Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tersangka Perbudakan Buruh Tempramental dan Tertutup

Written By Kompdub on Minggu, 05 Mei 2013 | 19.58


JAKARTA, KOMPAS.com — Yuki Irawan (41), pemilik pabrik pengolahan limbah menjadi panci aluminium di Tangerang, yang menjadi tersangka perampasan kemerdekaan dan penganiayaan puluhan buruhnya, dikenal sebagai orang yang tempramental. Tak hanya itu, tersangka pun tak begitu dekat dengan tetangga di sekitarnya.


Seorang tetangga pemilik warung persis di sebelah pabrik Yuki yang enggan menyebut namanya menjelaskan, Yuki tinggal di Kampung Bayur Opak, RT 03 RW 06, Lebak Wangi, Sepatan Timur, Tangerang, Banten, sekitar 20 tahun silam saat mengontrak sepetak rumah. Meski tergolong lama, ia jarang berkomunikasi dengan lingkungan tetangga di sekitarnya.


"Dia jarang ngobrol, orangnya tempramental. Warga sini jadi males. Keluar dari pabrik sama rumahnya saja jarang. Dia paling cuma ngurusin karyawannya doang," ujarnya saat ditemui Kompas.com, Sabtu (4/5/2013) malam.


Sifatnya tersebut pun kerap menyebabkan Yuki bersitegang dengan tetangga-tetangganya karena alasan-alasan yang sepele. Namun, meski kerap memiliki masalah dengan tetangganya, Yuki tidak mengubah sikapnya yang tergolong arogan. Para tetangga menilai sikap tersebut muncul atas latar belakang kesuksesannya mengelola usaha.


"Ya, namanya orang banyak duitnya gimana sih, sikapnya begitu. Kita semua di sini sih sudah tahu gimana, jadi ya nggak ngurusin, masing-masing mengurusi hidupnya saja akhirnya," lanjutnya.


Wanita yang rumahnya berada persis di samping pabrik pengolahan limbah menjadi panci aluminium itu menuturkan, meski jarang bergaul dengan para tetangganya, Yuki termasuk orang yang sukses.


Hal itu terbukti dari usaha yang semula hanya pengolahan limbah menjadi batang aluminium, hingga akhirnya limbah menjadi panci yang memiliki nilai ekonomis jauh lebih tinggi. Buah kesuksesannya tersebut ditunjukkan Yuki melalui dibangunnya sebuah rumah megah yang berada di samping pabrik pembuatan panci aluminium, dua tahun yang lalu.


Yuki, istrinya, serta empat orang anaknya yang semula tinggal di rumah lamanya yang berada dekat pabrik pun berpindah ke rumah mewah dua lantai tersebut. Sayang, kegemilangan bisnis Yuki ternoda oleh praktik perbudakannya terhadap para buruh.


Yuki menjadi salah satu dari tujuh tersangka kasus perampasan kemerdekaan sekaligus penganiayaan sebanyak 34 buruh di pabriknya. Adapun tujuh tersangka lain yakni Sudirman (34), Nurdin (34), Jaya alias Mandor (41), dan tangan kanan Yuki, Tedi Sukarno (34). Sementara dua orang lain, Tio dan Jack, buron.


Para tersangka dikenakan Pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Hal itu dilihat dari beberapa temuan, antara lain pemilik pabrik tak membayar gaji sebagian besar buruh, pemilik pabrik juga tak memberikan fasilitas hidup yang layak, tak membiarkan buruh melakukan shalat, tidak memperbolehkan para buruhnya istirahat, serta melakukan penganiayaan terhadap buruh.


Kini, kelima tersangka ditahan dan diperiksa di Polresta Tangerang. Sebanyak 34 buruh yang dibebaskan dari pabrik tersebut direncanakan untuk dipulangkan ke kampung masing-masing.






Editor :


Erlangga Djumena









19.58 | 0 komentar | Read More

Tersangka Perbudakan Buruh Tempramental dan Tertutup


JAKARTA, KOMPAS.com — Yuki Irawan (41), pemilik pabrik pengolahan limbah menjadi panci aluminium di Tangerang, yang menjadi tersangka perampasan kemerdekaan dan penganiayaan puluhan buruhnya, dikenal sebagai orang yang tempramental. Tak hanya itu, tersangka pun tak begitu dekat dengan tetangga di sekitarnya.


Seorang tetangga pemilik warung persis di sebelah pabrik Yuki yang enggan menyebut namanya menjelaskan, Yuki tinggal di Kampung Bayur Opak, RT 03 RW 06, Lebak Wangi, Sepatan Timur, Tangerang, Banten, sekitar 20 tahun silam saat mengontrak sepetak rumah. Meski tergolong lama, ia jarang berkomunikasi dengan lingkungan tetangga di sekitarnya.


"Dia jarang ngobrol, orangnya tempramental. Warga sini jadi males. Keluar dari pabrik sama rumahnya saja jarang. Dia paling cuma ngurusin karyawannya doang," ujarnya saat ditemui Kompas.com, Sabtu (4/5/2013) malam.


Sifatnya tersebut pun kerap menyebabkan Yuki bersitegang dengan tetangga-tetangganya karena alasan-alasan yang sepele. Namun, meski kerap memiliki masalah dengan tetangganya, Yuki tidak mengubah sikapnya yang tergolong arogan. Para tetangga menilai sikap tersebut muncul atas latar belakang kesuksesannya mengelola usaha.


"Ya, namanya orang banyak duitnya gimana sih, sikapnya begitu. Kita semua di sini sih sudah tahu gimana, jadi ya nggak ngurusin, masing-masing mengurusi hidupnya saja akhirnya," lanjutnya.


Wanita yang rumahnya berada persis di samping pabrik pengolahan limbah menjadi panci aluminium itu menuturkan, meski jarang bergaul dengan para tetangganya, Yuki termasuk orang yang sukses.


Hal itu terbukti dari usaha yang semula hanya pengolahan limbah menjadi batang aluminium, hingga akhirnya limbah menjadi panci yang memiliki nilai ekonomis jauh lebih tinggi. Buah kesuksesannya tersebut ditunjukkan Yuki melalui dibangunnya sebuah rumah megah yang berada di samping pabrik pembuatan panci aluminium, dua tahun yang lalu.


Yuki, istrinya, serta empat orang anaknya yang semula tinggal di rumah lamanya yang berada dekat pabrik pun berpindah ke rumah mewah dua lantai tersebut. Sayang, kegemilangan bisnis Yuki ternoda oleh praktik perbudakannya terhadap para buruh.


Yuki menjadi salah satu dari tujuh tersangka kasus perampasan kemerdekaan sekaligus penganiayaan sebanyak 34 buruh di pabriknya. Adapun tujuh tersangka lain yakni Sudirman (34), Nurdin (34), Jaya alias Mandor (41), dan tangan kanan Yuki, Tedi Sukarno (34). Sementara dua orang lain, Tio dan Jack, buron.


Para tersangka dikenakan Pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Hal itu dilihat dari beberapa temuan, antara lain pemilik pabrik tak membayar gaji sebagian besar buruh, pemilik pabrik juga tak memberikan fasilitas hidup yang layak, tak membiarkan buruh melakukan shalat, tidak memperbolehkan para buruhnya istirahat, serta melakukan penganiayaan terhadap buruh.


Kini, kelima tersangka ditahan dan diperiksa di Polresta Tangerang. Sebanyak 34 buruh yang dibebaskan dari pabrik tersebut direncanakan untuk dipulangkan ke kampung masing-masing.






Editor :


Erlangga Djumena









19.47 | 0 komentar | Read More

Iron Man Lebih Hebat dari Thor dan Captain America


Jakarta – Film Iron Man 3 baru saja diluncurkan. Bagi pecinta superheroes, mungkin ada satu pertanyaan mengapa filmnya yang dibintangi Robert Downey Jr ini selalu ditunggu-tunggu sejak sekuel pertamanya. Mengapa seorang Iron Man lebih menarik ketimbang Marvel’s The Avengers yang mempertemukan banyak tokoh Marvel, seperti Thor dan Captain America.


Jawabannya, Iron Man punya karisma luar biasa, dan lebih manusiawi. Dalam Iron Man 3, hanya butuh dua menit untuk menjelaskan hal tersebut. Film dibuka dengan adegan Tony Stark yang ditampilkan sebagai sosok yang dikagumi dan dicari banyak orang. Bahkan hingga akhir film Tony digambarkan sebagai superhero yang dekat dengan kehidupan sehari-hari manusia. Identitasnya tidak disembunykan. Iron Man pun merasakan jatuh cinta, hingga diminta komitmennya dalam menjalin hubungan. Hal yang sangat sulit dijalankan bagi seorang pria, apalagi superhero.


Bandingkan dengan Thor, atau Captain America yang tampil kaku dan sedikit dingin dalam menghadapi wanita. Keduanya dieksploitasi hanya sebagai penyelamat dunia, meninggalkan perannya sebagai manusia biasa dan hasrat untuk mencintai dan dicintai.



19.38 | 0 komentar | Read More

Mengapa Tersangka Korupsi Masuk Capres Alternatif


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad menjadi salah satu tokoh yang dianggap layak menjadi calon presiden atau wakil presiden alternatif di Pemilu 2014. Hal ini terlihat dari hasil riset Pol Tracking Institute yang dirilis di Jakarta, Minggu (5/5/2013).


Hasil riset yang dilakukan Maret-April 2013 terhadap 100 tokoh yang berkinerja baik ketika menjadi kepala daerah di era reformasi, Fadel berada di urutan ke tiga dengan skor 70,38. Padahal, Fadel masih menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi.


Ketika dipertanyakan hasil riset itu dengan status Fadel, Direktur Eksekutif Pol Tracking Intitute Hanta Yuda mengatakan, memang begitu lah hasil penilaian para ahli. Dampak dari status tersangka, Fadel berada di urutan buncit dari aspek integritas. Namun, mantan Menteri Perikanan dan Kelautan itu tetap mendapat nilai positif, yakni 62,74.


Dari aspek lain, Fadel disebut mendapat nilai tinggi, yakni intelektual/gagasan (skor 74,18), visioner (72,68), leadership skill (70,34), pengalaman prestasi (72,74), keberanian mengambil keputusan (73,2), komunikasi publik (72,74), aspiratif dan responsif (68,68), penerimaan publik (67,8), dan penerimaan partai (68,66).


"Masuknya Fadel di urutan ketiga dipengaruhi kemampuan leadership yang cukup menonjol dalam memimpin Gorontalo dan karir politiknya partai politik (Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar)," kata Hanta.


Pakar Psikologi Politik dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk mengatakan, sangat sulit mencari tokoh yang bersih seperti malaikat. Hanya saja, publik perlu mencari sosok yang dosanya paling kecil dan berprestasi ketika memimpin. Publik jangan hanya melihat karena popularitas.


Seperti diberitakan, Fadel tersangkut kasus korupsi dana selisih penggunaan anggaraan DPRD Provinsi Gorontalo 2001 senilai Rp 5,4 miliar ketika menjadi Gubernur Gorontalo. Penyidikan kasus itu sempat dihentikan, namun dibuka kembali oleh kejaksaan. Ia sudah berkali-kali membantah terlibat korupsi.






Editor :


Erlangga Djumena









19.31 | 0 komentar | Read More

Imigrasi Kini Ada di Pesawat Garuda Shanghai-Jakarta


JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terhitung sejak Sabtu (4/5/2013) akan menerapkan pelayanan imigrasi di dalam pesawat kepada semua penumpang Garuda rute Shanghai-Jakarta. Pelayanan yang sama telah diterapkan untuk jalur Tokyo-Jakarta, Osaka-Denpasar, Seoul-Jakarta, Sydney-Jakarta, dan Sydney- Denpasar.


Hal itu disampaikan Direktur Layanan Garuda Indonesia Faik Fahmi saat menjelaskan layanan imigrasi dalam pesawat Garuda yang melibatkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Jumat. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Windoro Adi, dari Shanghai, China.


Menurut Gatot Subroto, Direktur Dokumen Perjalanan, Visa, dan Fasilitas Keimigrasian, Kementerian Hukum dan HAM, pemeriksaan paspor dan pemberian visa on arrival akan diproses di dalam pesawat saat terbang. Pelayanan dilakukan oleh dua petugas imigrasi yang ikut terbang bersama penumpang.


Setelah penumpang mendapat visa, petugas akan memberikan satu kartu khusus yang nantinya akan diserahkan kepada petugas imigrasi di anjungan kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.


Gatot menegaskan, saat ini ada 17 petugas imigrasi yang melayani pemeriksaan dalam pesawat. ”Garuda menyetarakan mereka seperti awak kabin Garuda. Tiba dari Jakarta ke Shanghai sore, pagi sudah berangkat lagi ke Jakarta,” kata Gatot.


Dengan demikian, menurut Faik, penumpang tak lagi mengantre di anjungan kedatangan pos-pos imigrasi. ”Sebelumnya sering terjadi, setelah lelah berjam-jam naik pesawat, penumpang masih harus mengantre di pos imigrasi,” tutur Faik.


Pasar Sumatera


Sementara itu, Garuda Indonesia, Jumat, meresmikan pembukaan titik kumpul (hub) yang keempat. Titik kumpul ini merupakan titik kumpul di wilayah barat yang menggarap pasar wilayah Sumatera.


Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, pembukaan titik kumpul ini mengikuti ekspansi yang terkait dengan Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di wilayah Sumatera. Pihaknya mendukung MP3EI karena dalam setiap pengembangan usaha dibutuhkan konektivitas.


Pujobroto, Vice President Corporate Communication Garuda, mengatakan, pembukaan titik kumpul ini juga untuk menyambut akan dibukanya Bandara Internasional Kualanamu. Bandara yang akan dibuka pada 25 Juli mendatang itu berkapasitas 8,1 juta penumpang per tahun pada tahap pertama.


Garuda akan menempatkan lima pesawat tipe Bombardier CRJ 1000 di Bandara Internasional Polonia, Medan. Pesawat-pesawat itu akan melayani rute Medan-Banda Aceh, Medan-Padang, Medan-Pekanbaru, Medan-Batam, dan Medan-Palembang.(MAR/ARN)






Editor :


Erlangga Djumena









19.29 | 0 komentar | Read More

Marquez Panaskan Pemanasan


SPANYOL, KOMPAS.com — Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan Marc Marquez terus menebar ancaman jelang GP Spanyol yang akan berlangsung hari ini, Minggu (5/5/2013), mulai pukul 14.00 waktu setempat. Tiga pebalap Spanyol ini akan memulai balapan dari baris terdepan dengan Lorenzo sebagai pole sitter.


Pada sesi pemanasan sebelum balapan, tiga rider ini kembali pamer taji. Lorenzo yang Sabtu kemarin genap berusia 26 tahun, memimpin hampir di sepanjang sesi. Namun, menjelang akhir dia harus mengakui keunggulan Marquez, yang merupakan pendatang baru di balap roda dua paling bergengsi ini.


Marquez mencatat waktu tercepat, satu menit 39,231 detik, atau 0,238 detik lebih cepat dari catatan waktu Marquez. Ini adalah kali pertama Marquez mencatat waktu tercepat dari semua sesi yang berlangsung sepanjang akhir pekan ini, sebelum balapan nanti.


Marquez adalah pemenang seri kedua di Austin, dua pekan lalu. Bersama Lorenzo, dia memimpin klasemen sementara dengan poin sama, 41. Pedrosa di posisi tiga dengan 33 angka. Pada sesi pemanasan kali ini, Pedrosa mencatat waktu tercepat ketiga, satu menit 39,609 detik.


Pebalap non-Spanyol yang berhasil mencatat waktu tercepat adalah Cal Crutchlow dari Monster Yamaha Tech 3, dengan satu menit 39,726 detik. Sejauh ini, pebalap Inggris tersebut tampil memesona di Jerez, termasuk saat selamat dari dua kali kecelakaan cukup parah, Sabtu kemarin, pada sesi latihan bebas empat dan kualifikasi 2.


Hasil Pemanasan


1. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 39.231s
2. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 39.469s
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 39.609s
4. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 39.726s
5. Nicky Hayden USA Ducati Team (GP13) 1m 40.125s
6. Aleix Espargaro ESP Power Electronics Aspar (ART CRT) 1m 40.135s
7. Stefan Bradl GER LCR Honda MotoGP (RC213V) 1m 40.181s
8. Valentino Rossi ITA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 40.382s
9. Alvaro Bautista ESP Go&Fun Honda Gresini (RC213V) 1m 40.393s
10. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 40.404s
11. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP13) 1m 40.429s
12. Hiroshi Aoyama JPN Avintia Blusens (FTR-Kawasaki CRT) 1m 40.448s
13. Randy De Puniet FRA Power Electronics Aspar (ART CRT) 1m 40.610s
14. Andrea Iannone ITA Energy T.I. Pramac Racing (GP13) 1m 40.690s
15. Michele Pirro ITA Ducati Test Team (GP13) 1m 40.841s
16. Hector Barbera ESP Avintia Blusens (FTR-Kawasaki CRT) 1m 41.154s
17. Claudio Corti ITA NGM Forward Racing (FTR-Kawasaki CRT) 1m 41.666s
18. Lukas Pesek CZE Came IodaRacing Project (Suter-BMW CRT) 1m 41.867s
19. Colin Edwards USA NGM Forward Racing (FTR-Kawasaki CRT) 1m 41.998s
20. Danilo Petrucci ITA Came IodaRacing Project (Suter-BMW CRT) 1m 42.016s
21. Yonny Hernandez COL Paul Bird Motorsport (ART CRT) 1m 42.030s
22. Bryan Staring AUS Go&Fun Honda Gresini (FTR-Honda CRT) 1m 42.105s
23. Michael Laverty GBR Paul Bird Motorsport (PBM CRT) 1m 42.920s

Pole position time:
Jorge Lorenzo ESP Yamaha 1m 38.673s

Official Jerez MotoGP records:
Best lap:
Jorge Lorenzo ESP Yamaha 1m 38.189s (2008)
Fastest race lap:
Dani Pedrosa ESP Honda 1m 39.731s (2008)







Editor :


Pipit Puspita Rini









19.11 | 0 komentar | Read More

Hendak Menjemur, Radikta Jatuh dari Lantai IV dan Tewas

Written By Kompdub on Sabtu, 04 Mei 2013 | 19.58





Hendak Menjemur, Radikta Jatuh dari Lantai IV dan Tewas





Sabtu, 4 Mei 2013 | 19:21 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Radikta Pawanto (25) tewas seketika setelah jatuh dari lantai IV Ruko Palem Mutiara Blok C3 No 32, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (4/5/2013) siang. Pria lajang asal Lodan Besar, Gresik, Jawa Timur, itu terperosok ke dalam lubang saat hendak menjemur pakaian.

Kepala Unit Reskrim Polrestro Cengkareng Ajun Komisaris Khoiri mengatakan, korban tewas di tempat karena mengalami luka parah di bagian belakang kepalanya. "Kejadian tersebut berawal ketika korban sedang menjemur pakaian di lantai IV ruko yang ditempatinya pada pukul 12.50. Saat itu, ia menginjak lubang yang tertutup papan tripleks, yang ternyata lubang itu lorong udara yang menghubungkan lantai dasar dengan lantai IV," kata Khoiri, Sabtu siang.

Setelah itu, korban langsung terjerembab. Bagian kepalanya remuk karena terbentur lantai. Karyawan bagian administrasi di sebuah biro hukum itu langsung tewas di tempat.


Empat rekannya korban langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Adapun korban dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk kepentingan otopsi. "Saat ditemukan tewas, korban menggunakan kaus dan bercelana pendek. Ini murni kecelakaan, tidak ada indikasi tindakan kriminal. Kami juga sudah mengabarkan pihak keluarga korban," kata Khoiri.


















19.58 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Megapolitan

KOMPAS.com - MegapolitanKOMPAS.comHendak Menjemur, Radikta Jatuh dari Lantai IV dan TewasBagi PKL Fatmawati, MRT Adalah AncamanDewan Transporasi: Serahkan Pengelolaan "Commuterline" ke DKISatu Kesalahan Fatal Bisa Menghancurkan JokowiBuruh yang Diperbudak Takut Ditembak BrimobKSPI: Kadisnaker Tangerang Harus DicopotPolisi Selidiki Unsur Nepotisme Pabrik yang Perbudak BuruhGunakan Transportasi untuk Mendidik WargaBuruh "Penyelamat" Kabur Lewat GotFOTO: Buruh Korban "Perbudakan" di TangerangPengemis Terlalu Dimanjakan MasyarakatWN Afrika Selatan Dirampok di TaksiIni Nama Buruh yang Diperbudak Mandor di TangerangTangerang Selatan Targetkan PAD Rp 400 MiliarPesawat Latih yang Gagal Mendarat Sudah Ditangani


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Sat , 04 May 2013 19:45:12 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/19213499/Hendak.Menjemur..Radikta.Jatuh.dari.Lantai.IV.dan.Tewas Sat , 04 May 2013 19:21:34 UTC+0700Seorang pria bernama Radikta Pawanto 25 tewas seketika setelah jatuh dari lantai IV Ruko Palem Mutiara Blok C3 No 32, Cengkareng. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/19213499/Hendak.Menjemur..Radikta.Jatuh.dari.Lantai.IV.dan.Tewas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/19213499/Hendak.Menjemur..Radikta.Jatuh.dari.Lantai.IV.dan.Tewas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/19071035/Bagi.PKL.Fatmawati..MRT.Adalah.Ancaman Sat , 04 May 2013 19:07:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/13/1106465-lks-padagang-fatmawati-tolak-mrt-layang--t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bagi pedagang kaki lima di Jalan Fatmawati dan sekitarnya, proyek MRT layang atau di bawah tanah akan mengancam mata pencaharian mereka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/19071035/Bagi.PKL.Fatmawati..MRT.Adalah.Ancaman">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/19071035/Bagi.PKL.Fatmawati..MRT.Adalah.Ancaman http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/18124310/Dewan.Transporasi.Serahkan.Pengelolaan.Commuterline.ke.DKI Sat , 04 May 2013 18:12:43 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/26/1435035-nut--uji-coba-tiket-elektronik--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menilai, seharusnya manajemen transportasi KRL commuterline diserahkan ke Pemprov DKI. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/18124310/Dewan.Transporasi.Serahkan.Pengelolaan.Commuterline.ke.DKI">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/18124310/Dewan.Transporasi.Serahkan.Pengelolaan.Commuterline.ke.DKI http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/17490729/Satu.Kesalahan.Fatal.Bisa.Menghancurkan.Jokowi Sat , 04 May 2013 17:49:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/23/1829024-rapat-pertama-jokowi--ahok-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dirut Yayasan PPM Andi Ilham Said menilai, Jokowi dan Basuki sangat klop memimpin Jakarta. Namun, satu kesalahan fatal bisa menghancurkan mereka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/17490729/Satu.Kesalahan.Fatal.Bisa.Menghancurkan.Jokowi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/17490729/Satu.Kesalahan.Fatal.Bisa.Menghancurkan.Jokowi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/1736258/Buruh.yang.Diperbudak.Takut.Ditembak.Brimob Sat , 04 May 2013 17:36:25 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1543047-perbudakan-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Para buruh yang dipekerjakan tidak layak di sebuah pabrik di Tangerang tak berani kabur karena ada oknum diduga Brimob yang mengancam mereka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/1736258/Buruh.yang.Diperbudak.Takut.Ditembak.Brimob">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/1736258/Buruh.yang.Diperbudak.Takut.Ditembak.Brimob http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16520332/KSPI.Kadisnaker.Tangerang.Harus.Dicopot Sat , 04 May 2013 16:52:03 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1549023-perbudakan-di-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia KSPI menuntut agar pihak-pihak yang terkait penyekapan buruh harus bertanggung jawab. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16520332/KSPI.Kadisnaker.Tangerang.Harus.Dicopot">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16520332/KSPI.Kadisnaker.Tangerang.Harus.Dicopot http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16401425/Polisi.Selidiki.Unsur.Nepotisme.Pabrik.yang.Perbudak.Buruh Sat , 04 May 2013 16:40:14 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1602526-perbudakan-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pabrik yang memperbudak buruhnya di Kabupaten Tangerang tidak memiliki izin usaha. Ada surat keterangan usaha tetapi diterbitkan kelurahan lain. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16401425/Polisi.Selidiki.Unsur.Nepotisme.Pabrik.yang.Perbudak.Buruh">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16401425/Polisi.Selidiki.Unsur.Nepotisme.Pabrik.yang.Perbudak.Buruh http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16154584/Gunakan.Transportasi.untuk.Mendidik.Warga Sat , 04 May 2013 16:15:45 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/23/5113390t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Keberadaan manajemen dan sistem transportasi publik yang baik dapat menjadi sarana edukasi bagi warga. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16154584/Gunakan.Transportasi.untuk.Mendidik.Warga">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16154584/Gunakan.Transportasi.untuk.Mendidik.Warga http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16074177/Buruh.Penyelamat.Kabur.Lewat.Got Sat , 04 May 2013 16:07:41 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1602526-perbudakan-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tekanan fisik dan mental oleh bos dan mandor membuat dua buruh pabrik yang disekap berontak dan melarikan diri. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16074177/Buruh.Penyelamat.Kabur.Lewat.Got">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16074177/Buruh.Penyelamat.Kabur.Lewat.Got http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15553570/FOTO.Buruh.Korban.Perbudakan.di.Tangerang Sat , 04 May 2013 15:55:35 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1543047-perbudakan-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Puluhan orang buruh, sebagian besar berusia 20 tahun, dipekerjakan secara tidak layak di sebuah pabrik pengolahan alumunium di Kabupaten Tangerang <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15553570/FOTO.Buruh.Korban.Perbudakan.di.Tangerang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15553570/FOTO.Buruh.Korban.Perbudakan.di.Tangerang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15473126/Pengemis.Terlalu.Dimanjakan.Masyarakat Sat , 04 May 2013 15:47:31 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/12/21/1442549t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Banyaknya jumlah gelandangan dan pengemis karena banyak masyarakat yang masih memanjakannya dengan terus memberi uang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15473126/Pengemis.Terlalu.Dimanjakan.Masyarakat">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15473126/Pengemis.Terlalu.Dimanjakan.Masyarakat http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15414197/WN.Afrika.Selatan.Dirampok.di.Taksi Sat , 04 May 2013 15:41:41 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/10/0142049-ilustrasi-taksi-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang warga negara Afrika Selatan, George Anthony 32, mengalami perampokan di dalam taksi. Uangnya sebesar Rp 29 juta melayang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15414197/WN.Afrika.Selatan.Dirampok.di.Taksi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15414197/WN.Afrika.Selatan.Dirampok.di.Taksi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15314069/Ini.Nama.Buruh.yang.Diperbudak.Mandor.di.Tangerang Sat , 04 May 2013 15:31:40 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1530365-perbudakan-di-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sebanyak 35 orang buruh menjadi korban penyekapan di sebuah pabrik di Sepatan Timur, Tangerang. Inilah nama-nama mereka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15314069/Ini.Nama.Buruh.yang.Diperbudak.Mandor.di.Tangerang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15314069/Ini.Nama.Buruh.yang.Diperbudak.Mandor.di.Tangerang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15115229/Tangerang.Selatan.Targetkan.PAD.Rp.400.Miliar Sat , 04 May 2013 15:11:52 UTC+0700Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, menargetkan Pendapatan Asli Daerah PAD tahun 2013 sebesar RP400 Miliar. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15115229/Tangerang.Selatan.Targetkan.PAD.Rp.400.Miliar">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15115229/Tangerang.Selatan.Targetkan.PAD.Rp.400.Miliar http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/14285271/Pesawat.Latih.yang.Gagal.Mendarat.Sudah.Ditangani Sat , 04 May 2013 14:28:52 UTC+0700Pesawat latih yang mengalami gagal mendarat di lapangan terbang Pondok Cabe Tangerang Selatan sudah dalam penanganan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/14285271/Pesawat.Latih.yang.Gagal.Mendarat.Sudah.Ditangani">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/14285271/Pesawat.Latih.yang.Gagal.Mendarat.Sudah.Ditangani


KOMPAS.com - MegapolitanKOMPAS.comHendak Menjemur, Radikta Jatuh dari Lantai IV dan TewasBagi PKL Fatmawati, MRT Adalah AncamanDewan Transporasi: Serahkan Pengelolaan "Commuterline" ke DKISatu Kesalahan Fatal Bisa Menghancurkan JokowiBuruh yang Diperbudak Takut Ditembak BrimobKSPI: Kadisnaker Tangerang Harus DicopotPolisi Selidiki Unsur Nepotisme Pabrik yang Perbudak BuruhGunakan Transportasi untuk Mendidik WargaBuruh "Penyelamat" Kabur Lewat GotFOTO: Buruh Korban "Perbudakan" di TangerangPengemis Terlalu Dimanjakan MasyarakatWN Afrika Selatan Dirampok di TaksiIni Nama Buruh yang Diperbudak Mandor di TangerangTangerang Selatan Targetkan PAD Rp 400 MiliarPesawat Latih yang Gagal Mendarat Sudah Ditangani


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Sat , 04 May 2013 19:45:12 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/19213499/Hendak.Menjemur..Radikta.Jatuh.dari.Lantai.IV.dan.Tewas Sat , 04 May 2013 19:21:34 UTC+0700Seorang pria bernama Radikta Pawanto 25 tewas seketika setelah jatuh dari lantai IV Ruko Palem Mutiara Blok C3 No 32, Cengkareng. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/19213499/Hendak.Menjemur..Radikta.Jatuh.dari.Lantai.IV.dan.Tewas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/19213499/Hendak.Menjemur..Radikta.Jatuh.dari.Lantai.IV.dan.Tewas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/19071035/Bagi.PKL.Fatmawati..MRT.Adalah.Ancaman Sat , 04 May 2013 19:07:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/13/1106465-lks-padagang-fatmawati-tolak-mrt-layang--t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bagi pedagang kaki lima di Jalan Fatmawati dan sekitarnya, proyek MRT layang atau di bawah tanah akan mengancam mata pencaharian mereka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/19071035/Bagi.PKL.Fatmawati..MRT.Adalah.Ancaman">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/19071035/Bagi.PKL.Fatmawati..MRT.Adalah.Ancaman http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/18124310/Dewan.Transporasi.Serahkan.Pengelolaan.Commuterline.ke.DKI Sat , 04 May 2013 18:12:43 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/26/1435035-nut--uji-coba-tiket-elektronik--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menilai, seharusnya manajemen transportasi KRL commuterline diserahkan ke Pemprov DKI. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/18124310/Dewan.Transporasi.Serahkan.Pengelolaan.Commuterline.ke.DKI">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/18124310/Dewan.Transporasi.Serahkan.Pengelolaan.Commuterline.ke.DKI http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/17490729/Satu.Kesalahan.Fatal.Bisa.Menghancurkan.Jokowi Sat , 04 May 2013 17:49:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/23/1829024-rapat-pertama-jokowi--ahok-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dirut Yayasan PPM Andi Ilham Said menilai, Jokowi dan Basuki sangat klop memimpin Jakarta. Namun, satu kesalahan fatal bisa menghancurkan mereka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/17490729/Satu.Kesalahan.Fatal.Bisa.Menghancurkan.Jokowi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/17490729/Satu.Kesalahan.Fatal.Bisa.Menghancurkan.Jokowi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/1736258/Buruh.yang.Diperbudak.Takut.Ditembak.Brimob Sat , 04 May 2013 17:36:25 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1543047-perbudakan-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Para buruh yang dipekerjakan tidak layak di sebuah pabrik di Tangerang tak berani kabur karena ada oknum diduga Brimob yang mengancam mereka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/1736258/Buruh.yang.Diperbudak.Takut.Ditembak.Brimob">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/1736258/Buruh.yang.Diperbudak.Takut.Ditembak.Brimob http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16520332/KSPI.Kadisnaker.Tangerang.Harus.Dicopot Sat , 04 May 2013 16:52:03 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1549023-perbudakan-di-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia KSPI menuntut agar pihak-pihak yang terkait penyekapan buruh harus bertanggung jawab. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16520332/KSPI.Kadisnaker.Tangerang.Harus.Dicopot">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16520332/KSPI.Kadisnaker.Tangerang.Harus.Dicopot http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16401425/Polisi.Selidiki.Unsur.Nepotisme.Pabrik.yang.Perbudak.Buruh Sat , 04 May 2013 16:40:14 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1602526-perbudakan-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pabrik yang memperbudak buruhnya di Kabupaten Tangerang tidak memiliki izin usaha. Ada surat keterangan usaha tetapi diterbitkan kelurahan lain. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16401425/Polisi.Selidiki.Unsur.Nepotisme.Pabrik.yang.Perbudak.Buruh">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16401425/Polisi.Selidiki.Unsur.Nepotisme.Pabrik.yang.Perbudak.Buruh http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16154584/Gunakan.Transportasi.untuk.Mendidik.Warga Sat , 04 May 2013 16:15:45 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/23/5113390t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Keberadaan manajemen dan sistem transportasi publik yang baik dapat menjadi sarana edukasi bagi warga. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16154584/Gunakan.Transportasi.untuk.Mendidik.Warga">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16154584/Gunakan.Transportasi.untuk.Mendidik.Warga http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16074177/Buruh.Penyelamat.Kabur.Lewat.Got Sat , 04 May 2013 16:07:41 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1602526-perbudakan-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tekanan fisik dan mental oleh bos dan mandor membuat dua buruh pabrik yang disekap berontak dan melarikan diri. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16074177/Buruh.Penyelamat.Kabur.Lewat.Got">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/16074177/Buruh.Penyelamat.Kabur.Lewat.Got http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15553570/FOTO.Buruh.Korban.Perbudakan.di.Tangerang Sat , 04 May 2013 15:55:35 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1543047-perbudakan-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Puluhan orang buruh, sebagian besar berusia 20 tahun, dipekerjakan secara tidak layak di sebuah pabrik pengolahan alumunium di Kabupaten Tangerang <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15553570/FOTO.Buruh.Korban.Perbudakan.di.Tangerang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15553570/FOTO.Buruh.Korban.Perbudakan.di.Tangerang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15473126/Pengemis.Terlalu.Dimanjakan.Masyarakat Sat , 04 May 2013 15:47:31 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/12/21/1442549t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Banyaknya jumlah gelandangan dan pengemis karena banyak masyarakat yang masih memanjakannya dengan terus memberi uang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15473126/Pengemis.Terlalu.Dimanjakan.Masyarakat">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15473126/Pengemis.Terlalu.Dimanjakan.Masyarakat http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15414197/WN.Afrika.Selatan.Dirampok.di.Taksi Sat , 04 May 2013 15:41:41 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/10/0142049-ilustrasi-taksi-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang warga negara Afrika Selatan, George Anthony 32, mengalami perampokan di dalam taksi. Uangnya sebesar Rp 29 juta melayang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15414197/WN.Afrika.Selatan.Dirampok.di.Taksi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15414197/WN.Afrika.Selatan.Dirampok.di.Taksi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15314069/Ini.Nama.Buruh.yang.Diperbudak.Mandor.di.Tangerang Sat , 04 May 2013 15:31:40 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1530365-perbudakan-di-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sebanyak 35 orang buruh menjadi korban penyekapan di sebuah pabrik di Sepatan Timur, Tangerang. Inilah nama-nama mereka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15314069/Ini.Nama.Buruh.yang.Diperbudak.Mandor.di.Tangerang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15314069/Ini.Nama.Buruh.yang.Diperbudak.Mandor.di.Tangerang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15115229/Tangerang.Selatan.Targetkan.PAD.Rp.400.Miliar Sat , 04 May 2013 15:11:52 UTC+0700Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, menargetkan Pendapatan Asli Daerah PAD tahun 2013 sebesar RP400 Miliar. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15115229/Tangerang.Selatan.Targetkan.PAD.Rp.400.Miliar">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/15115229/Tangerang.Selatan.Targetkan.PAD.Rp.400.Miliar http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/14285271/Pesawat.Latih.yang.Gagal.Mendarat.Sudah.Ditangani Sat , 04 May 2013 14:28:52 UTC+0700Pesawat latih yang mengalami gagal mendarat di lapangan terbang Pondok Cabe Tangerang Selatan sudah dalam penanganan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/14285271/Pesawat.Latih.yang.Gagal.Mendarat.Sudah.Ditangani">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/04/14285271/Pesawat.Latih.yang.Gagal.Mendarat.Sudah.Ditangani


19.47 | 0 komentar | Read More

Grand Final X Factor Tanpa Mikha Angelo


Jakarta - Malam paling mendebarkan bagi keempat finalis X Factor Indonesia baru saja usai. Tepatnya pada Sabtu (4/5) dini hari, ketegangan di antara Mikha Angelo, Fatin, Nu Dimension, dan Novita Dewi berakhir.


Hasil voting SMS (short messaging service) menunjukan bahwa Mikha, anak didik penyanyi yang sudah dikernal secara internasional Anggun C. Sasmi, harus pulang. Mikha tidak bisa ikut meramaikan grand final X Factor Indonesia.


Pada Gala Show ke-11, Jumat (3/5), di Studio 8 RCTI Kebun Jeruk, hasil voting memutuskan Fatin Shidqia dan Mikha Angelo berada di posisi dua terbawah.


Hasil tersebut otomatis membuat dua mentor X Factor, Anggun dan Rossa gelisah. Dan ternyata Mikha Angelo memperoleh voting terendah, dan langkahnya menuju Grand Final terhenti sampai disini.


Penampilan Mikha dengan band The Overtunes, band yang ia miliki bersama saudara-saudaranya, sangat memukau seluruh pemirsa RCTI.


Bahkan dalam gala show ke-11 ini, untuk pertama kalinya pula Mikha membawakan lagu yang di aransemen sendiri. Tetapi hasil SMS menentukan jalan lain. Mikha harus pergi dari panggung yang sudah membesarkan namanya ini.


Sementara itu pada gala show ke 11 ini para peserta masih diminta menyanyikan dua lagu yang berbeda bahasa.


Tantangan pertama bagi para finalis yakni mereka menyanyikan lagu barat sesuai karakter mereka. Hal ini tentu saja bukan sesuatu mudah, karena mereka harus bisa membuat penonton melupakan karakter penyanyi asli dari lagu-lagu tersebut.


Tantangan kedua, para finalis membawakan lagu-lagu dari band papan atas tanah air, yaitu Noah.


Sebagai penampil pertama Mikha Angelo membawakan lagu "Crazy Love" dari Van Morisson, kemudian dilanjutkan dengan Fatin Shidqia membawakan "One Way or Another" dari Blondie, Nu Dimension dengan


"Points of Authority" dari Linkin Park, Novita Dewi dengan "Nothing Compares To You" dari Sinead O’Connor.


Pada penampilan kedua para finalis membawakan lagu dari Noah, kembali diawali oleh Mikha Angelo dengan "Mungkin Nanti", Fatin Shidqia dengan "Tak Ada Yang Abadi", Nu Dimension membawakan lagu "Cobalah Mengerti", Novita Dewi dengan "Di Belakangku".


Tidak hanya penampilan spesial yang disuguhkan oleh keempat finalis, tetapi ada juga bintang tamu spesial turut memeriahkan panggung X Factor Indonesia. Lenka salah satu penyanyi internasional yang dikenal melalui lagu "Trouble Is A Friend" menambah kemeriahan konser Gala Show 11 malam tadi.


Tak mau ketinggalan dengan Lenka, Noah Band juga ambil bagian menjadi bintang tamu di X Factor Indonesia. Dan merupakan satu kebanggaan juga, karena pada malam ini para finalis membawakan lagu-lagu dari Ariel cs atau lagu yang mereka bawakan saat masih dengan format Peterpan.


19.38 | 0 komentar | Read More

Ini Kata Anas soal Nasi Kucing dan Panggilan KPK


JAKARTA, KOMPAS.com - Lima hari lalu, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, batal memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi. Pengacara Anas, Firman Wijaya, menyampaikan bahwa Anas berhalangan hadir karena sakit.


Firman mengaku tak tahu persis penyebab sakitnya Anas waktu itu. Namun, menurut Firman, Anas sempat makan nasi kucing sebelum dia sakit. Benarkah Anas sakit seusai makan nasi kucing?


Saat ditemui di kediamannya di Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (4/5/2013), Anas membenarkan bahwa dia sempat makan nasi kucing sebelum sakit dan batal ke KPK. "Tapi saya sakit bukan karena nasi kucing. Kebetulan saja malamnya makan nasi kucing, memang sedang jatahnya sakit," ujar Anas.


Malam sebelum jadwal pemeriksaan KPK, Anas makan nasi yang dibeli di Jalan Arafuru, tak jauh dari kediamannya. "Kalau malam di sana, ada nasi kucing," katanya.


Nasi kucing merupakan sebutan untuk makanan yang dibungkus dalam kemasan kecil, biasanya dengan daun pisang atau kertas pembungkus makanan. Satu bungkus berisi nasi dan lauk dalam porsi sedikit sehingga sering dianggap pas untuk makan seekor kucing.


Anas menuturkan, dia memang hobi makan nasi kucing sejak masih menjadi mahasiswa. Mulanya, Anas senang membeli nasi kucing karena harganya pas dengan kantung mahasiswa. Namun, lama kelamaan dia makin menikmati enaknya makan nasi kucing.


"Ya, itu favorit saya sejak mahasiswa dulu. Waktu ke Yogya, beli nasi kucing. Kemampuan mahasiswa kan cuma beli nasi kucing. Awalnya terpaksa, lama-lama menikmati," ujarnya.


Karena Anas tak memenuhi panggilan pemeriksaan lima hari lalu, KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan Anas pada Senin (6/5/2013). Untuk pemeriksaan lusa, Anas mengaku siap hadir selama tidak sakit. "Insya Allah, kalau tidak ada halangan, selalu hadir," ujarnya.












19.31 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger