Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tak Lagi Perankan Batman, Christian Bale Tak Mau Serakah

Written By Kompdub on Sabtu, 06 Juli 2013 | 19.38


Dengan kesuksesan film "Man of Steel" di box office, produsen film Warner Bros akan segera membuat film gabungan superhero komik DC. Proyek film superhero "Justice League" atau biasa diartikan "Liga Keadilan AS" pun semakin terbuka lebar. Hal itu diyakini mampu menandingi kumpulan jagoan komik Marvel, "The Avengers".


Namun, sebelum film ini digarap, sudah muncul pernyataan dari pemeran utama di trilogi "Batman: The Dark Knight", Christian Bale. Buat Bale, bermain di ketiga film itu sebagai Batman sudah cukup untuknya. Ia tak mau lagi memerankan pahlawan bertopeng tersebut.


Aktor kelahiran Inggris itu menyatakan dirinya akan pensiun berperan sebagai Bruce Wayne.


"Kami sangat beruntung bisa membuat tiga film Batman. Itu sudah cukup. Aku tak ingin serakah," ujar Christian seperti dilansir Entertainment Weekly.


Sebelumnya, meski sudah dibujuk serius untuk ambil andil di proyek ”Justice League”, Christian menolaknya. Ia sudah benar-benar enggan melakoni peran yang kian membumbungkan namanya di dunia perfilman internasional. Baginya, itu semua sudah sangat cukup dan tak mau serakah.


Bale mengaku tak mau lagi berperan sebagai Batman kecuali sang sutradara, Christopher Nolan, bersedia melanjutkan film Batman keempat. Namun Nolan telah menyatakan tak ada kelanjutan film ”The Dark Knight Rises”.


Naskah film "Justice League" digarap oleh David Goyer --penulis naskah untuk "Man Of Steel". Rencananya, “Justice League” akan mempertemukan superhero DC yang paling terkenal. Tokoh-tokoh superhero dari Superman, Batman, Wonder Woman, Aquaman, Flash dan banyak lagi bersatu untuk melawan kekuatan jahat. Film itu seperti "The Avengers" versi DC Comics.


Bale yang tahun ini berusia 39 tahun mengaku tak memiliki informasi apapun tentang "Justice League". Ia juga tak pernah mendiskusikannya dengan Warner Bros. Pictures dan DC Comics. Jadi Bale berpendapat kemungkinannya untuk memerankan Batman sangat kecil.


"Aku tak punya informasi apapun, aku tak tahu tentang apapun. Aku hanya tahu mereka akan membuat 'Justice League', itu saja. Aku yakin peran ini (Batman) adalah sesuatu yang harus diserahkan dari satu aktor ke aktor lainnya. Jadi aku menikmati dan menunggu-nunggu siapakah yang akan memerankan peran itu selanjutnya,” katanya panjang lebar.


Senada dengan Bale, Nolan juga memutuskan hengkang dari proyek "Justice League". Alih-alih mencoba membuat manusia kelelawar lewat formula baru, dirinya lebih memilih untuk membuat karya sci-fi baru berjudul “Insterstellar”.


Film "Justice League" direncanakan tayang pada tahun 2015 mendatang. Selain mengangkat nama Will Beall sebagai penulis naskah, beberapa nama besar juga sempat dipertimbangkan untuk duduk di kursi sutradara, termasuk sang sutradara jenius, Christopher Nolan.


Warner Bros dikabarkan tengah mencari sosok aktor yang lebih muda sebagai Batman untuk tampil di film "Justice League". Bruce Wayne alias Batman akan terlebih dahulu nampang di film tersebut sebelum tampil di film Batman selanjutnya.


Rumor yang beredar, Armie Hammer menjadi kandidat kuat untuk menjadi pahlawan kota Gotham. Bale sendiri mengaku tak sabar melihat sosok yang akan menjadi suksesornya sebagai Batman.


"Itu seperti obor yang harus diserahkan dari seorang aktor ke aktor lain," ujarnya.


Saat ini Christian sedang disibukkan syuting untuk film karya Terrence Malick berjudul “Knight Of Cups”, ada pula sebuah film yang belum diketahui judulnya, film besutan David O. Russell berjudul “American Hustle”, dan sebuah film bergenre thriller dengan judul "Out Of The Furnace" yang akan ditayangkan pada 29 November 2013.


19.38 | 0 komentar | Read More

Sumber Kekuatan Kopral Bagyo sama dengan Popeye






JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mengelilingi Monas selama 25, Kopral Subagyo Lelono membutuhkan tenaga dan tubuh tetap fit. Lucunya, sumber kekuatan dia hanya bayam, seperti yang dilakukan oleh tokoh kartu terkenal, Popeye.

Sekali makan, Bagyo membutuhkan 25 gram bayam yang sudah direbus. Hal itu dilakukan dia setiap sekitar 3 atau 4 jam sekali.

"Ya, saya kalau makan juga sambil berlari. Saya hanya makan 25 gram bayam sekali makan. Dan sesekali disemprotkan arak di kaki saya agar tidak keram," kata Kopral Bagyo kepada Kompas.com, Sabtu (6/7/2013).

Sejak Sabtu pagi tadi hingga pukul 19.00, anggota Polisi Militer di Solo ini sudah tiga kali memakan bayam. Pertama sebelum memulai aksinya, yakni sebelum pukul 08.45, pukul 13.00, dan pukul 16.00.

Targetnya, dalam 25 jam mengelilingi Monas, pria berusia setengah abad lebih ini hanya memakan 5 kali. Berikutnya, dia akan memakan bayam pada pukul 21.00 dan pukul 06.00 pagi pada Minggu (7/7/2013).

Selain memakan bayam rebus, pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, ini mengaku tidak memiliki persiapan lain. Dia mengaku memang suka berolahraga.

Untuk mendukung aksinya ini, Kopral Bagyo dibantu oleh tim yang beranggotakan belasan orang. Mereka standy di tenda yang telah dipasang di pinggir bundaran Monas.

Selama berkeliling, Kopral Bagyo selalu didampingi dua orang, yang bertugas secara bergantian. Mereka yang akan memberikan minuman dan menyemprotkan arak ke kakinya jika sudah mulai keram. Saat disemprot arak, dia tetap menggerakkan kakinya.

Kopral Bagyo mengaku ada pesan yang hendak disampaikan melalui aksinya ini. "Pesan-pesan saya kepada remaja, harus kuat melebihi saya. Dan untuk prajurit TNI yang mecoba-coba merusak korps dengan menggunakan narkoba itu adalah prajurit bohongan, hanya memanfaatkan jabatan. Intinya prajurit TNI harus bersih, menjadi contoh, harus sehat, dan tidak merokok," tegasnya.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















19.31 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


19.29 | 0 komentar | Read More

Crossfit Sumbang 200 Juta untuk Kemanusiaan





JAKARTA, KOMPAS.com - Para atlet crossfit yang tergabung dalam Crossfit Equator mengadakan kegiatan amal "Crossfit for Hope" yang diadakan di Hotel Garden, Kemang, Sabtu (6/7/2013).

Dari kegiatan crossfit yang dilakukan oleh lebih dari 70 peserta tersebut, berhasil terkumpul donasi sebanyak Rp 207.871.000.

Donasi tersebut akan disumbangkan untuk penderita kanker di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, membantu pendidikan anak-anak kurang mampu, dan membangun taman bacaan di Indonesia bagian timur.

"Donasi kita kalkulasikan dari poin yang dihasilkan atlet dalam waktu 15 menit," ujar kepala pelatih Crossfit Equator, Pandji Brian. Setiap atlet dipersilahkan untuk mencari sponsor dari teman atau keluarga untuk tiap poin yang ia lakukan.

"Misalnya untuk setiap gerakan yang saya lakukan, akan dibayar Rp 2.000 oleh teman saya. Jadi jika saya berhasil melakukan 100 gerakan dalam 15 menit, teman saya akan membayar Rp 200.000," terang Brian.

Yang unik, jumlah donasi dari sponsor meningkat drastis di akhir acara. Panitia menggabungkan semua beban dari angkat besi dan menantang para atlet untuk mengangkat beban dengan total sekitar 240 kilogram.

Atlet diharuskan mengangkat beban tersebut sampai sebatas pinggul, sebanyak-banyaknya dalam waktu lima menit. Ardian Wirawan mengumpulkan total donasi sebanyak Rp 1.740.000 setelah berhasil melakukan 37 kali angkatan.

"Saya kira cuma bisa 20-an. Tapi karena banyak dukungan, jadi semangat. Enggak nyangka juga," tuturnya di akhir acara.

Crossfit adalah olahraga asal Amerika Serikat yang menggabungkan gerakan dasar gymnastic dan weightlifting (angkat besi). Pada acara Crossfit for Hope, ada lima gerakan yang dilakukan, yakni burpees, power snatch, box jumps, thruster, dan chest 2 bar pull ups.




Editor : Pipit Puspita Rini















19.11 | 0 komentar | Read More

Jokowi Rotasi 13 Pejabat

Written By Kompdub on Jumat, 05 Juli 2013 | 19.58






JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, pada Jumat (5/7/2013) kembali merotasi beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) eselon III. Kali ini, pejabat eselon III yang dirotasi oleh Jokowi adalah Direktur UPT Jamkesda, Yudhita Endah. Selain Yudhita, Kepala UPT Rusun Wilayah I Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI, Jati Waluyo juga terkena rotasi. Sebanyak 13 pejabat eselon III dilantik oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah DKI Wiriyatmoko.

"Benar, pelantikan 13 pejabat eselon III dilakukan oleh Plt Sekda DKI Jakarta, Wiriyatmoko, pagi tadi," kata Kepala Bidang Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Chaidir, di Balaikota Jakarta, Jumat (5/7/2013).

Jokowi mutasi Yuditha menjadi Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur. Sedangkan pengganti posisi Yudhita sebagai Direktur UPT Jamkesda adalah Theryoto, yang dahulu menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan RSUD Tarakan DKI Jakarta.

Berikut adalah 13 pejabat eselon III yang dilantik:

1. Zaenal Soleman, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Kota Administrasi Jakarta Pusat. Kini, Zaenal menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

2. Sujadiyono, sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Balai Pengembangan Pelatihan Pendidikan Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Kini, Sujadiyono menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Kota Administrasi Jakarta Pusat.

3. Ari Budiman, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pelatihan Pendidikan Kejuruan Kota Administrasi Jakarta Pusat. Kini, Ari menjabat sebagai Kepala Pusat Pelatihan Pendidikan Kejuruan Kota Administrasi Jakarta Barat.

4. Budiana, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pelatihan Pendidikan Kejuruan Kota Administrasi Jakarta Barat. Kini, Budiana menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Administrasi Jakarta Timur.

5. Yudhita Endah Prihmaningtyas, yang sebelumnya menjabat Direktur UPT Jamkesda Dinas Kesehatan. Kini, Yudhita menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur.

6. Theryoto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pelayanan RSUD Tarakan Provinsi DKI Jakarta. Kini, Theryoto menjabat sebagai Direktur UPT Jamkesda Dinas Kesehatan.

7. Safaruddin, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur. Kini, Safaruddin menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

8. Trijahyani Resmiwati, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Keuangan dan Perencanaan RSUD Pasar Rebo Jakarta. Kini, Trijahyani menjabat sebagai Wakil Direktur Keuangan RSUD Pasar Rebo Jakarta.

9. Nadirsyah, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Tata Usaha UPT Balai Pelayanan Kesehatan Karyawan Dinas Kesehatan DKI. Kini menjabat sebagai Kepala Bagian Umum RSUD Pasar Rebo.

10. Eni Rochaeni, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembang SDM RSUD Pasar Rebo Jakarta. Kini, Eni menjabat sebagai Kepala Bidang Keuangan dan Perencanaan RSUD Pasar Rebo Jakarta.

11. Maria Margaretha, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Keahlian dan Tradisional Bidang Pelayanan dan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI. Kini, Maria menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan RSUD Tarakan Provinsi DKI Jakarta.

12. Jati Waluyo, sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Rusun Wilayah I Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI. Kini, Jati menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Tata Air Kota Administrasi Jakarta Timur.

13. Ika Prikasih Setyowati, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Penataan Lingkungan bidang Prasarana dan sarana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Kini, Ika menjabat sebagai Kepala UPT Museum Seni Rupa dan Keramik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.




Editor : Hindra Liauw




















19.58 | 0 komentar | Read More

Jokowi-Basuki Copot Kepala Rusun Marunda






JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Unit Pelaksana Teknis Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda, Jakarta Utara, Jati Waluyo, dicopot dari jabatannya.


"Itu hanya mutasi biasa, hanya dimutasi," ujar Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Jonathan Pasodung saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (5/7/2013).


Jonathan tidak banyak berkomentar mengenai alasan mutasi terhadap Jati Waluyo dari jabatannya. Menurutnya, kinerja Jati bagus. "Pemindahan pejabat dari satu tempat ke tempat lain kan sesuai tuntutan dan pelayanan organisasi," ujar Jonathan.


Jonathan menyebutkan, mutasi jabatan tersebut telah berdasarkan prosedur yang benar. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah menyetujui mutasi tersebut.


"Semua yang ada di sini kan instruksi Gubernur dan Pak Wagub. Prosedur yang biasa," katanya.





Editor : Laksono Hari Wiwoho




















19.47 | 0 komentar | Read More

"JKT48: The Movie", Film Drama Musikal Pertama JKT48


Jakarta - Idol Group JKT48 memulai debutnya di dunia layar lebar dengan film drama musikal bertajuk JKT48: The Movie.


Awi Suryadi selaku sutradara, menegaskan bahwa film besutannya ini tidak akan sama seperti drama musikal populer Hollywood seperti High School Musical maupun Glee.


"Tetap akan ada performance dari mereka (JKT48), tapi kami akan mengemasnya secara berbeda. Isinya juga bukan dokumenter perjalanan karier JKT48," ujarnya, Jumat (5/7/2013).


Awi bersama Maxima Pictures, Production House yang menukangi film musikal ini telah memulai segala persiapan sejak Oktober 2012.


Mengenai alur cerita, Awi mengaku belum bisa membocorkan banyak sehubungan dengan proses pra - produksi yang masih berjalan.


"Skrip sampai sekarang masih dalam tahap revisi dan screening. Akan rampung dekat - dekat ini," kata Cassandra Massardi, penulis skenario film JKT48: The Movie.


Film ini merupakan proyek musikal kedua Cassandra setelah sebelumnya menyutradarai film musikal Oh Baby yang dibintangi oleh Cinta Laura.


Duet Awi - Cassandra mengatakan, tidak ada kesulitan yang berarti dalam pengerjaan proyek hasil kerja sama antara Maxima Pictures dan Dentsu Inter Admark Media Group Indonesia (DIAMGI) ini.


"Yang susah paling hanya menyatukan ke-51 member ini untuk fokus. Karena chemistry mereka sudah sangat kuat, jadi bercanda di lokasi pasti sering terjadi," ungkap Awi.


Untuk itu, Awi akan terlebih dahulu mempersiapkan sesi workshop dan script-reading bagi para member JKT48 demi mendalami film dan peran masing - masing.


Musikal JKT48: The Movie yang berdurasi 90 menit ini, kata Odi Mulya Hidayat selaku Direktur Maxima Pictures, akan terdiri dari 3 series film alias trilogi.


"Para fans pasti tidak puas melihat idola mereka hanya tampil satu kali, makanya kita persiapkan trilogi dengan tema cerita berbeda namun masih ada benang merahnya," tambah Odi. 


Penasaran seperti apa aksi Idol Group yang baru saja merilis lagu keduanya, "Yuuhi wo Miteiruka? (Apakah Kau Melihat Mentari Senja?)" ini? Nantikan filmnya di bioskop terdekat!


19.38 | 0 komentar | Read More

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Deposito Permata





JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pencairan deposito Bank Permata milik PT Pengembangan Pariwisata Bali (persero) atau Bali Tour Development Corporation (PT BTDC). Keduanya yaitu mantan Kepala Cabang Bank Permata Kenari Jakarta Pusat berinisial DN dan mantan Direktur Keuangan PT BTDC berinisial S.

"Meningkatkannya ke tahap penyidikan dengan menjadikan keduanya tersangka," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2013).

Untung menjelaskan, kasus ini naik ke tahap penyidikan pada 28 Juni 2013 setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi. Penetapan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor Print-77/F.2/Fd.1/06/2013 untuk tersangka DN dan Sprindik Nomor Print-78/F.2/Fd.1/06/2013 untuk tersangka S.

Awalnya, dugaan tindak pidana korupsi diketahui dari adanya pencairan dana deposito berjangka serta pemanfaatan bunga dari deposito berjangka milik PT BTDC. Dana deposito tersebut tersimpan di Bank Permata Cabang Kenari Jakarta Pusat senilai kurang lebih Rp 6 miliar oleh PT Incor Energy.

"Ada dugaan pencairan serta pemanfaatan dana tersebut tanpa mempergunakan bilyet giro yang asli," terang Untung.

Selain itu, aplikasi pencairan diketahui tidak ditandatangani oleh pejabat yang berwenang. Pencairan pun dilakukan tanpa melakukan konfirmasi kepada PT BTDC terlebih dahulu. Dalam kasus ini, rencananya pada Senin, 8 Juli 2013, penyidik akan memanggil 4 orang saksi. Mereka adalah mantan Relation Manager Bank Permata Indra Safa, Relation Manager Credit Bank Permata Cicilia Seviane, teller Bank Permata, Widyaningsih, dan Branch Service Manager Bank Permata, Padyaningsih.




Editor : Hindra Liauw


















19.31 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


19.29 | 0 komentar | Read More

Andy Murray Hadapi Ujian Terbesar, Jerzy Janowicz





LONDON, KOMPAS.com - Semifinal kedua turnamen Grand Slam Wimbledon, akan mempertemukan andalah tuan rumah, Andy Murray, dengan kejutan terbesar tahun ini, Jerzy Janowicz.

Dua petenis sudah pernah bertemu dua kali sebelumnya. Pertama pada 2009 saat Murray keluar sebagai pemenang. Kedua, di Paris Masters 2012, ketika Janowicz berhasil meraih kemenangan.

Janowicz adalah underdog dengan servis pertama yang keras dan forehand yang sulit diantisipasi lawan. Dia baru saja membuat sejarah, sebagai pria Polandia pertama yang lolos ke semifinal Wimbledon, bahkan di semua turnamen Grand Slam.

Pencapaian ini semakin terasa luar biasa, karena ini baru kali kedua Janowicz turun di babak utama Wimbledon. Prestasi ini bisa jadi beban atau jutru penambah semangat bagi petenis 22 tahun tersebut.

Sementara itu, Murray sudah pasti akan membawa beban berat di pundaknya, yakni harapan seluruh warga Inggris Raya. Murray nyaris tak bisa mengatasi beban ini saat menjalani laga perempat final melawan Fernando Verdasco.

Artinya, dia akan punya dua pekerjaan besar pada pertanidngan yang akan berlangsung setelah laga antara Novak Djokovic dan Juan Martin del Potro. Pertama, dia harus bisa mengatasi servis keras sang lawan yang memiliki tinggi 2,03 meter.

Kedua, dia harus bisa mengatasi tekanan yang datang dari harapan seluruh para pendukungnya.

Dibandingkan Janowicz, Murray jelas punya banyak keunggulan. Ini adalah semifinal Grand Slam ke-13 sepanjang kariernya. Mental bertandingnya juga luar biasa, apalagi sejak ditangani pelatih Ivan Lendl.

Tahun lalu, Murray harus menangis di akhir turnamen, karena kalah dari Roger Federer di final. Dua hari lalu, dia nyaris tersingkir di perempat final, hingga akhirnya menang atas Verdasco.

Pengalaman-pengalaman seperti ini seharusnya membuat Murray jadi lebih tangguh. Kita nantikan saja, mampukah dia kali ini menghadapi tekanan dari janowicz dan juga para pendukungnya.




Editor : Pipit Puspita Rini

















19.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger