Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Marquez: Lap Terakhir Akan Jadi yang Terbaik

Written By Kompdub on Sabtu, 12 Oktober 2013 | 19.11






SEPANG, KOMPAS.com
- Pebalap asal Spanyol, Marc Marquez, meraih pole position GP Malaysia dengan penampilan yang fantastis. Rookie berusia 20 tahun ini menggeber motornya pada putaran terakhir dan berhasil mencatat waktu tercepat 2 menit 0,011 detik, di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Sabtu (12/10/2013).

Sebelum sesi kualifikasi dimulai, Sirkuit Internasional Sepang memang diguyur hujan. Lintasan sudah mulai kering saat kualifikasi dimulai, namun menurut beberapa pebalap, ada beberapa tikungan yang masih basah.

"Saat awal-awal sesi kualifikasi ada dua tikungan yang benar-benar basah yang membuat kami sulit untuk memperkirakan risiko apa yang akan didapat sehingga harus memikirkan kembali untuk mengatur kecepatan," aku Marquez seusai sesi ini.

"Saya tahu sejak awal kalau lap terakhir akan menjadi yang terbaik karena lintasannya semakin mengering. Jadi, kuncinya adalah menunggu sampai lap terakhir dan mencoba mengerahkan yang terbaik, karena pada lap-lap awal tidak mungkin bisa seperti itu," tambahnya.

Marquez yang akan membalap dari posisi terdepan, sangat menantikan balapan yang seru pada Minggu (13/10/2013) besok. "Saya rasa Dani (Pedrosa) dan Jorge (Lorenzo) memiliki tempo yang bagus, begitu juga dengan Valentino (Rossi) dan Cal (Crutchlow). (Balapan) ini akan jadi sangat menarik," kata Marquez.

Dia mengatakan lebih memilih lintasan yang kering. Kendati demikian, dia akan berusaha yang terbaik meski lintasannya basah sekalipun. "Mental saya tetap sama. Saya juga mengambil risiko yang sama seperti saat latihan," tandasnya.




Editor : Farid Assifa















19.11 | 0 komentar | Read More

Korban Disiram Air Keras Ketika Hendak Ikuti Ujian Sekolah

Written By Kompdub on Jumat, 11 Oktober 2013 | 19.58





JAKARTA, KOMPAS.com — Empat pelajar korban penyiraman air keras oleh pelajar dari sekolah lain diserang ketika mereka hendak pergi ke sekolah untuk mengikuti ujian tengah semester di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah I, Kemayoran, Jakarta Pusat. Meski sempat mengalami luka-luka, korban masih dapat mengikuti ujian tersebut.


Guru Bagian Kesiswaan SMK Muhammadiyah I Eko Handoyo mengatakan, saat ini sekolahnya sedang mengadakan ujian tengah semester. Ujian tersebut dimulai pada pukul 13.00 sampai 18.00. Ia mengatakan, keempat pelajar itu tengah buru-buru menuju sekolah sebelum mengikuti ujian.


Ketika tiba di Jalan Garuda sekitar pukul 13.30, tiba-tiba muncul sekelompok pelajar lain dari sebuah gang kecil. Seorang di antaranya menyiramkan air keras ke arah empat pelajar kelas X itu. Tiga korban mengalami luka bakar ringan di bagian leher dan lengan. Adapun satu orang mengalami luka sobek pada dagu setelah terjatuh dari motor.


Meski harus mendapatkan perawatan, keempat siswa tersebut tetap dapat mengikuti ujian tertulis. Seorang korban bernama Rachmat Saputra (17) sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Husada karena luka sobek di dagunya. Ia tetap mengikuti ujian pada sore harinya. Adapun tiga rekannya mengikuti ujian setelah mendapatkan perawatan dari sekolah.


"Alhamdulillah ujiannya berjalan lancar," kata Eko, Jumat (11/10/2013).


Setelah jatuh dari sepeda motor, Rachmat sempat menjadi bulan-bulanan kelompok pelajar penyerang. Tiga rekannya, yakni Muhammad Nur Hadiansyah (15), Ilham Arya Pratama (15), dan Yusuf Aman (16), berhasil melarikan diri. Kelompok penyerang akhirnya kabur ke arah Senen.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















19.58 | 0 komentar | Read More

Korban Disiram Air Keras Ketika Hendak Ikuti Ujian Sekolah





JAKARTA, KOMPAS.com — Empat pelajar korban penyiraman air keras oleh pelajar dari sekolah lain diserang ketika mereka hendak pergi ke sekolah untuk mengikuti ujian tengah semester di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah I, Kemayoran, Jakarta Pusat. Meski sempat mengalami luka-luka, korban masih dapat mengikuti ujian tersebut.


Guru Bagian Kesiswaan SMK Muhammadiyah I Eko Handoyo mengatakan, saat ini sekolahnya sedang mengadakan ujian tengah semester. Ujian tersebut dimulai pada pukul 13.00 sampai 18.00. Ia mengatakan, keempat pelajar itu tengah buru-buru menuju sekolah sebelum mengikuti ujian.


Ketika tiba di Jalan Garuda sekitar pukul 13.30, tiba-tiba muncul sekelompok pelajar lain dari sebuah gang kecil. Seorang di antaranya menyiramkan air keras ke arah empat pelajar kelas X itu. Tiga korban mengalami luka bakar ringan di bagian leher dan lengan. Adapun satu orang mengalami luka sobek pada dagu setelah terjatuh dari motor.


Meski harus mendapatkan perawatan, keempat siswa tersebut tetap dapat mengikuti ujian tertulis. Seorang korban bernama Rachmat Saputra (17) sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Husada karena luka sobek di dagunya. Ia tetap mengikuti ujian pada sore harinya. Adapun tiga rekannya mengikuti ujian setelah mendapatkan perawatan dari sekolah.


"Alhamdulillah ujiannya berjalan lancar," kata Eko, Jumat (11/10/2013).


Setelah jatuh dari sepeda motor, Rachmat sempat menjadi bulan-bulanan kelompok pelajar penyerang. Tiga rekannya, yakni Muhammad Nur Hadiansyah (15), Ilham Arya Pratama (15), dan Yusuf Aman (16), berhasil melarikan diri. Kelompok penyerang akhirnya kabur ke arah Senen.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















19.47 | 0 komentar | Read More

Kondisi Kesehatan Memburuk, Olga Syahputra Dirawat di Rumah Sakit


Jakarta - Kesehatan komedian Olga Syahputra dikabarkan kembali memburuk, sehingga lelaki berusia 30 tahun itu harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif. Hal itu diungkapkan sahabat Olga, Denny Cagur saat ditemui di kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (11/10).


"Kabarnya memang masih sakit. Saya juga kemarin ke rumahnya tapi enggak ketemu Olga," ujar Denny Cagur.


Denny mengungkapkan bahwa kemarin malam kondisi Olga masih baik-baik saja, namun ketika dia mendatangi rumah Olga untuk menjenguk, ia tidak bertemu dengan Olga.


"Saya enggak tahu, tapi semalam saya telpon saat isi acara live, Olga masih ada di rumah," lanjut Denny.


Denny Cagur beserta sahabat-sahabatnya berharap Olga bisa sehat dan kembali beraktivitas seperti biasa. Meskipun kini Olga tengah menghadapi kasus hukum terkait perseteruannya dengan seorang dokter.


"Katanya hanya kelelahan. Mudah-mudahan Olga cepat diberikan kesembuhan, biar bisa balik lagi becanda sama kita-kita," tutupnya.


19.38 | 0 komentar | Read More

KPK: Tanpa Bukti, Kesaksian LHI Soal Bunda Putri




Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja, Busyro Muqoddas, Abraham Samad, dan Zulkarnaen (kiri ke kanan) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2013). | KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN









JAKARTA, KOMPAS.com
- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan, pihaknya masih mendalami perihal sosok Bunda Putri dalam perkara dugaan suap impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Pendalaman diperlukan lantaran hingga saat ini belum ada bukti keterlibatan Bunda Putri.


"Keterangan yang disampaikan di pengadilan kita menganggapnya sebagai keterangan yang berdiri sendiri, tidak punya nilai pembuktian, tidak didukung oleh fakta-fakta, bukti-bukti lain," kata Abraham di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/9/2013).


Hal itu dikatakan Abraham ketika dimintai tanggapan kesaksian terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor Jakarta perihal Bunda Putri.


Meski demikian, Abraham menambahkan, belum tentu pernyataan LHI itu tidak benar. Hanya, keterangan itu tidak didukung kesaksian orang lain atau bukti lain. "Oleh karena itu kita masih dalami," ucapnya.


Seperti diberitakan, sosok Bunda Putri terungkap dalam rekaman percakapan antara LHI dan Ridwan Hakim yang disadap KPK. Bunda Putri digambarkan sebagai sosok penting yang bisa memengaruhi para pengambil kebijakan. Bunda Putri bisa memindahkan para pejabat di kementerian dan bahkan dalam percakapan bisa membuat lurah pusing.


Ketika bersaksi di sidang terdakwa Fathana, LHI menyebut Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan Presiden. Bunda Putri disebut sangat tahu informasi mengenai kebijakan reshuffle atau perombakan kabinet.


Pernyataan itu langsung dibantah Presiden. Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu disebut Presiden sebagai pembohong dan hanya ingin mengalihkan isu. Presiden meminta KPK menuntaskan penyidikan perkara itu.





Editor : Hindra Liauw


















19.31 | 0 komentar | Read More

Vettel Waspadai Hamilton dan Rosberg





SUZUKA, KOMPAS.com — Sebastian Vettel mengungguli semua pebalap dan tampil sebagai yang tercepat pada sesi latihan bebas dua GP Jepang yang berlangsung di Sirkuit Suzuka, Jepang, Jumat (11/10/2013).

Setelah gagal merebut posisi teratas dari dua pebalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, di sesi latihan bebas satu, Vettel bangkit pada sesi latihan bebas dua dengan mencatat waktu 1 menit 33,852 detik. Posisi kedua juga ditempati rekan sesama pebalap Red Bull, Mark Webber, dengan catatan waktu 1 menit 34,020 detik.

"Keseimbangan mobil sudah bagus, tetapi saya pikir kami masih bisa mengembangkannya lagi," kata Vettel.

"Mobil bekerja dengan baik hingga saat ini, tetapi kami perlu memastikan bahwa pengaturannya benar. Sangat penting untuk memperhatikan ban yang dipakai, terutama saat balapan."

"Sangat bagus melihat hasil kami hari ini, tetapi itu tidak terlalu penting. Kami perlu meningkatkan penampilan kami besok karena Mercedes akan menjadi kuat di babak kualifikasi," tandas Vettel.




Editor : Aloysius Gonsaga AE















19.11 | 0 komentar | Read More

Pembunuh Holly Menyewa Kamar di Apartemen Kalibata City

Written By Kompdub on Kamis, 10 Oktober 2013 | 19.58






JAKARTA, KOMPAS.com - Para pelaku pembunuhan terhadap Holly Angelia (38), diketahui telah mempersiapkan matang pembunuhan terhadap wanita asal Salatiga, Jawa Tengah, tersebut di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2013) yang lalu. Bahkan para pelaku menyewa sebuah kamar di lantai enam, dan di tempat itulah mereka tinggal.


Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, usai membunuh Holly di lantai sembilan dan kabur turun ke lantai delapan dengan bergantung di sehelai handuk yang diikat, para pelaku lalu segera menuju lantai enam.


"Mereka sewa kamar di lantai enam mulai Agustus sampai enam bulan ke depan. Enggak tiap hari di sana tapi jadi posko," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/10/2013).


Polisi memastikan, pria yang tewas jatuh dari kamar Holly, yaitu Elrizki Yudhistira (34), merupakan salah satu pelaku yang berkomplotan. "Atas nama Elriski apartemennya," jelas Rikwanto.


Adapun total pelaku seluruhnya ada empat, yaitu Elrizki, S, AL dan salah satu pelaku yang saat ini masih buron.


"Untuk identitas yang masih buron belum bisa diberitahu karena masih dalam pemeriksaan," ujar Rikwanto.


Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), para pelaku diketahui bergantung dengan sehelai handuk yang diikatkan, bergantung turun ke lantai delapan, dan kemudian menjebol pintu kamar di lantai delapan tersebut untuk kemudian kabur.


Pintu kamar di lantai delapan yang merupakan kamar tak berpenghuni ini, para pelaku menjebol dan merusak dari dalam. Dan kemudian mereka pergi ke lantai enam melalui tangga darurat.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan


















19.58 | 0 komentar | Read More

Direksi PD Dharma Jaya Tetap Harus Dipidanakan





JAKARTA, KOMPAS.com — Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW (Indonesia Corruption Watch) Febri Hendri menegaskan, langkah terduga korupsi mengembalikan uang ke kas negara bukan berarti menghapus tindak pidana yang telah dilakukannya.


Pernyataan Febri tersebut terkait langkah sejumlah direksi badan usaha milik daerah (BUMD) PD Dharma Jaya yang akhirnya mengembalikan sejumlah uang negara kepada kas BUMD tersebut. Fakta adanya kerugian negara tersebut terungkap berdasarkan temuan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan DKI Jakarta.


"Berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi, pengembalian kerugian negara tak bisa menghapus tindak pidana, yang bersangkutan itu harusnya tetap dipidana," ujarnya saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (10/10/2013).


Febri menegaskan, apabila dengan jelas menemukan adanya kerugian negara di sebuah perusahaan milik pemerintah, BPK RI perwakilan DKI Jakarta harus melapor kepada penegak hukum, baik kepolisian ataupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Melaporkan adanya penyalahgunaan, kata Febri, juga merupakan tugas serta kewajiban dari BPK. "Di aturan BPK itu ada, bahwa jika menemukan keganjilan harus lapor penegak hukum," ujarnya.


Kepala BPK RI perwakilan DKI Jakarta, Blucer W Rajagukguk, membantah adanya tugas dan kewenangan tersebut. Menurutnya, wewenang tersebut harusnya dikembalikan ke pihak yang merasa dirugikan atau penegak hukum itu sendiri.


"Kami itu urusannya mengaudit laporan, bukannya melapor hasil audit. Itu urusan aparat," ujarnya.


Uang Rp 4,9 miliar menguap


Sebelumnya diberitakan, BPK RI perwakilan DKI Jakarta menemukan 14 temuan dengan 32 rekomendasi dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) pengelolaan keuangan negara di PD Dharma Jaya.


Dari 14 temuan tersebut, ditemukan adanya indikasi kerugian negara senilai Rp 4,9 miliar. Dalam pemeriksaan yang dilakukan pada tahun buku 2010/2011, diketahui adanya penambahan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) 2011 sebesar Rp 1,1 miliar. Ternyata PMP diserahkan kepada PT ASI. Hal itu tidak sesuai dengan peraturan daerah (perda) tentang PMP terhadap PD Dharma Jaya.


Temuan indikasi kerugian lainnya adalah adanya utang PT GIP (swasta) kepada PD Dharma Jaya sebesar Rp 800 juta. Meski sudah dibuat surat tagihannya, hingga kini PT GIP belum membayarkan utangnya kepada BUMD DKI yang bergerak di bidang logistik daging tersebut.


Selain itu, BPK DKI juga menemukan adanya perjanjian kerja sama antara PD Dharma Jaya dan pihak ketiga yang tidak sesuai dengan perda sehingga berdasarkan hasil analisis dari pemeriksa BPK, ditemukan indikasi kerugian senilai Rp 2,2 miliar.


Selanjutnya, ditemukan pula adanya pengeluaran kas biro direksi sebesar Rp 3,1 miliar, tetapi tidak dilengkapi bukti pertanggungjawabannya. Ada pula pengeluaran kas perusahaan sebesar Rp 1,1 miliar, tetapi ketika dicek, kegiatan itu nihil atau tidak ada sama sekali.


Pelaksana Tugas (Plt) PD Dharma Jaya Kusuma Andika membenarkan adanya temuan pengeluaran dana yang tak bisa dipertanggungjawabkan tersebut. Pihak internal pun berusaha mengembalikan uang tersebut ke kas BUMD yang mengurus peredaran daging sapi di DKI itu. "Sudah ada beberapa orang dari direksi kita yang sudah mulai memenuhi kewajibannya untuk mengembalikan ke kas," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis siang.  





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















19.47 | 0 komentar | Read More

Dituduh Selingkuh Hingga Hamil, Natalie Margaretha Bulat Bercerai


Jakarta - Tuduhan melakukan perselingkuhan hingga menyebabkan kehamilan yang dialamatkan kepada artis Natalie Margaretha oleh sang suami Sugondo jelas membuat Natalie berang. Hal tersebut membuat Natalie bulat untuk segera bercerai dengan suaminya.


"Kemungkinan besar dari Natalie sudah susah untuk proses mediasi, sudah tidak kondusif, Saling tuduh-menuduh yang pertama kali dari Pak Gondo," ujar Janes Silitonga, kuasa hukum Natalie, Kamis (10/10) di Jakarta.


Tudingan yang terus dilemparkan suami Natalie tentunya membuat proses mediasi keduanya berjalan terpisah. Sehingga sulit untuk mencapai kata damai.


"Tidak harus dipertemukan gitu, ini kondisinya sudah tidak kondusif. Karena selalu dibuat dengan preskon dari Gondo, awal yang dibuat permasalahakan ini dari mereka menuduh Bu Natalie kemudian laporan ke polisi," lanjutnya.


Tuduhan Sugondo tentang perselingkuhan dengan pria berinisial RNW dengan Natalie makin memperkeruh situasi rumah tangga yang dibangun keduanya.


"Kalau kemarin Pak Gondo dituduh melakukan KDRT dan dilaporkan ke kepolisian, kini giliran Natalie yang dilaporkan Pak Gondo dengan tuduhan berselingkuh hingga sempat hamil. Dan ternyata aksi saling lapor itulah yang makin memperkeruh proses perceraiannya. Sehingga Natalie sudah bertekad mengakhiri pernikahannya, karena enggak ada lagi yang perlu dipertahankan," tutupnya.


19.38 | 0 komentar | Read More

Golkar Tantang Luthfi Hasan Ungkap Identitas Ayah “Bunda Putri�






JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua DPP Partai Golkar Firman Soebagyo membantah ada hubungan sosok Bunda Putri dengan partainya. Ia pun menantang mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq untuk membuka identitas ayah dari Bunda Putri yang disebutnya adalah pendiri Partai Golkar.

“Dalam persidangan tidak boleh asal menyebut nama, harus ada fakta dan bukti. Kalau memang itu dari pendiri Partai Golkar, ya sebut siapa? Karena dinamika Golkar kan demikian panjang, sejak zaman Sekber dulu (tahun 1964),” ucap Firman saat dihubungi, Kamis (10/10/2013).

Firman menambahkan, pendiri partai lain juga ada yang termasuk pendiri Partai Golkar. “Jadi, tidak relevan kalau kasus ini dikaitkan dengan Golkar,” ucap Wakil Ketua Komisi IV DPR ini.

Lebih lanjut, Firman mengatakan tidak pernah ada sosok yang dipanggil Bunda Putri di Partai Golkar. Semenjak bergabung dengan partai berlambang pohon Beringin itu di tahun 1983, Firman berujar dirinya belum pernah sekali pun mendengar nama Bunda Putri.

“Saya baru tahu Bunda Putri ada kaitannya dengan Menteri Pertanian itu juga dari media,” kata Firman.

Sosok Bunda Putri

Seperti diberitakan, Luthfi dicecar pertanyaan seputar sosok Bunda Putri ketika bersaksi untuk Ahmad Fathanah dalam kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi dan pencucian uang. Awalnya, Luthfi mengaku dikenalkan oleh Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Ia mengatakan tidak tahu nama asli Bunda Putri.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pun heran dengan keterangan Luthfi. Hakim meminta Luthfi untuk jujur dan mengingatkan bahwa saksi telah disumpah sebelum persidangan.

"Coba yang logis ngomongnya, Saudara ustaz dan sudah disumpah. Coba sekali-sekali ngomong yang jujur biar semua clear," kata hakim.

Luthfi kemudian mengungkapkan bahwa Bunda Putri adalah anak salah satu pendiri Partai Golkar. "Yang saya tahu di rumahnya ada foto bapaknya yang salah satu pendiri Partai Golkar," kata Luthfi.

Hakim kemudian menanyakan apakah Bunda Putri adalah istri Dirjen Peternakan di Kementerian Pertanian. "Yang saya tahu dia suaminya orang asing dan sudah meninggal," jawab Luthfi.

Sebelumnya, Luthfi mengungkapkan bahwa Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Luthfi pernah mendatangi rumah Bunda Putri di Pondok Indah, Jakarta Selatan, pasca-penangkapan Fathanah oleh KPK.

Luthfi langsung menanyakan adakah rencana reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu. Ia mengaitkan penangkapan Fathanah dengan isu kebijakan reshuffle oleh presiden. Sebab, awalnya, ia mendengar kabar ada seorang sopir menteri yang juga ditangkap KPK. Penangkapan itu diduga hanya untuk menggeser jabatan menteri dari PKS. Menurut Luthfi, Bunda Putri memiliki informasi yang sahih terkait kebijakan reshuffle karena dekat dengan Presiden.

Fathanah didakwa bersama-sama Luthfi menerima uang Rp 1,3 miliar dari PT Indoguna Utama terkait kepengurusan kuota impor daging sapi. Keduanya juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dengan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membayarkan, dan membelanjakan harta kekayaan. Diduga, harta tersebut berasal dari tindak pidana korupsi.




Editor : Hindra Liauw


















19.31 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger