Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

PKL Tanah Abang Masih Berjualan di Jalan

Written By Kompdub on Senin, 19 Agustus 2013 | 19.58





JAKARTA, KOMPAS.com - Meski sudah ada langkah penertiban pedagang kaki lima di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, para pedagang tetap berjualan di pinggir jalan. Hal itu terlihat di Jalan KS Tubun Raya, Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Senin (19/8/2013).


Pantauan Kompas.com, Senin siang hingga sore, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) masih berdagang di badan Jalan KS Tubun Raya depan Masjid Jami al Islam, tepatnya di depan Rumah Sakit Pelni. Mereka menggunakan gerobak dan meletakkan bangku-bangku untuk pembeli. "Kalau dagang susah, kalau diusir, kita tinggal saja (gerobaknya). Pencaharian kita susah juga, pasrah sajalah," kata Saifudin (43), seorang pedagang gorengan di Jalan KS Tubun Raya, Senin sore.


Pria asal Serang, Banten, itu biasanya sering berjualan di pinggir jalan Pasar Tanah Abang. Namun, karena ada penertiban PKL di kawasan itu sepekan lalu, ia memilih berkeliling dan bergeser ke Jalan KS Tubun Raya. Lokasinya tidak jauh dari Pasar Tanah Abang. Sehari-hari Saifudin berjualan di tempat yang dirasakan nyaman.


Hal yang sama dilakukan oleh Badirah (43), seorang pedagang mi ayam asal Indramayu, Jawa Barat. Ia sebetulnya was-was bila sewaktu-waktu barang dagangannya itu diambil oleh petugas satpol PP. Untuk menghindar petugas, ia "kucing-kucingan" supaya tak tertangkap. "Kalau (petugas) trantib datang, ya masuk gang," ujarnya.


Bagi para pedagang itu, penertiban PKL mendatangkan suka cita sekaligus duka. Mereka senang karena jalan-jalan menjadi bersih dan tertata. Namun, mereka pun sedih karena sulit mendapatkan tempat untuk mencari uang.


Maka dari itu, ada pedagang yang pasarah jika suatu saat mereka diharuskan meninggalkan jalan berdagang. Namun, tak sedikit pula yang tak rela jika dipaksa pergi dengan cara-cara yang tidak manusiawi. Dayat (53) salah satu di antaranya.


"Saya ngikutin peraturan saja, dari kecil saya sudah dagang. Tapi kalau diusir secara paksa gitu, saya enggak ikhlas soalnya saya punya anak-istri," kata Dayat.


Nasir (45), warga setempat mengatakan, mulai Rabu (14/8/2013) pekan lalu petugas dari Satpol PP melakukan razia untuk menertibkan PKL di tempat itu. Setiap pagi, petugas Satpol PP berjaga-jaga di sekitar kawasan tersebut supaya PKL tak kembali lagi berjualan di jalan.


Menurut Nasir, kadang-kadang para pedagang sore hari harus mengintip keberadaan petugas satpol PP sebelum mereka memutuskan untuk berjualan di jalan tersebut.


Sementara itu, di sekitar Jalan Jati Baru, sudah tidak ada lagi PKL yang menjajankan barang dagangannya di badan jalan.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















19.58 | 0 komentar | Read More

PKL Tanah Abang Masih Berjualan di Jalan





JAKARTA, KOMPAS.com - Meski sudah ada langkah penertiban pedagang kaki lima di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, para pedagang tetap berjualan di pinggir jalan. Hal itu terlihat di Jalan KS Tubun Raya, Kelurahan Petamburan, Tanah Abang, Senin (19/8/2013).


Pantauan Kompas.com, Senin siang hingga sore, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) masih berdagang di badan Jalan KS Tubun Raya depan Masjid Jami al Islam, tepatnya di depan Rumah Sakit Pelni. Mereka menggunakan gerobak dan meletakkan bangku-bangku untuk pembeli. "Kalau dagang susah, kalau diusir, kita tinggal saja (gerobaknya). Pencaharian kita susah juga, pasrah sajalah," kata Saifudin (43), seorang pedagang gorengan di Jalan KS Tubun Raya, Senin sore.


Pria asal Serang, Banten, itu biasanya sering berjualan di pinggir jalan Pasar Tanah Abang. Namun, karena ada penertiban PKL di kawasan itu sepekan lalu, ia memilih berkeliling dan bergeser ke Jalan KS Tubun Raya. Lokasinya tidak jauh dari Pasar Tanah Abang. Sehari-hari Saifudin berjualan di tempat yang dirasakan nyaman.


Hal yang sama dilakukan oleh Badirah (43), seorang pedagang mi ayam asal Indramayu, Jawa Barat. Ia sebetulnya was-was bila sewaktu-waktu barang dagangannya itu diambil oleh petugas satpol PP. Untuk menghindar petugas, ia "kucing-kucingan" supaya tak tertangkap. "Kalau (petugas) trantib datang, ya masuk gang," ujarnya.


Bagi para pedagang itu, penertiban PKL mendatangkan suka cita sekaligus duka. Mereka senang karena jalan-jalan menjadi bersih dan tertata. Namun, mereka pun sedih karena sulit mendapatkan tempat untuk mencari uang.


Maka dari itu, ada pedagang yang pasarah jika suatu saat mereka diharuskan meninggalkan jalan berdagang. Namun, tak sedikit pula yang tak rela jika dipaksa pergi dengan cara-cara yang tidak manusiawi. Dayat (53) salah satu di antaranya.


"Saya ngikutin peraturan saja, dari kecil saya sudah dagang. Tapi kalau diusir secara paksa gitu, saya enggak ikhlas soalnya saya punya anak-istri," kata Dayat.


Nasir (45), warga setempat mengatakan, mulai Rabu (14/8/2013) pekan lalu petugas dari Satpol PP melakukan razia untuk menertibkan PKL di tempat itu. Setiap pagi, petugas Satpol PP berjaga-jaga di sekitar kawasan tersebut supaya PKL tak kembali lagi berjualan di jalan.


Menurut Nasir, kadang-kadang para pedagang sore hari harus mengintip keberadaan petugas satpol PP sebelum mereka memutuskan untuk berjualan di jalan tersebut.


Sementara itu, di sekitar Jalan Jati Baru, sudah tidak ada lagi PKL yang menjajankan barang dagangannya di badan jalan.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















19.47 | 0 komentar | Read More

Penggunggahan Data Pemilih Diharap Selesai Hari Ini






JAKARTA, KOMPAS.com - Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) telah ditetapkan oleh panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa/kelurahan, Jumat (16/8/2013) lalu. Namun, baru 85 persen data pemilih masuk di Sistem Data Pemilih (Sidalih) Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU berharap, Senin (19/8/2013) ini, semua data dapat diunggah.

“Kami belum dapat laporan dari teman-teman daerah tentang total DPSHP di seluruh kabupaten/kota. Sampai saat ini baru 85 persen yang masuk (di KPU). Kami harapkan bisa selesai hari ini,” ujar Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah saat ditemui di kantornya, Senin.

Ia mengatakan, meski demikian, DPSHP sudah ada di tangan PPS. Hanya, katanya, pengiriman data ke KPU terhambat beberapa kendala. Disampaikannya, kendala pengiriman data antara lain keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan jaringan komunikasi melalui internet.

“Kita tunggu laporan DPSHP berjenjang itu sampai sekarang, meskipun sudah diumumkan di tingkat desa dan kelurahan,” ucapnya.

Ia memaparkan, data pemilih yang sudah masuk di Sidalih sebanyak 161 juta jiwa. Sebelumnya, KPU mencatat dalam DPS ada 187,9 jta jiwa yang terdaftar sebagai pemilih. Pascapengumuman DPS, KPU membuka kesempatan kepada publik untuk mengkritisi DPS.

Masukan dan tanggapan masyarakat itu kemudian diakomodir di dalam DPSHP yang ditetapkan PPS pada tanggal 16 Agustus 2013. DPSHP tersebut diumumkan lagi ke publik selama tujuh hari dari tanggal 17 sampai 23 Agustus 2013.

Setelah menerima masukan dan tanggapan masyarakat, DPSHP tersebut akan diperbaiki dari tanggal 24 Agustus sampai 6 September 2013. KPU Kabupaten/Kota menerima DPSHP akhir dari PPS pada tanggal 7 sampai 10 September 2013. Penetapan daftar pemilih tetap (DPT) dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota pada tanggal 7 sampai 13 September 2013.




Editor : Hindra Liauw


















19.32 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













19.29 | 0 komentar | Read More

Atlet Berkuda Tewas Terjatuh





LONDON, Kompas.com — Seorang atlet penunggang serasi asal Selandia Baru, Tom Gadsby, tewas setelah terjatuh dari kudanya saat perlombaan di Congleton, Cheshire, Inggris, Minggu (18/8).

Akibat kematian atlet berusia 25 tahun ini, lomba yang bertajuk Somerford Park International ini langsung dihentikan. Lomba yang berlangsung sejak Jumat ini diikuti beberapa atlet peserta Olimpiade London 2012 lalu.

Dalam pernyataan resmi, panitia menyebut Gadsby meninggal dunia akibat cedera yang dialaminya. "Seorang penunggang hari ini mengalami cedera di Somerford Park International," demikian pernyataan tertulis panitia.

Peristiwa ini juga dibenarkan oleh federasi ekuestrian (ESNZ) Selandia Baru. "Ini merupakan hari yang tragis dan menyedihkan buat komunitas ekuestrian Selandia Baru. Kami bersama keluarga joki di masa-masa menyedihkan ini," kata Jim Ellis dari ESNZ.




Editor : Tjahjo Sasongko















19.11 | 0 komentar | Read More

Demi Selembar Sarung, Ratusan Lansia Antre Berdesak-desakan

Written By Kompdub on Minggu, 18 Agustus 2013 | 19.58





POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Demi mendapatkan selembar sarung yang dibagikan oleh pemerintah daerah, ratusan veteran lanjut usia di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, harus antre dan berdesak-desakan sambil berpeluh keringat. Tak sedikit dari mereka yang kuat berdiri lama dan terimpit di tengah antrean.


Pembagian sarung untuk ratusan orang lanjut usia dan mantan pejuang itu berlangsung di gedung gabungan dinas-dinas Polewali Mandar, Minggu (18/8/2013). Mereka yang tak mampu berdiri lama karena faktor usia harus berjalan berdesak-desakan demi menukarkan undangan dengan selembar sarung.



Mereka tampak kelelahan dan berusaha keluar dari antrean, tetapi tidak bisa dilakukan karena massa berkumpul berdesakkan. Namun tak ada jalan lain untuk bisa menukarkan undangan mereka dengan sleembar sarung kecuali para manula ini harus ikut menantri panjang sepertin ini.


Puluhan petugas satuan polisi pamong praja yang bertugas mengamankan pembagian sarung itu justru bertindak kasar dan tak manusiawi terhadap lansia tersebut. Beberapa di antaranya mengumbar kata-kata kasar dan mendorong warga yang tak sabar menunggu giliran.


Sejumlah orang yang tak tahan dalam antrean sempat memprotes cara pembagian sarung yang dinilai tak manusiawi. Menurut mereka, pemberian sarung seharusnya dibagikan langsung di tempat duduk mereka masing-masing. Namun, protes mereka tak digubris dan pembagian sarung dengan cara antre dan berdesakan-desakan seperti tahun sebelumnya pun tetap berjalan.


Pemberian sarung ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih pemerintah kepada orang-orang lanjut usia dan para veteran perang yang telah berjasa terhadap negeri ini. Untuk menghindari pembagian sarung lebih dari satu kali pada satu orang, setiap undangan yang telah mendapatkan sarung harus mencelupkan jempolnya ke dalam tinta yang disiapkan panitia.





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















19.58 | 0 komentar | Read More

Rhoma Irama Ramaikan Kampanye Arief-Sachrudin





TANGERANG, KOMPAS.com - Penyanyi dangdut, Rhoma Irama, meramaikan kampanye pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang, Banten, Arief Wismansyah dan Sachrudin. Kampanye terbuka dilaksanakan di lapangan sepak bola Cimone, Minggu (18/8/2013), dan dihadiri ribuan warga 13 kecamatan di Kota Tangerang.


Acara kampanye yang dilakukan mulai pukul 13.00 itu merupakan kampanye terbuka pertama bagi pasangan Arief-Sachrudin. Selain membawakan tiga lagu dalam kampanye itu, Rhoma mengatakan bahwa Arief-Sachrudin adalah pasangan serasi dan mampu membangun Kota Tangerang.


"Maka itu, jangan salah pilih. Coblos nomor lima untuk pasangan Arief-Sachrudin. Keduanya terbukti dalam karya dan pengabdiannya," ujarnya.


Selain Rhoma Irama, kampanye terbuka itu didukung dengan orasi dari perwakilan partai politik, seperti Ahmad Muzani dari Partai Gerindra, Ferrari Romawie dari Partai Demokrat, dan Siti Masrifah dari dewan syura PKB.


Sebelum melaksanakan kampanye terbuka, pasangan Arief-Sachrudin sempat mengunjungi pasar, perumahan warga, dan objek lainnya di beberapa kecamatan di Kota Tangerang. Kegiatan blusukan itu dimulai dari Pasar Bandeng, Karawaci. Di sana Arief menemui sejumlah pedagang dan pembeli.


"Tolong kalau nanti terpilih, perhatikan agar sarana pasar dilengkapi, kemudian pasokan dan harga bahan pokok agar bisa terjaga," kata Syamsuri, seorang pedagang di Pasar Bandeng.


Arief kemudian melakukan tebar benih ikan di Jalan Gurame Perumnas I, Karawaci, yang dihadiri ratusan pehobi olahraga memancing. Ia juga mengunjungi rumah warga untuk mengecek infrastruktur jalan lingkungan dan drainase di permukiman penduduk.


Selanjutnya, Wakil Wali Kota Tangerang itu mengikuti kegiatan sepeda hias bersama ratusan warga di Kecamatan Panunggangan Barat. Blusukan terakhir dilakukan di acara pengajian bersama ibu-ibu dari berbagai majelis taklim di Plaza Shinta Cimone.


"Jadi, saya jemput bola menyerap aspirasi masyarakat," kata Arief mengenai kegiatan kampanye keliling kecamatan itu.


Sebelum Arief melaksanakan kampanye terbuka, calon lain yakni Deddy Gumelar-Suratno Abu Bakar dan Harry Mulya Zein-Iskandar telah melaksanakan kampanye terbuka. Adapun pasangan Ahmad Marju Kodri-Gatot Suprijanto akan berkampanye pada Senin (19/8/2013) dan Abdul Syukur-Hilmi Fuad dapat giliran kampanye Selasa (20/8/2013).





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















19.48 | 0 komentar | Read More

Ruhut: Jangan Patahkan Perjuangan Polisi






JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ruhut Sitompul meminta semua pihak untuk tidak terus menerus menjelek-jelekkan polisi. Menurutnya, itu sama saja melemahkan semangat juang polisi dalam upaya penegakan hukum di Indonesia.

"Polisi kerjanya sudah sangat mulia, beneran. Polisi harus kita semangati, jangan polisi kita patahkan perjuangannya," katanya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (18/8/2013).

Upaya polisi dalam menuntaskan penembakan terhadap sejumlah anggota polisi di wilayah Tangerang Selatan beberapa pekan terakhir ini, lanjut Ruhut, harus didukung masyarakat. Dengan demikian, diharapkan, para pelaku yang diduga kelompok teroris itu dapat segera ditangkap.

"Pak Marciano (Norman, Kepala BIN) juga mengatakan harus waspada karena kelompok teroris akan melakukan balas dendam," ucapnya.

Sementara mengenai kasus pembunuhan terhadap Franciesca Yofie di Bandung, Ruhut menegaskan bahwa polisi sudah berusaha maksimal. Dia mengatakan bahwa sebaiknya masyarakat jangan berasumsi yang tidak benar terhadap polisi.

"Kalau di Bandung kan udah terbukti jambret, karena tersangkanya udah diperiksa kan. Polisinya pun (Kompol Albertus) sudah diperiksa, tidak ada hubungan dengan kasusnya," ujarnya.




Editor : Caroline Damanik







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











19.32 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













19.29 | 0 komentar | Read More

Susy Susanti: Thailand Ingin Menjadikan Intanon Seperti Saya

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratchanok Intanon mengejuatkan dunia saat berhasil menjadi juara BWF World Championships 2013, akhir pekan lalu. Tak tanggung-tanggung, di final dia mengalahkan tunggal putri terbaik dunia saat ini, Li Xuerui.

Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, bahkan sudah melihat bakat hebat Intanon sejak beberapa tahun lalu. Dia memang pernah diundang ke Thailand, untuk memberikan pengarahan pada atlet-atlet muda di sana.

"Sekitar 2-3 tahun lalu, saya memang pernah diundang oleh PBSI-nya Thailand. Saat itu, Thailand memang ingin menjadikan Intanon seperti saya.

"Perlu diakui, Intanon memang memiliki potensi. Dia pekerja keras, sikapnya sangat baik, dan tidak pernah mengeluh ketika latihan. Saya sendiri memang senang berbagi pengalaman kepada siapa pun, dan kapan pun," kata Susy saat ditemui Kompas.com, usai acara arak-arakan juara dunia di Sarinah, Thamrin, Minggu (18/8/2013).

Menurut Susy, kesuksesan Intanon tersebut merupakan buah dari kerja keras pebulu tangkis muda tersebut. Jika ingin maju, tunggal putri Indonesia harus meniru semangat Intanon.

Selain itu, Susy juga memuji semangat juang pebulu tangkis Spanyol, Carolina Marin, yang sempat berlatih di pelatnas Cipayung sebelum World Championships. Menurut Susy, sikap Marin yang tak mudah menyerah juga perlu ditiru oleh tunggal Indonesia.

"Dia (Marin) berlatih di pelatnas hanya tiga hari. Buat saya itu sifatnya hanya transit. Tetapi kenapa dia bisa lebih berkembang ketika di Kejuaraan Dunia (World Championships), itu karena semangat juang dan usahanya lebih keras dari yang lain, lebih daripada atlet kita," aku Juara Dunia 1993 ini.

Marin berhasil mencapai babak perempat final  World Championships, dan akhirnya kalah dari Intanon. Sementara, keempat tunggal putri Indonesia tak ada yang mampu melaju ke perempat final. Linda Wenifanetri merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang mampu menembus babak ketiga, dan akhirnya harus menyerah di tangan Li Xuerui.

19.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger