Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Album Kelima Andra and The Backbone Lebih "Ngepop"

Written By Kompdub on Senin, 29 Juli 2013 | 19.38


Jakarta - Setelah menghadirkan single "Lebih Dari Sempurna" yang sudah dapat didengarkan di radio-radio lokal seluruh Indonesia, Andra and The Backbone resmi merilis album kelima mereka yang bertajuk "Victory". Ini adalah album pertama band yang digawangi oleh Andra Ramadan, Dedy Lisan dan Stevie Item setelah pindah label dari GP Records ke Universal Music Indonesia.


"Pastinya sangat exited seperti kayak pindah rumah baru. Kita juga tahu artis-artis yang bernaung di label Universal Music Indonesia sangat luar biasa, jadi kita ikut bangga berada di sini," kata Andra Ramadan saat ditemui di peluncuran album "Victory" di Jakarta, Senin (29/7) petang.


Total ada 10 lagu di album terbarunya ini. 5 lagu baru yakni Victory, Lebih dari Siapapun, Hidup Ini, Hikayat Cinta, dan Takluk. Sementara 5 lagu lainnya sudah pernah dibawakan Andra and The Backbone dan sempat menjadi hits, seperti Musnah, Main Hati, Hitamku, Tak Ada Yang Bisa, dan Sempurna. 5 lagu lama ini ditampilkan dalam versi asli.


"Dalam penggarapannya, album ini sebetulnya lebih minimalis, tidak mengumbar distorsi gitar seperti yang biasa kita pakai di album-album sebelumnya. Aransement-nya juga minimalis banget dan lebih ngepop," akunya.


Lagu "Victory" dalam album ini juga menggunakan bahasa Inggris, sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh band yang pertamakali merilis album tahun 2007 ini. "Lagu ini juga secara khusus digunakan oleh RCTI dalam tayangannya menyambut kedatangan tim sepak bola Arsenal pertengahan Juli 2013 lalu," tambah Andra.


Untuk album "Victory", Universal Music Indonesia bekerjasama dengan gerai makanan Texas Chicken sebagai tempat pendistribusian album. Kerjasama ini sebelumnya pernah dilakukan oleh musisi satu labelnya yakni ADA Band, dan akan diikuti dengan serangkaian acara seperti Album Launch, Meet & Great with Fans, dan Gathering di gerai-gerai Texas Chicken tersebut.


19.38 | 0 komentar | Read More

Mau Ikut Konvensi Demokrat, Harus Daftar Jadi Kader Dulu






JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrat tengah melakukan penjaringan peserta konvensi dari internal maupun eksternal partai. Untuk calon peserta dari luar partai, Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan partai mengharuskan mereka untuk mendaftarkan diri dulu menjadi kader Partai Demokrat.

"Harus jadi (anggota) Demokrat dulu. Ini kan konvensi Demokrat," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/7/2013).

Penjaringan peserta konvensi akan rampung sebelum September 2013. Jumlah peserta yang akan diundang maksimal 12 orang.

Nantinya, kata Syarief, penetapan capres akan diambil berdasarkan hasil survei. Peserta yang elektabilitasnya paling tinggi akan ditetapkan sebagai capres oleh Majelis Tinggi Demokrat.

"Pokoknya Mei 2014 sudah ada hasilnya. Prosesnya mulai September sampai Mei," katanya.

Ketika disinggung bagaimana jika ada menteri yang mengikuti konvensi, menurut Syarief, Presiden menginginkan menteri yang ikut konvensi tidak menganggu kinerja pemerintahan. Presiden akan membuat aturan nantinya.

"Pasti terganggu (pekerjaan di kementerian), prosesnya panjang. Akan diputuskan oleh presiden karena itu hak prerogatif presiden," kata Syarief.

Secara terpisah, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan dirinya kemungkinan akan ikut konvensi. Secara informal, ia mengaku sudah diminta ikut oleh Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat Jero Wacik.

Ketika ditanya bagaimana dengan pekerjaannya sebagai menteri nantinya, Gita belum bisa menjawab apakah akan cuti atau berhenti.

"Kita belum tahu aturan permaiannnya. Sambil nunggu saja. Saya rasa saya tidak akan melakukan apapun yang menjadi benturan kepentingan," kata Gita.




Editor : Caroline Damanik


















19.31 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


19.29 | 0 komentar | Read More

Voli Putra, Minimal Masuk Final!

SENTUL, KOMPAS.com – Tim nasional bola voli putra Indonesia mematok target minimal lolos ke final pada pesta olahraga se-Asia Tenggara, SEA Games di Myanmar, Desember mendatang. 17 pemain sudah menghuni pelatnas sejak Juni.

Pelatih timnas, Ibarsjah Djanu Tjahjono menjelaskan bahwa memasuki bulan kedua persiapan pelatnas, secara keseluruhan program latihan baru berjalan 70 persen. Untuk teknik 70 persen, fisik 75 persen, dan taktik 80 persen. Persiapan mental para pemain dilakukan dengan mengikuti beberapa kejuaraan.

Timnas turun pada kualifikasi Kejuaraan Dunia zona Asia Tenggara, di Thailand, Juni lalu. Mereka menang 3-2 atas Myanmar, menang 3-0 atas Vietnam, dan kalah 0-3 dari Tailand. Dengan hasil tersebut timnas lolos ke kualifikasi putaran kedua yang akan dilaksanakan September mendatang.  

“Laga di Thailand sebagai persiapan para pemain untuk menunjukkan mental bertanding mereka. Selain itu, dari ajang ini bisa dilihat siapa pemain yang akan bertahan,” ujar Ibarsjah.

Untuk SEA Games, Thailand saat ini merupakan calon lawan terkuat, “Lima tahun ini Thailand masih yang terkuat di Asia Tenggara. Tim mereka sudah terbentuk. Indonesia kan baru tahun ini regenerenasi. Minimal, nanti menjadi finalis, mempertahankan hasil SEA Games 2011 lalu”, kata Ibarsjah, usai latihan pagi di Padepokan Voli, Sentul, Bogor, Senin (29/7/2013) Target berat ini tak jadi beban para pemain. Bagi mereka ini adalah motivasi tambahan untuk bisa meraih hasil bagus di Myanmar nanti.

“Kami di sini yakin 100 persen dan tidak setengah hati. Kami di sini memang berjuang untuk bisa masuk final. Buat apa kami berlatih keras kalau bukan untuk meraih medali emas,” kata Bagus Wahyu Ardyanto, salah satu pemain senior.


“Tahun ini juga berbeda dengan kemarin (SEA Games 2011). Sekarang ini banyak pemain muda. Semangat pemain muda lebih bagus, semangat baru untuk timnas,” tandas Bagus. (Idris)


19.11 | 0 komentar | Read More

Masalah Manusia Gerobak Bukan Hanya PR Kemensos

Written By Kompdub on Minggu, 28 Juli 2013 | 19.58






JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Sosial tidak ingin masalah manusia gerobak yang kian marak menjelang Lebaran hanya menjadi tanggung jawab mereka. Pemerintah Daerah diminta ikut mengatasi masalah ini.

"Kita tidak bisa hanya menggantungkan kepada Kementerian Sosial dalam mengatasi masalah ini (manusia gerobak). Pemda juga harus turut memikirkan masalah ini karena ini kan masalah dari hulu ke hilir," kata Direktur Rehabilitasi Tuna Sosial, Sonny W Manalu, dalam acara Buka Puasa Bersama Menteri Sosial RI dengan Komunitas Manusia Gerobak, di Sasana Krida Karang Taruna Setiabudi, Jakarta, Minggu (28/7/2013).

Sonny menjelaskan, masalah ini adalah masalah dari hulu ke hilir karena tidak semua manusia gerobak ini berasal dari Jakarta. Ada beberapa manusia gerobak yang berasal dari luar Jakarta, seperti Cirebon.

"Di Jakarta ini kan hilirnya. Kita harus menarik masalah ini dari hulunya, yaitu Pemerintah Daerah tempat manusia gerobak ini berasal. Peranan Pemda penting untuk mendesain bagaimana mereka bisa berubah pola pikirnya untuk tidak memulung lagi," ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah sudah mengupayakan untuk merehabilitasi para manusia gerobak ini selama enam bulan. Mereka direhab untuk diubah pola pikirnya supaya mereka mau membangun usaha di daerah asalnya dengan diberikan modal dari Kementerian Sosial. Selain itu, Kementerian Sosial juga mengupayakan untuk memulangkan para manusia gerobak ini yang sudah lanjut usia dan menderita sakit.

Menjelang Lebaran, Jakarta diserbu manusia gerobak dari berbagai daerah. Mereka menggantungkan nasibnya dengan mengumpulkan barang bekas untuk dijual kembali. Selain itu, mereka juga menyimpan barang bawaan dan tidur serta makan di dalam gerobak.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















19.58 | 0 komentar | Read More

Masalah Manusia Gerobak Bukan Hanya PR Kemensos






JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Sosial tidak ingin masalah manusia gerobak yang kian marak menjelang Lebaran hanya menjadi tanggung jawab mereka. Pemerintah Daerah diminta ikut mengatasi masalah ini.

"Kita tidak bisa hanya menggantungkan kepada Kementerian Sosial dalam mengatasi masalah ini (manusia gerobak). Pemda juga harus turut memikirkan masalah ini karena ini kan masalah dari hulu ke hilir," kata Direktur Rehabilitasi Tuna Sosial, Sonny W Manalu, dalam acara Buka Puasa Bersama Menteri Sosial RI dengan Komunitas Manusia Gerobak, di Sasana Krida Karang Taruna Setiabudi, Jakarta, Minggu (28/7/2013).

Sonny menjelaskan, masalah ini adalah masalah dari hulu ke hilir karena tidak semua manusia gerobak ini berasal dari Jakarta. Ada beberapa manusia gerobak yang berasal dari luar Jakarta, seperti Cirebon.

"Di Jakarta ini kan hilirnya. Kita harus menarik masalah ini dari hulunya, yaitu Pemerintah Daerah tempat manusia gerobak ini berasal. Peranan Pemda penting untuk mendesain bagaimana mereka bisa berubah pola pikirnya untuk tidak memulung lagi," ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah sudah mengupayakan untuk merehabilitasi para manusia gerobak ini selama enam bulan. Mereka direhab untuk diubah pola pikirnya supaya mereka mau membangun usaha di daerah asalnya dengan diberikan modal dari Kementerian Sosial. Selain itu, Kementerian Sosial juga mengupayakan untuk memulangkan para manusia gerobak ini yang sudah lanjut usia dan menderita sakit.

Menjelang Lebaran, Jakarta diserbu manusia gerobak dari berbagai daerah. Mereka menggantungkan nasibnya dengan mengumpulkan barang bekas untuk dijual kembali. Selain itu, mereka juga menyimpan barang bawaan dan tidur serta makan di dalam gerobak.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















19.47 | 0 komentar | Read More

Pengacara: Pasca Pengeroyokan, Nikita Alami Trauma


Jakarta - Kasus Pengeroyokan yang dialami oleh artis Nikita Mirzani membuat trauma mendalam bagi bintang "Nenek Gayung" tersebut. Hal itu diungkapkan oleh pengacara Nikita Mirzani, Fachmi Bachmid saat dihubungi Beritasatu.com lewat sambungan telepon dari Jakarta, Sabtu (27/7) malam.


"Nikita betul-betul trauma dengan kejadian ini, akibat terjadi pendarahan di mukanya," ujar Fachmi.


Lebih lanjut diungkapkan Fahmi, Nikita yang usai pengeroyokan tersebut mengalami memar dan mengeluarkan darah, langsung mendapat perawatan dan pengobatan dari tim dokter di RS Borromeus, Bandung.


"Niki sendiri sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Selain memeriksa dan mengobati lukanya, Niki juga langsung diperiksa kesehatannya serta mental, karena mengalami trauma," lanjut Fachmi.


Fachmi sendiri telah berkoordinasi dengan Nikita Mirzani untuk meminta pihak kepolisian segera menangkap dan menahan pelaku yang hingga kini masih belum diketahui.


"Penegak hukum harus bertindak cepat dan tegas supaya pelakunya segera ditangkap dan dihukum," tambah Fachmi.


Seperti diberitakan sebelumnya, Nikita Mirzani dikeroyok sejumlah orang di sebuah Kafe di kawasan Dago Atas, Bandung pada Sabtu (27/7) sekitar pukul 02.00 - 03.00 WIB.


Saat itu Nikita tengah bersama teman prianya Onadio Leonardo vokalis Killing Me Inside. Dalam kejadian ini, Nikita mengalami sejumlah luka memar dan pendarahan disekitar wajahnya.


Sampai saat ini, pelaku pengeroyokan itu belum tertangkap meski kasusnya tengah disidik oleh pihak Mapolresta Bandung.


19.39 | 0 komentar | Read More

Kalau Yusril Capres, Pasangannya Harus Orang Jawa






JAKARTA, KOMPAS.com - Yusril Ihza Mahendra dinilai sebagai salah seorang yang pantas maju menjadi capres pada Pilpres 2014. Yusril dianggap cukup kompeten, terutama dengan latar belakangnya sebagai pakar hukum tata negara.

"Tapi kalaupun beliau maju, wakilnya harus orang Jawa," kata Pengusaha nasional yang juga ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Oesman Sapta Odang.

Hal itu dikatakannya saat memberi sambutan pada acara buka puasa dan silaturrahim kebangsaan bersama Yusril Ihza Mahendra di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (28/7/2013).

Menurut Sapta, orang dengan latar belakang suku Melayu masih sulit dan butuh usaha lebih untuk menjadi presiden. Hal itu, kata dia, karena secara jumlah orang Melayu jumlahnya sedikit.

"Masalah apa?  Masalah jumlah. 60 Persen adalah orang Jawa, orang Melayu cuma 6,5 persen," ujarnya.

Namun, Oso (sapaan Oesman Sapta) yakin, orang Indonesia telah dewasa dan bijak dalam menentukan pilihannya. Dia yakin pilihan pada pemimpin tidak lagi berdasarkan nilai-nilai primordial.

Dalam acara silaturahmi tersebut hadir pula penulis kenamaan asal Belitung, Andrea Hirata. Sama seperti Oso, penulis novel Laskar Pelangi ini juga menginginkan hal yang sama agar Yusril dapat maju sebagai calon presiden.

"Saya tidak begitu tahu politik, tapi kalau orang Belitung bisa sampai jadi presiden, kenapa tidak," ungkapnya.

Selain Yusril, Oso, dan Andrea, sejumlah tokoh-tokoh yang hadir dalam acara tersebut di antaranya mantan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi Bursa Zarnubi, mantan anggota DPR Lukman Hakim dan salah satu hakim MK Hamdan Zulfa.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















19.31 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


19.29 | 0 komentar | Read More

20 Seri Lebih dalam Satu Musim? Apa Kata Vettel dan Hamilton?





BUDAPEST, KOMPAS.com - Spekulasi akan bertambahnya seri balapan Formula 1, terus berkembang. Ada kemungkinan balapan musim depan akan bertambah menjadi lebih dari 20 seri dalam satu musim. Negara yang sudah menyatakan kesiapan untuk menggelar Formula 1 musim depan antara lain Rusia dan Austria.

Sudah pasti perubahan ini mendapat reaksi dari para pebalap, karena mereka adalah pelaku utama dari setiap balapan.

"Saya suka membalap, jadi saya bisa membalap setiap akhir pekan jika memang harus. Tapi ini berat bagi mereka yang ada di garasi dan orang-orang yang bekerja di pabrik.

"Saya yakin, kalau saya pergi ke garasi dan bertanya ke tim apakah mereka mau balapan ditambah, mereka akan bilang mau. Tapi mereka akan sangat merindukan keluarga mereka," ucap Lewis Hamilton, pole-sitter GP Hongaria, akhir pekan ini.

Juara dunia tiga kali, Sebastian Vettel, juga mempertimbangkan kondisi kru yang mendukungnya di Red Bull.

"Saya rasa ini cukup. 20 balapan adalah cukup. Untuk kami (pebalap), mungkin saja untuk menambah satu di sini atau di sana. Tapi untuk tim, bagian logistik dan staf, saya rasa effort mereka sudah besar. Sangat sedikit waktu, sangat sedikit akhir pekan untuk dihabisakan di rumah bersama keluarga mereka, bersama anak-anak mereka.

"Saya rasa kamu tidak boleh melupakan itu, dan lagi pula, 20 balapan sudah banyak. Lima atau 10 tahun lalu, hanya ada 16 balapan, jadi ini sudah jauh lebih banyak, dan saya tidak yakin 20 balapan lebih akan bagus buat tim," terang Vettel.

Sejak pertama digelar pada 1950, seri terbanyak dalam satu musim balap Formula 1 adalah 2012, dengan 20 balapan. Musim ini, Formula 1 menggelar 19 seri.




Editor : Pipit Puspita Rini

















19.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger