikan ke RS Mitra Keluarga Depok untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, para pelaku belum bisa diidentifikasi hingga sore ini.

















19.58 | 0 komentar | Read More

Pergoki Aksi Pencurian, Pekerja Salon Ditembak Pelaku





Pergoki Aksi Pencurian, Pekerja Salon Ditembak Pelaku





Penulis : Imanuel More | Minggu, 14 April 2013 | 17:37 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Yudi (25), pekerja salon di Cilodong, Depok, menjadi korban penembakan. Peristiwa itu terjadi setelah dia memergoki dua pria yang tengah berupaya melarikan sepeda motor milik tamu salon.


"Korban (Yudi) mengalami luka tembak di kaki kanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto melalui pesan singkat, Minggu (14/4/2013).


Rikwanto menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Salon Hatari, Jalan Jatimulya RT 03 RW 04, Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Depok, sekitar pukul 11.00 WIB tadi. Yudi yang bekerja di salon tersebut menyaksikan dua pria tengah berupaya merusak kunci setang sepeda motor tamu salon.


Menyaksikan kejadian itu, Yudi langsung meneriaki kedua pelaku. Sayangnya, upaya Yudi justru dibalas tembakan oleh kedua pelaku sebelum keduanya melarikan diri dengan menggunakan motor matic. Adapun sepeda motor Honda CBR bernomor polisi F 3526 RN milik tamu salon dibiarkan begitu saja. "Kunci setang sudah sempat dirusak," kata Rikwanto.


Akibat penembakan, Yudi mengalami luka serius. Ia dilarikan ke RS Mitra Keluarga Depok untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, para pelaku belum bisa diidentifikasi hingga sore ini.

















19.47 | 0 komentar | Read More

Sukses di Solo, Trilogi Terakhir Opera Jawa "Selendang Merah" Dipentaskan di Jakarta


Jakarta - Setelah sukses dipentaskan di Teater Besar, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta pada 7 April 2013, akhir kisah dari trilogi Opera Jawa berjudul Selendang Merah karya Garin Nugroho yang didukung oleh Djarum Apresiasi Budaya dipentaskan lagi di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jakarta pada 13-14 April 2013.


“Kesuksesan pertunjukan perdananya di Solo membuktikan konsistensi Garin Nugroho dalam menghasilkan karya yang berkualitas kembali membuahkan hasil. Ini pertunjukan yang sangat kuat dari segi artistik, musik, alur cerita, dan tema yang disuguhkan. ‘Selendang Merah’ akan menjadi alternatif tontonan yang tidak biasa,” tutur Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation di Jakarta, Sabtu (13/4).


Pertunjukan yang digelar di Teater Besar ISI Surakarta beberapa waktu lalu itu berhasil menyedot penonton dari kalangan mahasiswa, masyarakat, budayawan, seniman, hingga para ekspatriat.


Tiket untuk mahasiswa dan kelas satu terjual habis dan kelas VIP dan VVIP terjual sekitar 80 persen. Hal tersebut membuktikan bahwa animo masyarakat di Solo sangat baik untuk menerima hasil karya seni pertunjukan yang berkualitas.


“Menurut saya, Selendang Merah itu merupakan cerita terakhir dari trilogi Opera Jawa yang lebih kuat dan matang dari dua pertunjukan sebelumnya," ujar Djaduk Ferianto, aktor, seniman, budayawan yang juga pendiri kelompok musik Kua Etnika, seusai menonton pertunjukan tersebut.


Ia menilai, proses kreatif dari pertunjukan ini lebih dewasa dan mendalam. Djaduk sendiri mengakui suka dengan bagian terakhir dari opera Jawa ini. “Saya suka di ending. Saya seperti diingatkan tentang sifat manusia yang sebenarnya. Jujur saya sedikit tertohok menontonnya. Pencapainya dari segi artistik secara visual sangat bagus. Saya yakin para fotografer merasa dimanjakan selama pertunjukan," tambahnya.


Belum lagi ramuan musik karya Panggah yang dinilainya sangat kuat, efisien dan tepat. "Ini memang cara penyampaian Garin yang lebih fokus pada esensi, banyak makna, dan tidak alphabet. Bagi saya, ini adalah prosa lewat tubuh dan visual,” imbuhnya.


Selain mengolah cerita, Garin juga cukup piawai dalam mencari pemain-pemain yang cocok untuk setiap pertunjukannya, tak terkecuali pada Opera Jawa: Selendang Merah ini.


"Setelah melihat sambutan penonton di Solo kemarin, saya senang dan puas melihat mereka bisa menikmati hasil karya saya ini. Saya sangat berterimakasih atas semua dukungan yang diberikan untuk pertunjukan ini. Bagi saya, yang penting semua penonton menikmati pertunjukannya," tutupnya.


19.38 | 0 komentar | Read More

Sentimen Pemberitaan Partai Demokrat Masih Negatif


JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil riset media yang dilakukan Pol-Tracking Institute untuk periode Februari - Maret menunjukkan Partai Demokrat mendapat porsi terbesar pemberitaan politik secara nasional. Sayangnya, berita-berita yang disajikan media massa masih didominasi sentimen negatif.


"Kalau Demokrat, meskipun jumlah berita paling besar, tapi masih minim nada pemberitaan positif. Pemberitaan Demokrat cenderung negatif, terutama tentang konflik internal," kata Arya Budi, Manajer Riset Pol-Tracking saat merilis hasil riset di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/4/2013).


Arya memaparkan, riset dilakukan atas berita politik yang diangkat 15 media nasional sepanjang tanggal 1 Februari hingga 31 Maret 2013. Dari 5.850 berita partai politik yang dihimpun, Demokrat mendapat porsi dalam 59,4 % pemberitaan, jauh lebih tinggi dibandingkan posisi kedua, PKS (15,9%) dan Hanura (4,8%).


Sayangnya, tingginya persentase pemberitaan lebih didominasi dua isu yang berdampak negatif bagi partai. "Isu pertama seputar konflik internal partai dengan 1.375 berita, diikuti isu kasus hukum kader partai 718 berita," papar Arya.


Tak berbeda jauh dengan Demokrat, PKS juga mendapatkan sumbangan berita negatif yang cukup besar. Hal ini terlihat dari jumlah berita kasus hukum kader partai yang menjadi penyumbang tertinggi pemberitaan seputar PKS. Dari 929 berita sepanjang Februari - Maret, hampir separuh atau 457 di antaranya adalah berita kasus hukum yang menyeret mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.


Nada pemberitaan kedua partai di atas berbeda dengan yang dialami Partai Hanura. Sentimen pemberitaan Hanura lebih didominasi berita positif berkat sumbangsih isu kebijakan partai, yakni sebesar 138 berita dari 283 berita sepanjang periode Februari-Maret. "Positifnya berita media terutama berkaitan dengan bergabungnya Harry Tanoesoedibjo," kata Arya.


Direktur Eksekutif Pol-Tracking Hanta Yuda menambahkan, parpol memerlukan inovasi semangat demokratisasi untuk mengikis citra negatif dalam pemberitaan. Salah satu cara adalah dengan mengadakan konvensi. Namun, konvensi tersebut harus bebas dari dominasi tokoh atau faksi tertentu.


"Adakan konvensi, tapi ketua umum partai harus menyerahkan mekanisme dan jalannya konvensi kepada peserta. Cara ini bisa memberikan perspektif positif bagi parpol," kata Hanta Yuda.


Selain mendominasi pemberitaan terkait parpol, hasil riset Pol Tracking juga menunjukkan tokoh-tokoh Demokrat sangat dominan sebagai narasumber atau opinion leader bagi media. Lima nama yang menempati posisi teratas berlatar belakang partai berlambang bintang biru. Mereka adalah Anas Urbaningrum (277 kali), Marzuki Alie (236 kali), SBY (235 kali), Max Sopacua (173), dan Jero Wacik (158).


Hanya dua nama dari luar Partai Demokrat yang muncul dalam daftar 10 besar narasumber utama pemberitaan seputar parpol. Mereka adalah Hidayat Nur Wahid (122) dan Anis Matta (110), keduanya berasal dari PKS.












19.31 | 0 komentar | Read More

Laba Menggiurkan dari Air Liur Lebah Trigona 1


KOMPAS.com - Lebah tergolong jenis  serangga yang menghasilkan banyak produk alami yang berkhasiat buat kesehatan tubuh manusia. Salah satunya adalah propolis yang kini menjadi produk kesehatan alternatif yang diminati masyarakat.

Propolis dikumpulkan oleh lebah dari tumbuh-tumbuhan atau pucuk muda dan kulit pohon, terutama pohon popular lalu dicampurkan dengan air liurnya. Cairan itu digunakan lebah untuk menambal lubang di sarangnya, sekaligus melindungi sarang lebah dari serangan virus, bakteri dan jamur.

Sebagai obat herbal, propolis dipercaya mengandung banyak khasiat kesehatan bagi tubuh, seperti antioksidan, antitoksin, antibiotik, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Lebah trigona merupakan penghasil propolis yang paling terkenal. Seiring tingginya permintaan propolis di pasaran, budidaya lebah ini pun makin diminati. Lebah trigona memiliki tubuh lebih kecil dibandingkan lebah madu. Jenis lebah ini bisa menghasilkan cairan propolis lima kali lipat lebih banyak dari lebah madu.

"Sekarang banyak yang tertarik membudidayakan lebah ini buat diambil propolisnya," kata Wiyadi Suprihatin, yang sudah membudidayakan lebah trigona sejak tahun 2009 di Pandeglang, Banten.

Awalnya, ia melihat lebah ini cukup banyak di wilayahnya. Ketika itu, propolis belum populer sebagai obat herbal, sehingga lebah ini dianggap kurang menarik karena menghasilkan madu lebih sedikit.

Namun, Wiyadi mengaku, tetap tertarik menangkarkan lebah trigona karena melihat banyaknya habitat lebah ini di daerahnya. Keputusannya itu tidak salah. Terbukti, propolis kini populer dan harganya terus merangkak naik. Kini, Wiyadi menjual bibit trigona beserta ratu dalam satu koloni.

Untuk satu koloni dalam kotak berukuran 25 centimeter (cm) x 20 cm x 20 cm dijualnya seharga Rp 150.000 per kotak. Pelanggannya berasal dari banyak daerah, seperti Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Dari penjualan bibit lebah trigona, Wiyadi bisa mengantongi omzet Rp 5 juta-Rp 12 juta per bulan.

Peternak lainnya adalah Hariyono asal Malang, Jawa Timur. Ia mengembangkan lebah trigona di bawah bendera usaha Tawon Rimba Raya sejak tahun 1980. Selain menghasilkan propolis dan madu, lebah ini digemari karena perawatannya mudah dan tak bersengat.  "Lebah ini juga sangat kuat dan mudah merawatnya," tutur Hariyono.

Sama seperti Wiyadi, Hariyono juga menjual bibit lebah trigona. Ia menjual satu koloni bibit trigona mulai dari Rp 60.000 sampai dengan Rp 450.000, tergantung jumlah koloni lebah. Dalam sebulan, omzet Hariyono dari penangkaran lebah trigona bisa mencapai Rp 10  juta.   (Revi Yohana/Kontan) (Bersambung)





Sumber :


KONTAN



Editor :


Erlangga Djumena









19.29 | 0 komentar | Read More

Subhan Aksa Finish di Posisi ke-7


FARO, PORTUGAL, KOMPAS.com - Dari urutan 10 pada SS 4, posisi Subhan Aksa naik drastis ke posisi 7 kelas WRC di Rally de Portugal seusai SS 5 yang mengakhiri hari pertama kemarin. Subhan sukses melakoni SS 5 sebagai finisher ke-7 dan merupakan hasil terbaiknya dalam 5 trayek.

Sayang, masuk di SS6 pada Sabtu (13/4) di daerah Santana de Serra sejauh 31,12 km, satu-satunya pereli Asia Tenggara di kancah FIA 2013 World Rally Championship itu mengalami kecelakaan jelang garis finish, persisnya jelang pos waktu 6. Padahal, ia sudah lewati lima pos sebelumnya di SS itu dengan catatan impresif.


Melalui radio kepada tim, sebagaimana disampaikan surat elektroniknya ke Kompas, Minggu (14/4/2013), Subhan Aksa melaporkan insiden itu berawal kesalahan komunikasi dengan Nicola Arena sebagai navigator. Di sebuah tikungan tajam, navigator asal Italia itu terlambat memberi petunjuk.


Hanya dalam hitungan detik, Ford Fiesta RRC yang dikemudikan Subhan tergelincir dan terpuruk ke luar lintasan. Posisinya terjebak dan tidak mampu keluar sendiri sehingga harus diderek setelah seluruh peserta melewati SS tersebut. Akibatnya, ia kena hukuman 5 menit dan urutannya pun melorot kembali ke posisi 11 overall.

Sesuai ketentuan lomba, Subhan tak bisa meneruskan lomba ke SS7, 8, 9, 10 dan 11 yang berlangsung sepanjang Sabtu. Namun ia masih bisa mengikuti empat SS terakhir pada Minggu ini  dengan catatan terkena penalti lima menit di setiap SS yang gagal ia ikuti sebelumnya.


Hasil akhir di SS6, misalnya, Subhan sudah tertinggal 8 menit 46,2 detik dari pemimpin WRC2 padahal sebelumnya hanya tertinggal 3:46,2. Itu belum termasuk masing-masing penalti di lima SS lainnya yang akan disusulkan.

Subhan mengaku kecewa dengan kejadian itu. Yang disesalkan bukan hasil akhirnya karena sejak awal memang hanya ingin menimba pengalaman di seri ke-4 kejuaraan dunia WRC itu.

“Terjadinya justru saat mulai lebih mengenal karakter mobil. Mulai memahami dan menikmati performanya meskipun sesekali masih ada kagoknya dengan tuas persneling dan rem tangan yang berada di sisi kanan. Pasti ada perasaan kecewa, tapi itu bukanlah hal yang perlu dimasalahkan. Ini kejadian biasa dalam reli. Cuma ya kehilangan waktu sangat banyak,” tandas pereli Bosowa Fastron Rally Team (BFRT) itu sekembalinya ke markas tim teknis M-Sport yang mengurusi mobilnya.

Arena pun mengaku kecewa dengan insiden di SS6, tapi ia yakin itu akan jadi pengalaman berharganya bersama Subhan. Khususnya menyelesaikan 4 SS di hari terakhir agar bisa lebih fokus.

“Di luar insiden ini, saya merasa surprise dengan catatan waktu kami. Adaptasi Subhan sangat baik dan cepat meskipun masih ada beberapa kesalahan saat mengambil jalur. Refleknya belum begitu baik menggunakan tuas persneling dan rem tangan yang berada di sebelah kanannya. Saya memaklumi hal itu karena inilah pengalaman pertama di atas mobil setir kiri. Yang terpenting pada kesempatan pertama ini adalah menambah pengalamannya agar makin terbiasa,” kata Arena.

Subhan menyadari akan sangat berat mengoreksi posisi dalam 4 SS terakhir, apalagi lawannya adalah para pereli top Eropa. Karena itu ia akan jadikan 4 SS itu sepenuhnya sebagai ajang pembelajaran. Ia akan tampil lebih lepas tanpa harus perhitungkan posisi dan poin, terpenting belajar.












19.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger