Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

\"Dibandingkan Jokowi, Pramono Edhie Enggak Ada Apa-Apanya\"

Written By Kompdub on Senin, 01 Juli 2013 | 19.32






JAKARTA, KOMPAS.com
- Politisi Demokrat Ruhut Sitompul menilai, sebagai calon presiden, Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo lebih baik dibanding Gubernur DKI Joko Widodo alias Jokowi. Namun, peneliti senior bidang politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris, tak sepakat dengan penilaian tersebut.


"Enggak ada apa-apanya Pramono Edhie dibanding Jokowi. Prestasi yang ditunjukan Pramono apa? Walaupun sempat jadi KSAD, enggak ada yang menonjol dari prestasi beliau, kecuali dikenal sebagai adik ipar SBY. Popularitas beliau lebih kepada adik Ani Yudhoyono saja," tutur Syamsuddin di Jakarta, Senin (1/7/2013).

Sebelumnya, sejumlah survei menempatkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi di urutan teratas. Salah satunya, survei Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) yang dirilis 26 Mei lalu, yang menempatkan pria asal Solo itu di urutan teratas dalam hasil survei sebagai calon presiden di Pemilu 2014.

Jokowi unggul di atas nama-nama lainnya, seperti Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Dahlan Iskan, Mahfud MD, Pramono Edhie Wibowo, Djoko Suyanto, dan Gita Wirjawan.

Sentimen negatif


Selain itu, Syamsuddin juga menyoroti dampak kehadiran Pramono Edhie di internal partai. Bergabungnya Pramono Edhie bisa menimbulkan sentimen negatif di internal Partai Demokrat maupun masyarakat. Pasalnya, adik ipar Susilo Bambang Yudhoyono itu mendapat perlakuan istimewa di Demokrat.


"Jangan-jangan sentimennya malah negatif. Kok nepotisme lagi, kok keluarga lagi yang dapat posisi Dewan Pembina?," tuturnya.


Menurutnya, kalangan internal Demokrat bisa saja tidak nyaman dengan perlakuan Pramono. Banyak kader Demokrat harus melewati kepengurusan dari bawah untuk mendapat posisi strategis.


Posisi Dewan Pembina, kata dia, merupakan posisi istimewa. Semestinya, hanya mereka yang berjasa bagi partai bisa mendapat posisi tersebut. Dengan demikian, Syamsuddin meyakini kehadiran mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu tidak akan meningkatkan elektabilitas Demokrat.





Editor : Caroline Damanik




















19.32 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


19.29 | 0 komentar | Read More

Glenn Victor Hasilkan Medali Perak






JAKARTA, Kompas.com - Tim renang Indonesia berhasil menambah satu medali perak lewat Glenn Victor Sutanto di ajang Asian Indoor & Martial Arts Games (AIMAG) di Incheon, Korea, Senin (1/7).

Glenn mencatat waktu 51.82 detik untuk nomor 100 meter gaya kupu-kupu dalam lomba yang berlanghsung di Dowon Aquatics Center.;

Perenang berusia 23 tahun  ini  terpaut 0.26 detik dari peraih medali emas, Chang Gyucheol dari Korea selatan yang mencatat 51.26 detik.

Sementara medali perunggu direbut atlet Vietnam, Hoang Quy Phuoc yang mencatat waktu 52.68 detik.

Indonesia sementara mengumpulkan saty medali emas dan 2 perak dalam AIMAG2013 ini.




Editor : Tjahjo Sasongko















19.11 | 0 komentar | Read More

Jalur Acara Jakarnaval Sudah Dibuka Kembali

Written By Kompdub on Minggu, 30 Juni 2013 | 19.58






JAKARTA, KOMPAS.com - Arus lalu lintas di jalur yang sebelumnya digunakan untuk perayaan Jakarnaval sudah kembali normal. Jalan yang sempat disterilkan selama hampir 4 jam, Minggu (30/6/2013), sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB itu kini sudah dapat dilintasi kendaraan. Sebelumnya, warga memadati jalan dari Merdeka Selatan di depan Balaikota DKI Jakarta hingga Bundaran Hotel Indonesia.

"Informasi barusan semua jalur yang sempat ditutup sudah dibuka kembali," kata Kepalda Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Budiyanto, saat dihubungi Kompas.com, Minggu malam.

Sebelum dibuka penuh, pihak kepolisan sendiri menerapkan buka tutup jalur sementara. Pasalnya, di Bundaran Hotel Indonesia masih ada warga yang berkumpul setelah acara Jakarnaval berakhir.

"Tadinya yang di Bundaran HI masih berkumpul, ada juga yang mengarah pulang ke Sudirman dan Diponegoro. Tetapi sekarang jalannya sudah dibuka normal," ujar Budiyanto.

Pantauan Kompas.com, pada pukul 18.00 WIB sendiri, beberapa kendaraan bermotor sudah menembus kumpulan warga. Setelah selesainya acara, warga sebagian sudah membubarkan diri meninggalkan lokasi untuk pulang. Sejumlah pedagang yang berjualan sepanjang jalur karnaval juga sudah beranjak pergi.

Sementara itu, baik kendaraan roda dua maupun roda empat milik warga yang terpakir di beberapa titik jalan, seperti di depan lokasi parkir IRTI, kini sudah mulai berkurang.




Editor : Caroline Damanik




















19.58 | 0 komentar | Read More

Jalur Acara Jakarnaval Sudah Dibuka Kembali






JAKARTA, KOMPAS.com - Arus lalu lintas di jalur yang sebelumnya digunakan untuk perayaan Jakarnaval sudah kembali normal. Jalan yang sempat disterilkan selama hampir 4 jam, Minggu (30/6/2013), sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB itu kini sudah dapat dilintasi kendaraan. Sebelumnya, warga memadati jalan dari Merdeka Selatan di depan Balaikota DKI Jakarta hingga Bundaran Hotel Indonesia.

"Informasi barusan semua jalur yang sempat ditutup sudah dibuka kembali," kata Kepalda Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Budiyanto, saat dihubungi Kompas.com, Minggu malam.

Sebelum dibuka penuh, pihak kepolisan sendiri menerapkan buka tutup jalur sementara. Pasalnya, di Bundaran Hotel Indonesia masih ada warga yang berkumpul setelah acara Jakarnaval berakhir.

"Tadinya yang di Bundaran HI masih berkumpul, ada juga yang mengarah pulang ke Sudirman dan Diponegoro. Tetapi sekarang jalannya sudah dibuka normal," ujar Budiyanto.

Pantauan Kompas.com, pada pukul 18.00 WIB sendiri, beberapa kendaraan bermotor sudah menembus kumpulan warga. Setelah selesainya acara, warga sebagian sudah membubarkan diri meninggalkan lokasi untuk pulang. Sejumlah pedagang yang berjualan sepanjang jalur karnaval juga sudah beranjak pergi.

Sementara itu, baik kendaraan roda dua maupun roda empat milik warga yang terpakir di beberapa titik jalan, seperti di depan lokasi parkir IRTI, kini sudah mulai berkurang.




Editor : Caroline Damanik




















19.47 | 0 komentar | Read More

6.000 Warga China Main Angklung, Dicatat di Guiness Book of Records


Beijing - Sekitar 6.000 warga China Minggu (30/6) siang, berkumpul di Stadion Buruh Beijing, untuk bermain angklung bersama dipimpin Daeng Udjo, dari Saung Angklung "Udjo".


Orkestra angklung pimpinan Daeng Udjo itu akan memainkan beberapa lagu seperti Manuk Dadali, lagu berbahasa Mandarin Yueliang Daibiao Wo De Xin dan lagu We Are The World.


Para pemain orkestra angklung tersebut berasal dari para pelajar, wakil sejumlah perusahaan China seperti ZTE, para peserta didik Universitas Pertahanan China dan warga Tionghoa-Indonesia yang sempat lari dari Indonesia dan menetap di China hingga kini, serta komponen masyarakat lain.


Dalam konser angklung itu ditampilkan film sejarah angklung, dan ucapan I Love Angklung dalam 10 bahasa berbeda di layar LED di lokasi konser.


Ditampilkan pula angklung digital, Angklung Tradigi dari Restoran Made in Indonesia - Sansico.


Perkenalkan budaya Indonesia Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan mengatakan kegiatan itu selain untuk memperkenalkan salah satu kebudayaan Indonesia, juga untuk makin mempererat hubungan masyarakat Indonesia-China.


"Kami ingin menunjukkan salah satu kebudayaan tradisional Indonesia, melalui konser angklung ini sekaligus berbagi dan mempererat hubungan masyarakat kedua bangsa," ujarnya.


Sebelumnya, Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Bondan Gunawan mengatakan konser kolosal enam ribu angklung itu merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya untuk mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan China.


"Diplomasi itu aspeknya banyak, ada antarpemerintah, antarpelaku bisnis, dan antarmasyarakat.
Diplomasi antarmasyarakat terdiri atas bidang budaya, olahraga dan ilmu pengetahuan. Konser kolosal angklung ini merupakan bentuk diplomasi budaya," katanya menjelaskan.


Konser kolosal 6000 angklung akan dicatatkan pada Guiness Book of Records.


"Sebelumnya telah ada konser kolosal 5.000 angklung yang digelar perwakilan Indonesia di Amerika Serikat pada 2011," kata Bondan.


Direktur Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat mengatakan, konser angklung itu merupakan bentuk pelestarian alat musik bambu khas Indonesia yang telah tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia The Intangible Heritages UNESCO.


"Syarat untuk dapat bertahan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO adalah warisan budaya dimaksud harus terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan. Jika upaya itu tidak dapat kita lakukan terus menerus, angklung bisa dicabut statusnya sebagai warisan budaya dunia. Maka itu, kita terus berupaya agar angklung tetap terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan ," katanya.


Hadir dalam kegiatan itu, 20 Duta Besar negara sahabat di China, termasuk Duta Besar Amerika Serikat untuk China Gary Locke, serta perwakilan organisasi internasional di China.


19.39 | 0 komentar | Read More

Istri Fathanah Luncurkan Single \"Papa Kini Sendiri (PKS)\"





JAKARTA, KOMPAS.COM — Di tengah maraknya pemberitaan tentang Ahmad Fathanah, terdakwa kasus korupsi impor daging sapi, muncul sosok Sefti Sanustika. Sefti, yang baru saja melahirkan bayi perempuan, mengaku sebagai istri pertama Fathanah.

Ia pun muncul dengan segala kesedihannya lantaran sang suami ditangkap seusai berhubungan intim dengan seorang mahasiswi. Belakangan muncul perempuan-perempuan lain di sekitar Fathanah. Pada mulanya, Sefti terpukul dan selalu menangis setiap diwawancara.

Namun, kali ini ibu satu anak itu bangkit dan mulai membuat gebrakan. Sefti yang merupakan penyanyi dangdut itu kini merilis single terbarunya berjudul "Papa Kini Sendiri (PKS)".

"Single masih berjalan yang judulnya Gerimis Terang Bulan dan Membenci Tiada Guna, selain itu ada lagu yang duet judul Papa Kini Sendiri (PKS)," ujar Septi kepada wartawan di acara Silaturahim Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) di Jakarta, Minggu (30/6/2013).

Lagu PKS menjadi single andalan Sefti. Ia menceritakan lagu itu mengisahkan seorang suami yang bermasalah, tapi istrinya tetap setia mencintainya. Hal ini pun mirip dengan kisah biduk rumah tangga Sefti dan Fathanah. Meski dalam penyidikan terungkap Fathanah kerap mendekati perempuan-perempuan muda, tetapi Sefti tetap setia.

Saat ditanyakan respons Fathanah dengan adanya lagu PKS itu, Sefti menuturkan bahwa suaminya sangat mendukung kariernya. "Bapak selalu mendukung-dukung saja selagi positif, walaupun saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa tetap berdoa buat istri dan anaknya agar bekerja dapat rezeki yang halal," ucapnya.

Ahmad Fathanah ditangkap bersama seorang mahasiswi bernama Maharany Suciyono di sebuah kamar hotel di Jakarta. Fathanah ditangkap seusai mengambil uang yang diduga merupakan suap untuk kepengurusan impor daging sapi. Kasus ini juga menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi dan Fathanah adalah teman lama. Keduanya dianggap melakukan persekongkolan dalam tindak pidana korupsi.




Editor : Egidius Patnistik


















19.31 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


19.29 | 0 komentar | Read More

Triady Fauzi Rebut Medali Perak di Korea





JAKARTA, Kompas.com — Atlet renang Indonesia, Triady Fauzi Sidiq, meraih medali perak di ajang 4th Asian Indoor & Martial Arts Games di Incheon, Korea, Minggu (30/6/2013).

Triady atau Aji mencatat waktu 22.30 detik di nomor andalannya, 50 meter gaya bebas putra. Ia kalah dari atlet Korea, Yang Jung-doo yang merebut medali emas dengan catatan waktu 21.83 detik.

Sementara medali perunggu diraih perang Taiwan, Chang Kuo Chi dengan catatan waktu 22.42 detik. Cabang renang di ajang ini diperlombakan di kolam pendek 25 meter.

Sayang, andalan Indonesia di nomor gaya dada, Indra Gunawan gagal mempersembahkan medali. Indra berada di posisi enam di nomor 100 meter gaya dada dengan catatan waktu 1:00.84.

Tim Indonesia masih berpeluang menambah medali di nomor 4x100 meter putra. Menurunkan para atlet nasional, I Gde Siman Sudartawa, Indra Gunawan, Guntur Pratama Putera, dan Triady Fauzi Sidiq, Indonesia menempati posisi pertama di heat kedua dengan catatan waktu 1:38.88.

Nomor final baru akan berlangsung malam ini dengan saingan berat datang dari tim Korea Selatan yang mencatat 1:38.97.

Berikut peringkat sementara:
1. Korea      3     2     0     5
2. Thailand      1     0     1     2
3. Vietnam     1     0     0     1
4. China     0     1     0     1
4. Hong Kong, China     0     1     0     1
4. Indonesia     0     1     0     1
7. Kazakhstan     0     0     3     3
8. Chinese Taipei     0     0     2     2




Editor : Tjahjo Sasongko















19.11 | 0 komentar | Read More

Pencuri Motor Jadi Korban Main Hakim Sendiri

Written By Kompdub on Sabtu, 29 Juni 2013 | 19.58





JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang warga Lenteng Agung, Rizal (22), menjadi bulan-bulanan warga setelah ketahuan hendak mencuri sepeda motor, di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2013) sekitar pukul 23.50 WIB.

"Pelaku mengalami luka di kepala dan mata sebelah kanan hingga lebam, sekarang dirawat di RS Polri," kata Kapolres Metro Pasar Minggu, Komisaris Adri Desas Furyanto, melalui pesan singkatnya, Sabtu (29/6/2013).

"Pelaku diduga mencuri kendaraan roda 2 diperkirakan menggunakan kunci palsu," ungkap Adri.

Rizal, menurut Adri, hendak mencuri sepeda motor Supra Fit bernomor polisi B 6930 SVP milik warga Cilandak Timur, Roni (50).

Menurut Adri, setelah memarkir sepeda motornya, Roni berjalan ke tempat fotokopi. Namun, lanjut Adri, sebelum sampai di tempat fotokopi, Roni mendengar suara mesin sepeda motornya.

Adri menjelaskan, Roni bergegas kembali ke tempat ia memarkir sepeda motor dan melihat ada orang yang sudah mau membawa kabur sepeda motornya.

"Korban menangkap pelaku. Akan tetapi, belum sempat (pelaku) ditanya, masyarakat sudah main hakim sendiri. Saat ini pelaku belum bisa diperiksa karena masih terpengaruh obat bius," jelas Adri.




Editor : Tjatur Wiharyo


















19.58 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger