Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Mantan Pebalap Sepeda Nasional Herijanto \"Ateng\" Setiawan Meninggal

Written By Kompdub on Kamis, 10 Oktober 2013 | 19.11





SURABAYA, KOMPAS.com - Indonesia kehilangan salah satu mantan atlet balap sepeda nasional, Herijanto "Ateng" Setiawan, 41. Peraih medali emas di SEA Games 1992 dan 1996 asal Jawa Timur ini meninggal dunia di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya, akibat penyakit kanker paru-paru, Kamis (10/10/2013).

"Tuhan memberikan yang terbaik untuknya (Ateng) setelah berjuang keras melawan penyakit kanker paru-paru yang dideritanya. Saat ini jenazah masih di rumah sakit," kata Julas Tjan, bos Ateng di tempat dia bekerja.

Herijanto menghuni Pelatnas tim balap sepada road race pada periode 1992-1999. Ia beberapa kali membela Indonesia di ajang SEA Games dan menyumbangkan medali emas.

Selepas dari pelatnas Indonesia, Ateng pernah menjadi pelatih di klub balap sepeda Wismilak Cicling Surabaya pada 2003-2005.




Editor : Pipit Puspita Rini















19.11 | 0 komentar | Read More

Korsleting AC, Bus Transjakarta Terbakar

Written By Kompdub on Rabu, 09 Oktober 2013 | 19.58






JAKARTA, KOMPAS.com — Diduga karena korsleting AC, sebuah bus transjakarta koridor IV jurusan Pulogadung-Dukuh Atas hangus terbakar di Jalan Raya Pondok Gede, tepatnya di lampu lalu lintas Garuda pintu keluar Tol Taman Mini, Makassar, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2013).


Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.15 WIB tersebut. Beruntung,  bus dalam keadaan tanpa penumpang. Sementara pramudi berhasil melarikan diri saat api mulai membesar.


Kapolsek Makassar Kompol Sutarjo mengatakan, bus sudah mengalami gangguan sejak dari Pulogadung. Untuk itu, pramudi bernama Ali Bister Manalu (43) berencana membawa bus dengan nomor polisi B 7453 IX itu ke pul di Terminal Bus Kampung Rambutan melalui Tol Jagorawi.


Namun, saat di lokasi kejadian, atap bus tiba-tiba mengeluarkan api yang kemudian membakar bus. "Kerusakan dari atap bus diduga karena korsleting AC," kata Kapolsek Makassar Kompol Sutarjo saat ditemui di Mapolsek Metro Makassar, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2013).


Sutarjo menambahkan, dua unit mobil pemadam dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin PKPB) Jakarta Timur berhasil memadamkan api yang sudah membakar hampir seluruh bus bernomor JMT-038 sekitar pukul 17.00 WIB.


"Tidak terjadi kemacetan karena petugas dari Polsek Makassar dan Satlantas langsung mengatur lalu lintas," ujarnya.


Seorang saksi mata bernama Maskudin (43) menuturkan, pramudi melihat api saat membakar mesin yang berada di bagian belakang bus. Maskudin kemudian berupaya memberi tahu sopir yang langsung berhenti dan turun dari bus.


"Waktu bus menepi apinya masih kecil. Sopir turun dan minta tolong untuk bantuin padamin api. Saya coba buka mesinnya, tapi sopirnya nggak bisa pakai alat pemadam, dan apinya makin besar. Saya sama sopir buru-buru menghindar," kata Maskudin, seorang penjual air mineral di sekitar lokasi.

Bus kemudian berhasil dievakuasi petugas dengan mobil derek sekitar pukul 18.00 WIB. Rencananya, bus akan dibawa ke pul di Terminal Bus Kampung Rambutan. Sementara pramudi diamankan ke Mapolsek Metro Makassar untuk dimintai keterangan.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















19.58 | 0 komentar | Read More

Korsleting AC, Bus Transjakarta Terbakar






JAKARTA, KOMPAS.com — Diduga karena korsleting AC, sebuah bus transjakarta koridor IV jurusan Pulogadung-Dukuh Atas hangus terbakar di Jalan Raya Pondok Gede, tepatnya di lampu lalu lintas Garuda pintu keluar Tol Taman Mini, Makassar, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2013).


Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.15 WIB tersebut. Beruntung,  bus dalam keadaan tanpa penumpang. Sementara pramudi berhasil melarikan diri saat api mulai membesar.


Kapolsek Makassar Kompol Sutarjo mengatakan, bus sudah mengalami gangguan sejak dari Pulogadung. Untuk itu, pramudi bernama Ali Bister Manalu (43) berencana membawa bus dengan nomor polisi B 7453 IX itu ke pul di Terminal Bus Kampung Rambutan melalui Tol Jagorawi.


Namun, saat di lokasi kejadian, atap bus tiba-tiba mengeluarkan api yang kemudian membakar bus. "Kerusakan dari atap bus diduga karena korsleting AC," kata Kapolsek Makassar Kompol Sutarjo saat ditemui di Mapolsek Metro Makassar, Jakarta Timur, Rabu (9/10/2013).


Sutarjo menambahkan, dua unit mobil pemadam dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin PKPB) Jakarta Timur berhasil memadamkan api yang sudah membakar hampir seluruh bus bernomor JMT-038 sekitar pukul 17.00 WIB.


"Tidak terjadi kemacetan karena petugas dari Polsek Makassar dan Satlantas langsung mengatur lalu lintas," ujarnya.


Seorang saksi mata bernama Maskudin (43) menuturkan, pramudi melihat api saat membakar mesin yang berada di bagian belakang bus. Maskudin kemudian berupaya memberi tahu sopir yang langsung berhenti dan turun dari bus.


"Waktu bus menepi apinya masih kecil. Sopir turun dan minta tolong untuk bantuin padamin api. Saya coba buka mesinnya, tapi sopirnya nggak bisa pakai alat pemadam, dan apinya makin besar. Saya sama sopir buru-buru menghindar," kata Maskudin, seorang penjual air mineral di sekitar lokasi.

Bus kemudian berhasil dievakuasi petugas dengan mobil derek sekitar pukul 18.00 WIB. Rencananya, bus akan dibawa ke pul di Terminal Bus Kampung Rambutan. Sementara pramudi diamankan ke Mapolsek Metro Makassar untuk dimintai keterangan.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















19.47 | 0 komentar | Read More

Ultah Ke-35, Rossa Dapat Ucapan Selamat Pertama dari Pacar


Jakarta - Rona kebahagiaan tengah menyelimuti diva pop Indonesia, Rossa. Pasalnya, hari ini, Rabu (9/10) penyanyi asal Sumedang itu genap berusia 35 tahun. Rossa mengaku sang pacar adalah orang pertama yang memberikan ucapan selamat kepadanya.


"Ada banyak sih yang ngasih ucapan, orangtua, pacar aku juga," ucapnya semringah ketika ditemui di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (9/10).


Pemilik rumah Karaoke Diva itupun bahagia ketika banyak mendapat ucapan selamat dari sahabat-sahabatnya saat dirinya mengisi acara "Dahsyat" di RCTI pagi tadi.


"Senang dapat ucapan selamat dari teman-teman kayak Raffi, dan Ayu Dewi. Juga dari fan-fan aku yang dah datang pagi-pagi ke sini. Aku senang," lanjutnya.


Dalam kesempatan ini, Rossa juga berharap pada usianya yang ke 35 tahun ini, dirinya mendapat jodoh dan menikah lagi. "Enggak ada yang gimana-gimana. Mau jadi lebih baik aja dan banyak rezeki," tuturnya sambil tersenyum.


19.38 | 0 komentar | Read More

Kerja Sama KPU-Lemsaneg Berpeluang Dibatalkan





JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan, kerja sama antara pihaknya dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) masih berpeluang dibatalkan. Hal itu tertuang dalam klausul pada nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kedua pihak tersebut.

"Bisa saja (dibatalkan), karena ada dalam klausul nota kesepahaman kami (KPU) dan Lemsaneg," ujar Komisioner KPU Arief Budiman saat ditemui di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (9/10/2013).

Ia mengatakan, bentuk kerja sama tersebut belum dibahas dengan mendetail. Selain itu, katanya, KPU tidak hanya bekerja sama dengan Lemsaneg. Dikatakannya, pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan TNI, Polri dan kementerian terkait.

"KPU mau bekerja sama dengan siapa saja asal semangatnya sama dengan semangat pemilu yakni free and fair. Kami terbuka saja," katanya.

Dalam Pasal 4 MoU yang ditandatangani Selasa, 24 September 2013 lalu, disebutkan, nota kesepahaman berlaku selama tiga tahun sejak diteken. Tetapi, nota kesepahaman dapat diperpanjang, diubah, dan diberhentikan setiap waktu. Pembatalan dapat dilakukan atas persetujuan para pihak melalui pemberitahuan secara tertulis oleh salah satu pihak kepada pihak lainnya paling lambat satu bulan sebelumnya.

Nota kesepahaman juga dapat berakhir atau batal dengan sendirinya apabila ada ketentuan perundang-undangan atau kebijakan pemerintah yang tidak memungkinkan berlangsungnya nota kesepahaman tersebut.

Sebelumnya, Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan, KPU belum berencana membatalkan rencana kerja sama KPU dan Lemsaneg. Dia beralasan, dalam bekerja, pihaknya bersifat mandiri dalam menyelenggarakan pemilu.

"Harus diingat KPU itu mandiri. Tidak otomatis kami akan mengikuti (masukan untuk membatalkan kerjasama). Kami bekerja dengan apa yang kami yakini. Kerja sama sejauh ini masih jalan," ujar Hadar Senin (7/10/2013) lalu.

Dia mengatakan, meski belum akan mengubah kerja sama dengan lembaga berbau militer itu, KPU tetap menghormati setiap masukan terhadap pihaknya. Karena itu, tutur dia, pihaknya meminta setiap masukan dan keberatan terkait rencana pengamanan data pemilu disampaikan melalui surat resmi kepada KPU.

"Lebih baik mereka tulis surat resmi saja ke KPU. Jangan hanya berwacana di media," lanjutnya.

KPU dan Lemsaneg menjalin kerja sama dalam menangani data pemilu. Disebutkan kerja sama melingkupi lima aspek. Pertama, penyediaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia dalam pengamanan sistem dan jaringan teknologi informasi dalam penyelenggaran pemilu tahun 2014. Kedua, penyediaan perangkat dan sistem pengamanan data dan informasi dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2014.

Ketiga, pengamanan dokumen elektronik dan distribusinya dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2014. Keempat, pengamanan data center dan perangkat yang digunakan dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2014. Kelima, pengamanan data elektronik dan komunikasi pimpinan Komisi Pemilihan Umum.




Editor : Hindra Liauw


















19.31 | 0 komentar | Read More

Gabriela Tundukkan Unggulan Dua





KUDUS, Kompas.com –   Hari pertama pagelaran Blibli.com Flypower Asia Youth U17 & U15 Championships 2013 sudah menuai kejutan. Di sektor tunggal putri U15, Gabriela Meilani Moninka atlet Indonesia asal PB Exist berhasil memberi kejutan, berhadapan dengan unggulan dua asal India Kanwal Kanika, Gabriela sukses menang dalam pertarungan tiga game.

Kalah di game pertama dengan kedudukan 15-21 di game pertama, Gabriela mengaku bahwa ia masih banyak melakukan kesalahan sendiri di gim ini. “Di gim pertama saya masih terlalu banyak membuang bola, jadi lawan bisa dapat poin,” ujarnya.

Sementara di dua gim berikutnya, Gabriela semakin mendominasi. Unggul 21-14 di game pertama, Gabriela unggul telak 20-9, sebelum akhirnya menutup game kedua ini dengan 21-11.

“Pemain India ini tidak terlalu berbahaya, tapi dia mainnya safe, tipe main rally, jadi saya tadi mencoba untuk bermain sabar. Apalagi saya kan tidak diunggulkan jadi mainnya lebih tanpa beban dan enjoy aja,” tuturnya.

Nomor tunggal putri sendiri hari ini memainkan dua babak, yakni babak pertama dan kedua. Gabriela sendiri mendapat bye di babak pertama, dan kemenangan tadi membawanya untuk berlaga di babak ketiga atau 16 besar.

Di perebutan tiket perempat final besok (10/10), Gabriela akan berhadapan dengan wakil Korea, Jang Na Ra yang mengalahkan pemain asal Filipina Sevilla Mariya Angelha dengan 21-10 dan 21-14.

“Untuk babak berikutnya saya ingin bermain sebaik mungkin, target untuk sementara ini saya ingin bisa final, mudah-mudahan bisa juara,” ujar remaja kelahiran 30 Juli 1999 ini.

Selain Gabriela, Indonesia pun berhasil meloloskan tunggal putri lainnya. Diantaranya adalah unggulan tiga asal PB Djarum, Putri Ayu Desiderianti. Ia berhasil mengalahkan wakil Jepang, Yoshikawa Mashiro dengan skor telak 21-11 dan 21-10. “Di pertandingan tadi sebisa mungkin saya menekan lawan sejak awal,” katanya.

Putri berikutnya akan berhadapan dengan wakil India, Sawant Kalpita yang menang 21-19 dan 21-2 atas wakil Sri Lanka, Atapattu Nethma Anuki.

"Saya ingin juara di sini, karena kan lapangan tempat bertanding saat ini adalah lapangan tempat saya berlatih, sebisa mungkin untuk besok karena saya belum mengetahui permainan lawannya, saya ingin bermain baik,” tutur Putri. (*/)




Editor : Tjahjo Sasongko















19.11 | 0 komentar | Read More

Jokowi Surati PLN Agar Tak Aliri Listrik di Bangunan Ilegal

Written By Kompdub on Selasa, 08 Oktober 2013 | 19.47






JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta Perusahaan Listrik Negara atau PLN tidak mengaliri listrik pada permukiman yang ilegal alias tidak memiliki sertifikat dan Izin Mendirikan Bangunan atau IMB. Permintaan Jokowi merupakan buntut dari banyaknya kebakaran yang terjadi di permukiman yang tidak ada sertifikat.

"Setiap pemberian sambungan listrik, rumah-rumah itu harus pegang sertifikat dan IMB. Kalau tidak, ya tidak usah diberikan," ujarnya saat blusukan ke Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (8/10/2013)

Jokowi menjelaskan, permintaannya tersebut telah diberikan kepada PLN melalui surat beberapa waktu lalu. Ia berharap PLN menjadikan permintaannya sebagai salah satu syarat pemasangan aliran listrik di sejumlah permukiman di DKI Jakarta.

Namun, Jokowi menampik permintaannya itu berdasarkan kebakaran di Kampung Kandang, Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. Kebakaran itu diketahui akibat korsleting listrik di salah satu rumah warga.

Setelah dipastikan, rupanya lahan itu merupakan ruang terbuka hijau dan dimiliki oleh swasta kemudian diduduki oleh warga. "Bukan hanya karena kebakaran di Kelapa Gading saja, ini terjadi di sebagian besar wilayah yang dilanda kebakaran. Makanya semua yang mau dialiri listrik dipastikan dulu punya IMB," lanjut Jokowi.

Sementara, soal warga yang membangun kembali rumah di lahan bekas kebakaran di Kelapa Gading Jokowi enggan berkomentar lebih jauh. Menurut Jokowi, persoalan itu telah diserahkan ke pada Wali Kota Jakarta Utara. Ia yakin persoalan itu dapat diselesaikan oleh Wali Kota.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















19.47 | 0 komentar | Read More

Olla Ramlan Sering Diminta Anaknya Cepat Hamil


Jakarta - Sejak pernikahan keduanya dengan Muhamad Aufar pada 20 Desember 2012, rupanya belum ada tanda-tanda kalau Olla Ramlan (33) bakal segera memberikan adik untuk Sean, putra hasil pernikahan Olla dengan Alex Tian. Padahal Sean sudah sangat berharap bisa segera memiliki adik.


"Kadang dia suka dengerin suara perut saya sambil nanya, 'dedenya sudah ada belum?' Kalau kemarin-kemarin dia mintanya adik laki-laki, terakhir ini dia bilang maunya adik perempuan saja," kata Olla Ramlan saat ditemui Beritasatu.com di Jakarta, belum lama ini.


Tidak hanya dengan Olla, Sean juga kerap melontarkan keinginannya itu kepada Aufar. Karena walaupun bukan ayah kandung, menurutnya Sean juga sangat dekat dengan Aufar.


"Sama seperti dengan mamanya, Sean juga sering minta adik. Kebetulan kita memang dekat bangat dan sama-sama suka olahraga kayak sepak bola, basket dan berenang," cerita Aufar yang belum lama ini kalah dalam Pilkada Tangerang.


Bahkan sampai sekarang, Sean yang menginjak usia delapan tahun juga lebih sering tidur dengan orangtuanya ketimbang di kamarnya sendiri.


"Kalau tidur maunya juga di tengah-tengah papa dan mamanya, padahal papanya juga maunya di tengah," seru Olla sambil tertawa.


19.38 | 0 komentar | Read More

KPK: Sidang Majelis Kehormatan Bisa Ganggu Penyidikan






JAKARTA, KOMPAS.com — KPK menyatakan bahwa sidang etik oleh Majelis Kehormatan Hakim (MKH) Konstitusi yang berlangsung secara terbuka bisa menganggu proses penyidikan kasus dugaan korupsi Akil Mochtar di KPK. Akil adalah ketua MK nonaktif yang ditetapkan KPK sebagai tersangka penerimaan suap terkait sengketa pemilihan kepala daerah.

Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, proses pemeriksaan MKH dapat menganggu penyidikan KPK jika saksi yang dihadirkan MKH juga menjadi saksi yang diperiksa KPK dalam proses penyidikan. Dikhawatirkan, para saksi bisa menyeragamkan keterangan atau setir-menyetir ketika diperiksa KPK karena sudah mengetahui keterangan saksi lain yang diperiksa secara terbuka oleh MKH.

“Kalau keterangan seorang saksi didengar saksi lain, kemudian keterangan saksi lain itu menjadi seragam, atau ada saksi setir-menyetir, itu jelas menganggu. Tapi sekali lagi, KPK tidak bisa menjangkau kewenangan MK. Tentu keterangan yang diseragamkan tadi, kalau kemudian ada saksi yang juga dihadirkan MKH yang diperiksa dan memengaruhi keterangan mereka, itu bisa mengganggu proses penyidikan di KPK,” ungkap Johan.

Menolak untuk hadirkan penyidik

Selain itu, KPK menolak untuk menghadirkan penyidiknya dalam sidang etik MKH yang dijadwalkan pada Selasa (8/10/2013) malam ini. Menurut Johan, penyelidik/penyidik KPK hanya boleh menyampaikan keterangannya yang berkaitan dengan proses penyelidikan/penyidikan dalam persidangan di pengadilan.

Hal ini, kata Johan, diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Johan membenarkan bahwa pimpinan KPK menerima surat MKH yang isinya meminta agar penyidik dapat dihadirkan untuk memberikan keterangan terkait operasi tangkap tangan Akil.

Atas permintaan ini, pimpinan KPK belum mengirimkan jawaban resmi. Namun, menurut Johan, dapat dipastikan kalau penyidik KPK tidak akan menghadiri sidang etik yang digelar MKH malam ini. Selain tidak diperbolehkan memberikan keterangan di luar persidangan, menurutnya, tim penyidik KPK yang menangani kasus Akil kini tengah melakukan pemeriksaan.

Adapun MKH dibentuk untuk melakukan investigasi internal berkaitan dengan kasus Akil yang ditetapkan KPK sebagai tersangka penerimaan suap terkait sengketa pemilihan kepala daerah.

MKH melakukan penelusuran dari segi etika serta mengenai penemuan ganja dan sabu di ruangan kerja Akil di kantor MK. Selain menjadwalkan pemeriksaan penyidik KPK, sidang MKH malam ini menjadwalkan permintaan keterangan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN).




Editor : Hindra Liauw
















19.31 | 0 komentar | Read More

Pemain Banga Beats Juga Membela Jwala Gutta




Pebulu tangkis India, Jwala Gutta (kiri), berfoto bersama salah satu rekan satu tim di Delhi Smashers dari Malaysia, Koo Kien Keat, di Pune Sports Complex, Pune, India, Kamis (22/8/2013). | TWITTER.COM/GUTTAJWALA








NEW DELHI, KOMPAS.com - Dukungan untuk pebulu tangkis India, Jwala Gutta, terus mengalir. Oleh Badminton Association of India (BAI), pemain ganda ini diancam tidak boleh bermain bulu tangkis lagi karena dianggap melakukan tindakan kontroversi saat bermain di Indian Badminton League (IBL), Agustus lalu.

Gutta yang menjadi kapten sekaligus ikon tim Krrish Delhi Smashers, memprovokasi anggota timnya agar tidak bertanding melawan tim Banga Beats, yang mengganti pemain mereka yang cedera, Hu Yun (Hongkong), dengan pemain baru, Jan O jorgensen (Denmark), pada menit-menit terakhir jelang pertandingan.

Sanksi larangan bermain seumur hidup ini dinilai terlalu berat untuk kesalahan yang tidak seberapa. Bahkan, para pemain Banga Beats pun turut mempertanyakan keputusan tersebut.

"Itu (larangan bermain seumur hidup) keputusan yang sangat kejam. Saya rasa BAI harus mempertimbangkan kembali dan tidak menyerang (Gutta) seperti ini," kata mantan pemain pelatnas India yang juga merupakan anggota Banga Beats, Arvind Bhat.

Bhat adalah pemain yang akhirnya menggantikan Hu Yun, karena saat itu Jorgensen baru saja datang dan belum terdaftar dalam tim secara resmi. Penggantian pemain ini menghentikan protes dari Smashers sehingga pertandingan bisa tetap berlangsung.  

"Saya tidak tahu pasti apa yang dia (Gutta) katakan waktu IBL. Tapi apapun itu, larangan bermain seumur hidup terlalu kejam. Mereka (BAI) bisa saja memberi peringatan padanya. Dia hanya juru bicara sekaligus ikon dari timnya. Dia juga hanya berbicara sesuai keputusan dari tim," tandas Bhat.




Editor : Pipit Puspita Rini















19.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger