Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Iwan Fals Nyatakan Tak Dukung Salah Satu Capres

Written By Kompdub on Jumat, 27 Juni 2014 | 19.38


Jakarta - Musisi ternama Iwan Fals mengaku netral dan tidak mendukung salah satu dari calon presiden yang ada saat ini. Iwan mengatakan, dirinya tidak mau memengaruhi proses demokrasi masyarakat Indonesia maupun para penggemarnya.


"Saya tidak mau memengaruhi proses demokrasi teman-teman, terutama pemerhati lagu-lagu saya," ujar Iwan usai bertemu Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jumat (27/6).


Ia mengatakan, jika dirinya netral maka masyarakat dan para penggemarnya akan berpikir untuk memilih pemimpinnya serta tidak terbawa arus harus mengikuti siapa. Selain itu, mereka pun tetap bisa menikmati lagu dan karya-karyanya.


"Kalau netral, mereka akan berpikir dan tetap menikmati lagu-lagu saya," katanya.


Iwan pun berharap nanti para presiden terpilih bisa memenuhi janji-janjinya. Meskipun ia mengaku sudah ada calon yang akan dipilihnya. 


19.38 | 0 komentar | Read More

Mobil-Mobil Chevrolet Bintangi "Transformers"

Written By Kompdub on Kamis, 26 Juni 2014 | 19.39


Jakarta - Mobil-mobil dari perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, Chevrolet hadir membintangi film keempat Transformers, yakni "Transformers: Age of Extinction".


Chevrolet Camaro menjadi salah satu ikon film yang disutradarai oleh Michael Bay ini.


Tidak hanya Camaro yang tampil, mobil Chevrolet lainnya turut tampil, yaitu Chevrolet Sonic atau yang dikenal di Indonesia dengan nama Aveo. Keduanya dirancang khusus oleh perusahaan induk General Motors dan Compact Crossover Chevrolet Trax.


Generasi kelima Camaro pertama kali muncul dalam film "Transformers" pada 2007, lalu dilanjutkan di "Transformers: Revenge of the Fallen" (2009), dan "Transformers: Dark of The Moon" (2011).


Adapun Camaro versi terbaru secara khusus dikembangkan untuk "Transformers: Age of Extinction", melalui Camaro berdesain vintage tahun 1967, yaitu Camaro SS dan sebuah versi mobil konsep masa depan dari Camaro.


Sehari sebelum film dirilis untuk umum, General Motors Indonesia mengadakan nonton bareng dengan mengundang perwakilan komunitas dan dealer untuk menyaksikan penayangan perdana "Transformers: Age of Extinction".


Dalam acara ini, Direktur Marketing General Motors Indonesia, Meilita Iskandar berujar bahwa aksi mobil-mobil Chevrolet di film "Transformers" menjadi momen yang sangat baik dan inovatif untuk lebih mengenalkan brand Chevrolet kepada para fans Transformers di seluruh dunia.


"Chevrolet Sonic atau di Indonesia dikenal sebagai Aveo merupakan mobil Chevrolet yang populer. Oleh karena itu, kami juga mengajak komunitas Aveo Club Indonesia (ACI) untuk merayakan kemunculan Aveo, dengan mengadakan kegiatan bersama dan membuat replika mobil yang menjadi jagoan di film ini," tutup Meilita.


19.39 | 0 komentar | Read More

Lola Amaria Garap Film Penyuluhan Ibu Melahirkan

Written By Kompdub on Rabu, 25 Juni 2014 | 19.38


Jakarta - Kematian ibu saat melahirkan menjadi perhatian besar dari Lola Amaria. Hal itu diperlihatkan lewat film terbarunya yang berjudul Inerie (Mama yang Cantik). Ia pun kembali memperlihatkan ketajamannya sebagai seorang produser dengan membesut film-film bertema perempuan.


Wanita yang kini memangkas rambutnya lebih pendek, mengaku berkeinginan untuk menekan angka kematian perempuan melahirkan khususnya di desa-desa terpencil, seperti di Desa Tololea, Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).


"Jujur, saya membuat film ini karena berbagai alasan. Satu, karena isunya perempuan dan angka kematian perempuan di sana tinggi. Kedua, saya suka Indonesia Timur karena alamnya yang eksotis, adatnya yang unik dan masyarakatnya yang ramah," ucap Lola disela-sela jumpa pers film Inerie (Mama yang Cantik) di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/6).


Bagi Lola, butuh waktu sekitar tiga minggu untuk menyelesaikan penggarapan film yang disponsori oleh Unit Kesehatan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia itu.


Bersama 20 orang kru, termasuk sutradara Chairun Nissa dan pemeran utama Maryam Supraba, Lola melakukan riset ke pedalaman. Beruntung masyarakat Bajawa menerima dengan sangat ramah dan ikut membantu proses syuting.


"Tapi risetnya perlu waktu yang cukup lama, dari Oktober tahun lalu ya. Saya juga memilih Flores sebagai lokasi syuting dan untungnya disetujui," ungkap Lola, yang menjabat sebagai produser di Lola Amaria Production.


Film ini bercerita tentang sepasang saudara kembar bernama Bello dan Bella. Mereka tinggal di Desa Tololea, Bajawa, Flores. Di tempat itu, banyak perempuan meregang nyawa akibat melahirkan anak tanpa penanganan dan didampingi tenaga medis yang tepat.


Sampai akhirnya Bello yang pulang dari merantau ke kota, berusaha untuk memberi pengertian kepada orang-orang di desanya, termasuk saudara kembarnya, Bella, yang sedang mengandung dan menanti proses persalinan.


Tapi, sebagai produser Lola tak mau hanya mengangkat isu kematian perempuan saat melahirkan. Keindahan alam Flores yang eksotis harus dimanfaatkan dan diperlihatkan ke masyarakat luas.


Film drama-dokumentasi ini akan ditayangkan di 10 kabupaten di Nusa Tenggara Timur dan disiarkan di stasiun televisi setempat. “Semoga film ini bisa membuka mata banyak orang terkait penyuluhan tentang persalinan aman dan sehat serta mampu mengurangi kematian ibu saat melahirkan,” harap Lola.


19.38 | 0 komentar | Read More

Menu Sahur Ussy untuk Andhika Tempe dan Bayam

Written By Kompdub on Selasa, 24 Juni 2014 | 19.38


Jakarta - Jelang bulan Ramadan, para aktris siap menyambut dengan berbagai persiapan seperti menyiapkan menu makanan saat sahur dan berbuka.


Pasangan selebritis Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawati pun tidak mau melewatkan begitu saja.


Ussy mengaku sudah menyiapkan menu wajib khusus untuk suaminya tercinta Andhika saat makan sahur. Semua harus yang bergizi dan terkontrol dengan baik.


"Suami saya itu gampang banget. Ia mau saya yang menyiapkannya menu yang sederhana. Jadi, asal ada tempe sama sayur bayam bening beres. Kalau masak aneh-aneh nggak bakal disentuh," ungkap Ussy saat peresmian pusat kuliner baru Teras Benhil di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Senin (23/6).


Namun bukan urusan makanan saja yang perlu disiapkan. Jadwal aktifitasnya sebagai selebritis wajib diperhitungkan, agar tak terlalu padat saat memasuki bulan Ramadan. Dengan begitu, keduanya masih bisa berbuka puasa dan makan sahur bersama.


19.38 | 0 komentar | Read More

Cinta Laura Tinggalkan Syuting demi Debat Jokowi

Written By Kompdub on Minggu, 22 Juni 2014 | 19.38


Jakarta - Artis dan pemain sinetron, Cinta Laura, rela meninggalkan syuting iklan hari ini demi mendukung pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam debat capres-cawapres III di Hotel Holiday Inn, Jakarta, Minggu (22/6).


"Hari ini aku support Jokowi. Aku tunjukkan bahwa kita perlu Jokowi. Indonesia perlu Jokowi. Kalau pengen Indonesia nomor satu, coblos nomor dua," kata Cinta sambil tersenyum, saat menunggu kedatangan Jokowi di arena debat yang diselenggarakan KPU itu.


Lalu kenapa Cinta memilih Jokowi?


"Karena dia orang yang honest, dia orang yang jujur," jawabnya.


Selain itu, kata dia, Jokowi mau memperbaiki Indonesia bukan hanya dengan kata-kata dan retorika semata, namun dengan tindakan.


Cinta juga mengaku sangat setuju dengan Jokowi yang bervisi bahwa untuk memperbaiki Indonesia, harus dimulai dengan revolusi kebudayaan dalam bentuk Revolusi Mental. Sebab selama ini, khususnya orang muda Indonesia, berkultur gampang menyerah, kurang disiplin, tidak disiplin dan lainnya.


"Aku suka kedisplinan, jujur, kerja keras dan on time. Saya lihat Pak Jokowi sebagai contoh yang bagus. Saya pengen generasi Indonesia seperti itu, profesional, on time, dan disiplin. Dan Revolusi Mental bisa menjadi jawaban," jelasnya.


Ibunda Cinta, Herdiana, menegaskan dukungan Cinta Laura kepada Jokowi bukan lah bayaran. Namun murni sukarela untuk mendukung Jokowi-JK.


"Cinta bahkan mengorbankan pendapatannya karena seharusnya ada iklan besar yang harusnya dia hadiri syutingnya. Demi kesuksesan Jokowi, dia rela datang kemari mendukung Jokowi," kata Herdiana.


19.38 | 0 komentar | Read More

"Selamat Pagi, Malam", Tiga Perempuan Mencari Status di Ibu Kota

Written By Kompdub on Sabtu, 21 Juni 2014 | 19.38


Jakarta - Film "Selamat Pagi, Malam" adalah film terbaru garapan rumah produksi Kepompong Gendut yang berusaha mengangkat pergumulan tiga perempuan Jakarta yang hidupnya berubah pada suatu malam dan mengalami pencerahan untuk kembali pada identitas mereka masing-masing.


Gia (32 tahun, diperankan Adinia Wirasti) yang telah lama menetap di New York tidak merasa Jakarta sebagai rumahnya saat dia harus kembali ke Indonesia.


Dia mengalami "reverse culture shock" saat melihat satu orang harus memiliki dua bahkan tiga "gadget", dinilai aneh bila tidak punya ponsel Blackberry, apalagi melihat kesibukan orang memamerkan barang-barang mewah di media sosial.


Baginya semua itu sudah tidak "makes sense" untuknya yang biasa hidup "simple" dan apa adanya saat berada di New York.


Apalagi saat dia bertemu Naomi (32 tahun, diperankan Marissa Anita), kekasihnya di New York yang telah lebih dulu kembali ke Jakarta . Naomi yang dia kenal bukan lagi Naomi saat di New York. Dia sudah berubah dan membaur dengan kemunafikan gaya hidup kelas atas Jakarta.


Gia merasa "rumah lamanya" itu sudah tidak ada lagi.


Sementara Indri (24 tahun, diperankan Ina Panggabean) adalah gadis ndeso yang berjuang hidup di Jakarta walau tak punya bakat yang menonjol.


Sehingga dia berpikir bagaimana agar dirinya bisa memiliki status di Jakarta. Kisah dirinya seperti seorang "social climber" yang ingin menaikkan statusnya dengan memiliki seorang pria idaman.


Dari hidup pas-pasan sebagai penjaga handuk di suatu tempat gym, dia akhirnya menemukan seorang pria kaya lewat ponsel pintar yang dibayar dengan cicilan. Namun, pria itu ternyata tak sesuai dengan harapan hatinya.


Di tempat lain, ada Ci Surya (48 tahun, diperankan Dayu Wijanto), seorang ibu rumah tangga yang kehilangan statusnya sendiri. Setelah menikah, dia dikenal dengan nama suaminya, Surya, seorang pengusaha sukses.


Setelah suaminya meninggal, dia seperti kehilangan pegangan dan kehilangan gairah melanjutkan hidupnya. Apalagi ketika suatu hari dia mendapati mendiang suaminya ternyata memiliki selingkuhan yang selama ini tersimpan dengan rapat.


Film ini disutradarai oleh Lucky Kuswandi, yang menggarap cerita film ini selama delapan tahun melalui observasi dan pengalaman pribadinya setelah pulang bersekolah dari Amerika Serikat.


Walau film ini didominasi oleh karakter perempuan, tapi sebenarnya ingin menggambarkan cuplikan gambaran kehidupan asli Jakarta.


Lucky membuat cerita ini dengan ringan dan jujur melalui berbagai tingkah laku orang Jakarta yang kadang dipenuhi dengan kepalsuan, suka pamer dan ketidakjelasan.


Sampai akhirnya masing-masing dari mereka menemukan titik balik dan keadaan mengkondisikan untuk mengambil pilihan.


Bagaimana kelanjutan kisah Gia, Indri dan Ci Surya menghadapi segala perubahan hidup yang mereka hadapi di Jakarta? Mungkin ini bisa menjadi tontonan Anda di akhir pekan.


19.38 | 0 komentar | Read More

Pengenalan Musik Kolintang di Indonesia Meluas

Written By Kompdub on Jumat, 20 Juni 2014 | 19.38


Jakarta – Ketua Dewan Pembina Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Lis Purnomo Yusgiantoro mengatakan meluasnya pengenalan masyarakat atas musik kolintang kian memuluskan langkah alat musik pukul itu menuju UNESCO.


Saat ini, PINKAN bekerja sama dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berjuang untuk mencatatkan kolintang sebagai warisan budaya tak benda dari organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), UNESCO.


“Terdorong oleh keprihatinan dan menguatnya rasa kebangsaan, kami bersama warga asal Sulawesi Utara terdorong mewariskan musik kolintang asli Minahasa Utara sebagai wariszan budaya tak benda di UNESCO,” kata Lis Yusgiantoro pada pembukaan Festival dan Lomba Seni Ansambel Musik Kolintang Kayu Tingkat Nasional di The Senayan City Hall, Jakarta, Jumat (20/6).


Hadir pada kesempatan itu, Ibu Adelina Mangindaan yang juga istri Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Ibu Berliantin Martowardodjo (istri Gubernur Bank Indonesia Agus WD Martowardodjo), Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Arie Budhiman, dan Bupati Minahasa Utara Sompie Singal.


Warisan budaya tak benda diwujudkan antara lain, di bidang tradisi dan ekspresi lisan, yaitu bahasa, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan. Selain itu, pengetahuan dan kebiasaan prilaku mengenai alam dan semesta serta kemahiran kerajinan tradisional.


Lis Yusgiantoro mengungkapkan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki banyak warisan budaya dari leluhur. Bahkan, katanya, sejumlah warisan budaya telah diklaim sebagai warisan budaya bangsa lain.


Oleh sebab itu, PINKAN terus berjuang untuk mencatatkan alat musik kolintang kayu sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO.


"PINKAN telah menginvetarisasi data dan fakta tentang alat musik kolintang. Kami juga telah melakukan peletakan batu pertama Monumen Kolintang di Minahasa Utara, dan mencatatkan rekor permainan kolintang terlama tanpa henti selama 13 jam, 30 menit, 13 detik di Museum Rekor Muri,” katanya.


Lebih lanjut dikatakan, PINKAN juga telah menjalin kerja sama sinergis dengan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu, digelar serangkaian penelitian, seminar, lokakarya dengan melibatkan kalangan akademisi, pemangku kepentingan untuk mengantar kolintang menuju UNESCO.


“Kami telah merumuskan anatomi musik kolintang secara akademis. Pelestarian budaya kolintang bukan sebagai pajangan, tetapi memfungsikan alat musik sebagai media pendidikan karakter bangsa,” katanya. 


19.38 | 0 komentar | Read More

Didi Soekarno Siap Laporkan Jane Shalimar ke Polisi

Written By Kompdub on Kamis, 19 Juni 2014 | 19.39


Jakarta - Pengakuan Jane Shalimar tentang pernikahan siri yang dilakukannya dengan Didi Soekarno menuai polemik. Putra Rachmawati Soekarno Putri ini menganggap, pengakuan Jane sebagai fitnah kejam. Atas hal itu, Didi berencana melaporkan Jane ke polisi, dengan alasan telah menyebarkan fitnah.


"Kalau memang masih terus memberikan statement yang memojokkan, atau membuat kehormatan Didi tercoreng, ya tidak dapat dipungkiri kita akan laporkan Jane, dengan undang-undang ITE," ungkap Pengacara Didi Soekarno, Denny Lubis, saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Kamis (19/6).


Denny menjelaskan, pihak Didie sendiri masih membuka pintu musyawarah bagi Jane untuk menyelesaikan masalah.


"Mas Didi masih memberi kesempatan kepada pihak Jane untuk bermusyawarah. Karena diawali dengan hubungan baik, mesti diakhiri dengan baik juga," katanya.


Dijelaskan oleh Denny, tuduhan Jane yang menganggap kisruh yang terjadi antara dirinya, Didi dan Vannessa, hanya sebuah rekayasa adalah tuduhan yang tak tepat.


"Kalau pihak sana bilang ini settingan, apa yang disetting? Mas Didi juga bukan artis atau figur publik. Jadi buat apa dia bilang ini settingan untuk mencari popularitas," tutupnya.


19.39 | 0 komentar | Read More

Kangen, Mayangsari Siap Terjun Lagi ke Dunia Musik

Written By Kompdub on Rabu, 18 Juni 2014 | 19.39


Jakarta - Lama vakum dan tak lagi berkecimpung didunia tarik suara membuat penyanyi Mayangsari kangen. Pasalnya, darah seni yang mengalir dalam diri wanita kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah itu membuatnya kini berani comeback ke Industri yang dahulu membesarkan namanya di blantika Indonesia.


"Sebenarnya rencana comeback saya ini sudah terlambat satu tahun. Kalau ditanya kangen, pastilah kangen. Biar bagaimanapun, dalam diri saya mengalir darah seni. Kalaupun kemarin break, merupakan pilihan hidup. Sekarang, saya sudah dapat restu dari suami dan anak, makanya saya kembali di dunia yang membesarkan nama saya," ungkap istri Bambang Triatmodjo itu, saat pembuatan Video Klip 'Tak Ingin Sendiri' di kawasan Kemang, Jakarta, Rabu (18/6).


Mayang menjelaskan, meski dirinya sudah lama tak berkecimpung di dunia tarik suara, dirinya tidak merasa kesulitan untuk hadir lagi ke dunia tarik suara.


"Kalau latihan khusus, nggak ada. Saya hampir setiap hari nyanyi, meskipun tempat latihannya hanya di kamar mandi. Tapi karena hobi dan suka, gak ada hambatan sama sekali untuk kembali bernyanyi," lanjutnya.


Wanita kelahiran 23 Agustus 1971 ini menambahkan, dirinya tetap berusaha untuk membagi waktu antara karir dengan aktifitasnya dalam mengurus keluarga di rumah.


"Saya sudah punya jadwal sendiri untuk kembali di industri musik. Selain itu, saya tentunya harus bisa membagi waktu antara mengurus keluarga dan kembali berkarir. Pilihan utamanya, tetap bersama keluarga," tambah Mayang.


Dalam album yang direncanakan akan diluncurkan setelah lebaran, Mayangsari mendaur ulang delapan lagu lawas karya musisi tenar du tanah air.


Mayang mengakui, dalam pembuatan album ini, dirinya juga dibantu pasangan selebriti Melly Goeslaw dan Anto Hoed dalam merampungkan album barunya.


"Saya tidak hanya bernyanyi sendiri, karena saya juga akan mengajak anak untuk ikut mewarnai album baru ini," tambahnya.


19.39 | 0 komentar | Read More

Ben Kasyafani Rindukan Waktu Bersama Anak dan Istri

Written By Kompdub on Selasa, 17 Juni 2014 | 19.38


Jakarta - Ben Kasyafani yang digugat cerai istrinya Marshanda ternyata rindu saat-saat keduanya tengah hidup rukun sebagai sepasang suami istri. Hal itu diungkapkan Ben Kasyafani saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Selasa (17/6).


"Secara jujur jelas aku kangenlah sama Chaca (sebutan Marshanda). Saya ingat zaman-zaman dulu aja," ungkap Ben Kasyafani.


Diakuinya, meski kini romantisme yang sempat dikecapnya bersama Chaca hanya bisa jadi kenangan, namun dirinya masih berharap hubungannya dengan sang istri bisa terus baik meski nantinya keputusannya adalah berpisah.


"Aku masih berharap semua ini bisa terselesaikan dengan damai, tenteram dan rukun, Semuanya terselesaikan dengan cara kekeluargaan. Dan yang terpenting komunikasi tidak terputus agar tujuan yang ingin kita raih dapat tersampaikan," lanjutnya.


Dalam kesempatan ini, bintang sinetron "Tukang Bubur Naik Haji" itu juga berharap agar sang istri tidak menuntup pintu silaturahmi yang terjalin antara dirinya dan buah hatinya Sienna. Dirinya masih berharap Chaca masih mengizinkan dirinya bertemu dengan sang buah hatinya agar hubungan batin yang terjalin antara ayah dan anaknya tak terputus.


"Kalau ditanya, sampai sekarang saya masih belum bisa ketemu sama Sienna, karena Chaca masih melarangnya. Padahal itu juga adalah hak aku. Namun saat ini aku hanya bisa berdoa dan beribadah, Aku pasrah melewati ini semua. Semoga ini bisa segera terlewati," ujarnya pasrah.


19.38 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger